Pentingnya Sarapan Bergizi dan Segelas Milo Baru untuk Anak Sekolah yang Aktif

Pernah menyadari gak betapa sibuknya anak kita dalam menghadapi 1 hari penuh? Ternyata energi yang dikeluarkan untuk aktivitas anak seharian seperti berlari setengah marathon.

DI BALIK SEMUA ITU ADA PERAN SIAPA BUIBUK?

Maminya lahhhh… (bisik-bisik biar papinya gak denger)

Farrel, kelas 5 SD.

Senin-Jumat anak ini belajar di Sekolah dari pukul 7.30 hingga 15.00. Sesuai permintannya, usai melahap pelajaran di Sekolah masih mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Ada 3 ekstrakuliluler yang diikuti oleh Farrel, yaitu Karate, Futsal, dan Robotic. Sisanya ikut pelajaran tambahan. Persiapan menghadapi kelas 6 SD.

Shayna, TK Besar.

Senin-Jumat belajar di Sekolah dari jam 8.00-12.00. Biarpun masih anak cimit, tapi anak ini gak mau kalah sibuk sama kakaknya. Senin dan Jumat dia ikut Taekwondo, sedangkan tiap selasa ikut kegiatan Drum Band.

Tiap pulang sekolah tepar dong ya. Jadi pasti anak ini tidur siang dari masih perjalanan menuju ke rumah. Seakan mendapat tenaga baru, sore harinya adalah waktu bermainnya anak ini yang gak jauh-jauh dari aktivitas fisik: renang, basket ball, atau sepeda.

Ya mungkin meniru dari mamanya juga yang tiap hari sibuk ngejar keringet. Katanya anak ini kan peniru yang baik. Alhamdulillah sih kalau anak-anak jadi pada suka olahraga. Karena olahraga bukan hanya bermanfaat secara fisik, namun juga psikologisnya.

Saat hadir di peluncuran MILO BARU DENGAN 25% GULA LEBIH RENDAH Rabu kemarin (3/10/2018) di Hotel Fairmont Jakarta, Mury Kuswari, S.pd, Ms.i, Ketua Asosiasi Nutrisi Olahraga dan Kebugaran Indonesia, mengatakan anak yang rutin berolahraga bisa merasakan manfaatnya, seperti:

  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Menurunkan perasaan tegang.
  • Menurunkan tingkat depresi pada anak.
  • Menurunkan tingkat ketidakpuasan hidup,

Oleh karena itu penting banget aktivitas fisik untuk anak usia sekolah. Namun, tentu saja perlu didukung oleh asupan gizi yang seimbang agar tetap berenergi setiap hari. Karena ngasih uang jajan aja tentu bukan solusi.

PENTINGNYA SARAPAN UNTUK ANAK USIA SEKOLAH

Masih mengutip penjelasan Pak Mury di Peluncuran MILO Baru, menurut hasil penelitian…

Anak sekolah yang sarapan memiliki fungsi kerja otak yang lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan.

(Fulford, 2016)

Mendukung anak menjalankan pola hidup sehat dapat dimulai dengan makanan sehat dari rumah. Jadi wajar lah ya kalau ibu-ibu pagi-pagi agak riweuh demi nyiapin sarapan dan bekal sekolah anak.

Gapapa lah ya buk! Insya allah balesannya surga! Amiiiin!

TERUS SARAPAN YANG BAIK ITU YANG GIMANA?

*uhuk*

Di sini saya mau mencoba menjawab. Tentunya dengan mengutip kata pakar yang saat itu menjadi pembicara di sesi diskusi event MILO kemarin:

Sebaiknya dilakukan sebelum 9 pagi

Kalau dilakukan pukul 12 siang namanya makan siang ya buuuuu! Tapi ini terkait dengan sistem pencernaan kita. Tapi untuk anak yang sekolah sih pasti sarapan sudah dimulai sebelum pukul 7 pagi.

Anak kecil suka agak susah sih diajak makan pagi. Makanya saya lebih suka menyajikan makanan yang simpel namun bergizi.

Dapat memenuhi kebutuhan 15%-30% kebutuhan harian

Dengan ini saya menyatakan bahwa janganlah ngasih sarapan kerupuk pada anak. Ayo buibuk lebih effort lagi Dalam menyiapkan sarapannya. Anak saya pada suka roti, jadi memang tiap pagi saya siapkan sandwidch untuk mereka sarapan.

Farrel saat mengikuti Milo Run Kategori Kid Dash (2 Km) tahun 2016

Anak yang gak sarapan cenderung susah berkonsentrasi. Jadi sarapan ini memang perlu dalam memenuhi kebutuhan harian anak. Sarapan  sangat penting untuk menggantikan energi yang ilang saat anak kita tidur.

Memenuhi pola hidup sehat

Ngomong-ngomong soal pola makan, sudah beberapa tahun ini saya mengurangi konsumsi gula. Bukan total gak makan yang manis-manis, ya! Tapi mengurangi porsinya.

Karena anak adalah peniru yang baik, jadi saya mencoba untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat agar mereka bisa mengadopsinya juga.

Masalah pemenuhan gizi ini harus angat diperhatikan. Maka itu lebih baik menyiapkan kebutuhan gizi anak dengan sarapan dibanding mereka harus jajan sembarangan di luar.

MILO BARU DENGAN KADAR GULA LEBIH RENDAH

Konferensi Pers dan Peluncuran MILO Baru di Hotel Fairmont Jakarta

Maka itu saya bahagia saat PT Nestle Indonesia berinovasi dengan MILO baru yang memiliki kandungan gula 25% lebih rendah, lebih nikmat lebih bernutrisi. Karena siapa yang gak suka MILO?

Sarapan itu kan mestinya yang rasanya enak biar ada efek menyenangkan anak; jadi mereka juga bahagia sarapannya.

Sarapan sehat dengan MILO kadar gula lebih rendah

Pada tahun  2006, The Lancet menerbitkan sebuah penelitian tentang hubungan antara obesitas dan konsumsi gula. Para peneliti menemukan bahwa  anak yang mengonsumsi banyak makanan dan minuman manis memiliki kemungkinan besar mengalami obesitas.

Asupan gula pada anak ini kadang tak kasat mata loh. Jadi tanpa kita sadari ternyata konsumsi gula pada anak lebih banyak dari batas maksimal harian. Gaswat, kan!

Dampak gula buat kesehatan bisa sampai resiko depresi, jika konsumsinya berlebihan. Makanya jumlah yang dikonsumsi jangan sampai melebihi dari yang dibakar untuk dijadikan energi.

Dengan Nestle MILO yang sudah dikurangi kadar gulanya, maka saya lebih tenang memberikan minuman coklat kesukaannya anak-anak ini. Jadi angin segar juga buat ibu-ibu, kan?

Maminya gimana?

Maminya juga minum dong! Lumayan kan bisa buat nambah kalori sebelum lari pagi. Gak mau kalah sama anaknya. Hehe..

Sensasi Floating Yoga Pertama di Indonesia Bersama Pristine 8+

Kaki mulai geter-geter. Susah juga menjaga keseimbangan di atas matras yang bergoyang. Desiran angin menambah sesi yoga kali ini semakin menantang. Dalam keadaan menjaga tubuh untuk tetao sembang dan tidak nyemplung ke air, Hendri Take yang menjadi instruktur malah meminta kami melakukan dance pose. Gerakan yoga di mana beban tubuh banyak ditopang oleh satu kaki yang menapak pada matras yang terombang-ambil di atas air.

KATA SIAPA YOGA ITU GAMPANG? HAH?? HAHHH???

Sesi yoga kali ini memang beda dari biasa: Floating Yoga. Pertama kali ada di Indonesia. Acaranya diadakan di Tangkas Sport Center, Jakarta Barat. Jadi memang saya jauh-jauh dari Bekasi menuju lokasi untuk menebus rasa penasaran sekaligus mengenal sensasi yoga di atas air.

Ini yang namanya Hendri Take, Coach yoga di #PristineFloatingYoga,

Gerakan yoganya dilakukan di atas paddle board yang mengapung di atas air. Jadi bisa juga disebut floating mat. Ya, pastinya sangat menantang sih. Yoga di medan datar dan stabil aja masih terasa sulit, apalagi di atas matras yang bergoyang, kan?

Namun terkadang memang perlu mencoba hal yan baru asalkan gak berbahaya dan bermanfaat untuk tubuh kita. Variasi membuat hidup kita lebih berwarna dan terus bereksplorasi. Dengan yoga di atas air, misalnya.

Tantangan utama dari yoga di atas air adalah  untuk tetap stabil. Ketidakstabilan medan membuat fokus mesti lebih ditambah lagi. Kekuatan core kita lebih diuji.

Selain itu ada rasa takut untuk jatuh ke dalam air yang mesti dilawan. Walaupun saya sangat tau jatuh ke dalam air lebih tidak beresiko dibanding jatuh di atas permukaan keras, namun ada naluri untuk enggan jatuh. Ya, sebut saja ego.

NILAI TAMBAH DARI FLOATING YOGA

Floating yoga untuk menyeimbangkan pikiran, raga, dan jiwa.

Manfaat dari Floating Yoga tidak mengurangi manfaat dari gerakan yoga yang lainnya. Tetap butuh fokus dan konsentrasi. Tetap memerlukan latihan yang berlanjut dan konsisten. Tetap memiliki tantangan. Tetap bermanfaat untuk keseimbangan pikiran, tubuh, dan jiwa.

Tapi memang buat saya yang baru pertama kali melakukan ini, terasa sangat sulit dilakukan. Bahkan untuk gerakan yang dianggap mudah atau sangat basic. Ada pikiran “Ah, mustahil banget ini!”. Apalagi saat harus headstand pose di atas paddle board-nya.

“Di floating yoga karena ditekankan lebih butuh konsentrasi dan keseimbangan jadi otomatis memerlukan kekuatan core yang lebih daripada  biasanya.” Jawab Hendri Take saat ditanya kelebihan yoga di atas air ini.

Selain ketenangan pikiran, yang membuat tubuh kita bisa seimbang dan stabil dalam melakukan gerakan yoga adalah “core”. Dengan permukaan yang dinamis, maka core akan lebih terlatih. Dengan kekuatan core, maka kita bisa mendapatkan tubuh yang lebih seimbang.

Jadi dengan dilakukan secara rutin, maka konsentrasi dan keseimbangan pun bertambah. Core pun lebih terlatih.

Di luar yoga yang lebih menantang, ini adalah hal baru buat saya. Saya merasakan lebih fun dan re-fresh. Berasa yoga di pinggir pantai. Apalagi saat itu dilakukan di sore hari. Yang ada pantulan mataharinya namun mulai ada teduh-teduhnya juga. Gak mantul kaya siang bolong.

Apalagi kan kami duduk di atas board yang mengapung di atas air. Ada bonus angin sepoi-sepoi. Ditambah lagi iringan musik yang kadang bikin semangat, kadang bikin pengen rebahan aja. Berasa lagi yoga di Bali.

There’s always good friendhip in yoga.

Dan buat saya, acara yoga seperti ini bagus juga untuk bersosialisasi. Bersama orang-orang yang memiliki energi positif dan gak toxic. Ditambah lagi bisa temu kangen temen lama.

FLOATING YOGA PERTAMA DI INDONESIA

Saya dan peserta Floating Yoga yang lainnya. (Foto: Zataligouw)

Pertama kali dapat undangan acara ini, saya langsung menjawab “YA!”. Sejujurnya saya pun penasaran dengan floating yoga ini. The first experience of my life!

Jadi, Pristine 8+ menyelenggarakan acara yoga bersama dengan membawa tema floating yoga. Sesuatu yang baru dan inovatif, terutama di Indonesia.

Floating yoga sebenarnya puncak dari rangkaian acara Pristine 8+ Floating Yoga. Di acara ini saya pun jadi tau kalau Pristine 8+ bukan air mineral kemasan biasa. Selama ini sih asal ambil aja karena suka sama kemasannya.

Ternyata dinamakan 8+ karena memang air yang terkandung memiliki kadar PH <8  yang menjadikan Pristine 8+ hadir untuk menetralkan kadar asam berlebih dalam tubuh.

Karena walaupun sudah rutin berolahraga, bukan berarti tubuh kita ini baik-baik saja. Asupan yang dikonsumsi pun sangat berpengaruh. Saya ini pengonsumsi makanan pedas dan juga penikmat kopi setiap hari yang membuat resiko kadar asam dalam tubuh meningkat. Ini yang membuat tubuh jadi mudah sakit dan terganggunya proses pencernaan. Oleh karena itu mesti dinetralkan kembali.

Seiring dengan visi yang dibawa oleh Pristine 8+, maka dengan adanya yoga bersama diharapkan para pecinta yoga yang hadir dapat menyeimbangkan pikiran dan juga menetralkan asam tubuh dengan cara yang sangat inovatif. Tentunya manfaat ini tidak dapat dirasakan jika hanya sekali dilakukan. Jadi biar gak mubazir dan benar-benar terasa efek baiknya, sebaiknya dilakukan dengan rutin. Baik olahraganya, dan juga asupan yang dikonsumsinya.

Jadi, sudahkah kamu yoga hari ini?

Mendukung Atlet Indonesia untuk Asian Games melalui Media Sosial

Matahari semakin tak nampak. Saya nyaris menginjak seekor kodok yang berpose di atas jalur berahan karet berwarna merah bata. Ternyata bukan seekor kodok, tapi grup kodok.

Salah satu kenangan saya ketika berlari di Lapangan Madya, sebelum ditutup untuk umum karena tahap renovasi. Pada senin lalu (4/6/2018) kaki ini kembali menginjak jalur lari tersebut. Masih empuk, namun sudah bukan lagi lapangan tua yang banyak kodok. Bangunan yang dahulu entah itu untuk apa, kini menjelma menjadi tribun penonton yang luas dan tentu saja modern.

Saat dihubungi Mbak Aina dari Tim Komunikasi Menpora, saya langsung semangat. Bagaimana tidak, bisa mengunjungi Pelatnas dengan Bapak Menpora Imam Nachrawi adalah kesempatan langka bagi jelata seperti saya ini. Dan saya memang sangat menyukai olahraga, terutama lari. Dan ingin menebus rasa penasaran melihat kondisi lapangan Atletik sekarang.

Wefie dengan Pak Menteri, kapan lagi? (Kredit foto: Tim Komunikasi Menpora)

Nostalgia.

Bisa bertemu dengan masa lalu adalah nostalgia. begitupun melihat tempat biasa kita berlatih, biarpun cuma hore-hore.

Nostalgia juga saat saya bertemu dengan Perenang Putra Indonesia: Richard Sambera. Bagaimana tidak? Pada SEA Games 1997, Indonesia menjadi tuan rumah dan saya menyaksikan langsung beliau bertanding di Arena. Ketika itu saya masih SD kelas 6. Dan kemarin saya dapat melihat langsung bahkan ngobrol-ngobrol dan berfoto.

Bisa foto gini sama Richard Sambera aja udah seneng

Nostalgia juga saat bertemu dengan Alan Budikusuma. Masih ingat rasanya meletup-letup ketika Medali Emas direbut saat Olimpiade di Barcelona tahun 1992. Iya, saya sudah setua itu. Tapi waktu itu masih SD kok..

Milenial kenal Alan Budikusuma ga sih? Aku kenal dong!

Sejarah memang harus selalu dikenang, namun jangan lupa untuk terus membuat sejarah-sejarah yang baru..

Adik-adik yang sedang berlatih untuk Asian Games 2018 adalah bibit pencetak sejarah. Bahkan ada juga yang sudah menuliskan sejarahnya sendiri untuk Indonesia. Itulah yang saya rasakan saat melihat lebih dekat saat mereka berlatih.

BUKAN NYINYIR, TAPI MENYEMANGATI

Salah satu yang pengingat buat saya sendiri. Karena kadang mulut dan jempol netizen tuh jahat. Apa mumgkin kelebihan energi.

AKU TUH GAK KUWAT!

 

Saat mengintip atlet cabang olahraga Loncat Indah yang sedang berlatih, kaki saya malah ikutan ngilu. Gak terhitung lagi berapa kali harus terjung terus naik lagi dan diulang gak abis-abis. Kalau saya mungkin udah masuk angin.

Sesuai namanya, Loncat Indah dilakukan dengan meluncur dari ketinggian tertentu dengan cara yang sangat indah. Yang dilihat bukan hanya ketangkasan, tetapi juga keindahan. Tapi sedih juga kalau lihat atlet-atlet cabang ini tampil di tv nasional langsung di-blur sebadan-badan. Jadi gimana kita bisa lihat artistiknya pak.. buk..

Kredit Foto: Tim Komunikasi Menpora.

Belum lagi kalau sampai yang bawa-bawa agama. Ya kan namanya juga mau olahraga, bukan pergi pengajian atau ambil raport anak sekolah. Semoga di Asian Games nanti dama-damai aja ya.

Para atlet yang lagi menjalani latihan itu juga banyak yang puasa loh. Padahal latihan yang dijalani cukup berat. Mereka sahur dan buka gak sama keluarga. Kita sendiri tau lah nahan kangen sama keluarga itu berat.

MENGINTIP PERSIAPAN PARA ATLET UNTUK ASIAN GAMES 2018

Jadi gini.. saya kan gak hapal semuanya tapi dari tiga arena yang dikunjungi (Panahan, Akuatik, dan Atletik) jadi sempet ngintip dikit-dikit. Untuk Panahan, terdapat 16 atlet putra dan putri dari Indonesia yang kan bertanding nanti. Persiapannya sudah cukup matang karena diharapkan membawa minimal 2 medali emas.

Tanggal 21 April 2018 kemarin tim Panahan membawa pulang medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia Tahap Pertama di Shanghai, Tiongkok. Sementara itu, tanggal 20-26 Mei 2018 Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda Choirunnisa yang juga mengikuti kejuaraan dunia di Antalya, Turki. Pertandingan juga menjadi bentuk persiapan fisik dan mental. Nah, semoga di Asian Games nanti akan tampil gereget.

Untuk cabang olahraga Akuatik, Indonesia mengirimkan 8 atlet renang Indah, 9 atlet loncat indah, dan 2 skuat polo air. Targetnya sih Indonesia bisa membawa 1 medali emas, tapi ini memang ga mudah. Harus diakui persaingannya cukup ketat. Tapi usaha mah jalan terus kok. Bulan Mei 2018 kemarin, tim Renang Indah mengikuti latihan dan juga try-out ke Jepang.

Untuk tim Loncat Indah, Agustus nanti akan menjalani try-out ke Tiongkok. Sementara itu, tim Polo Air sendiri sudah mengimport pelatih dari Serbia, yaitu Milos Sakovic.

Dan bagaimana untuk Atletik?

Kita semua terpukau oleh penampilan dari atlet jalan cepat Hendro Yap, yang berhasil memecahkan rekor di cabang Jalan Cepat pada SEA games tahun lalu. Cabang Atletik berhasil meraih 15 medali dari cabang atletik di ajang ini. Keberhasilan ini membangkitkan rasa percaya diri Indonesia dapat kembali bersinar di Asian Games 2018 nanti.

Indonesia sendiri mengirimkan 16 atlet di cabang olahraga Atletik. Persiapan yang dilakukan sudah cukup matang. Bahkan atlet kita telah mendapat pelatihan khusus di Amerika Serikat selama satu bulan lamanya dengan Harry Marra sebagai konsultan.

Saat kami berkunjung, para atlet sedang melakukan pemanasan. Ada satu atlet wanita yang memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi dan atletis. Dia adalah Emilia Nova, atlet lari gawang 100 meter. Sayangnya saya dan teman-teman tidak ngobrol kebih lama karena Emilia harus fokus menjalani latihan.

Tamoak jelas badan yang terlatih dan yang tidak terlatih.

Tim Atletik Indonesia menargetkan untuk menggondol 2 medali emas. Agar lebih matang lagi menghadapi ajang Asian Games, tim Atletik kita akan menjalani pusat pelatihan di Korea Selatan pada tanggal 14-18 Juni 2018 nanti. Mereka yang berangkat dari disiplin nomor 100 meter dan 4x 100 meter putra, lari 110 meter gawang putra, lompat jauh putra, lari 100 meter gawang putri, dan tolak peluru putri.

TURUT BERKONTRIBUSI SESUAI KAPASITAS

Pak Imam Nachrawi mengajak para media dan penggiat media sosial ikut meramaikan #AsianGamesKita. Jika para atlet mengharumkan nama negeri dengan berlatih dan bertanding, kita sebagai bagian dari warga negara Indonesia juga ikut berkontribusi sesuai kapasitas yang dimiliki.

Para atlet Atletik bersama para blogger/vlogger/jurnalis yang sedang tur Pelatnas Asian Games 2018. (Kredit foto: Tim Komunikasi Menpora)

Saya ini bukan siapa-siapa, bukan atlet, dan minim prestasi. Bukan pejabat, artis, apalagi guru ngaji. Saya hanya rakyat jelata yang suka olahraga dan menulis.  Daripada cape nyinyir, lebih baik energinya dipakai untuk turut mempromosikan #AsianGamesKita.

Kesuksesan Asian Games 2018 nanti bukan hanya kerja keras pemerintah dan atlet, namun kita juga turut berperan. Tentunya sesuai kemampuan yang kita miliki. Gak bisa kaya berlari seperti Emilia Nova tapi kalau posting-posting mah bisa lah…

Boleh diintip akun media sosial saya @fitritash (Twitter dan Instagram) dengan hashtag #AyoIndonesia dan #AsianGamesKita. Oiya, silakan mampir juga ke bugaraga.com ya!

5 Cara Merawat Kulit Wajah di Usia 30-an


Drama hidup perempuan usia 30 ke atas itu memang bukan lagi sibuk ngejar dosen pas bimbingan skripsi atau galau putus dari pacar, tapi sudah ke level ngeliatin cermin tiap pagi buat ngecek ada keriput atau engga. Sungguh ini juga DRAMATIS.

Usia 30-an, kejayaan kulit kita mulai menghadapi hambatan. Regenerasi kulit tidak sebaik usia remaja yang tetap lancar walaupun effortless ngerawatnya. Proses regenerasi kulit yang terhambat ini bikin  kulit terlihat kusam dan ujung-ujungnya muncul garis-garis halus.

 

Belum lagi jaringan kolagen berkurang yang membuat elastisitas kulit melemah.

Maka itu..

sesibuk apapun..

cobalah untuk tetap menjaga masa emas kulit kita ini.

(ngomong sama cermin)

Tapi memang kesibukan seringkali menjadi penghambat. Umur 30 itu usia di mana perempuan sibuk mengurusi anak-anak yang masih pada kecil-kecil dan juga pekerjaan yang (alhamdulillah) lagi awur-awuran.

Belum lagi yang pecicilan kaya saya ini. Udahlah ngaku sibuk tapi nambahin lagi pake ngikut berbagai race. Masalahnya, kalau udah daftar event lari atau triathlon, ya pasti udah mulai sibuk latihan juga.

LALU GIMANA DONG BIAR KULIT TETAP GLOWING DI USIA 30-AN?

Seperti menjaga kesehatan buku rekening, menjaga kesehatan kulit pun perlu perencanaan. Untuk menghindari kulit kusam penyebab keriput pada kulit, mulailah melakukan perawatan dari usia 25 tahun ke atas.

Kata-kata di atas hasil terinspirasi dari Jenahara Nasution, designer muda yang juga Brand Ambassador Ponds Age Miracle:

“Saya merawat kulit dengan perawatan anti-aging dari usia 25. Karena mestinya sudah menyiapkan kulit untuk menuju lebih tua.”

Penjelasan Jenahara tentang merawat kulit serupa dengan Brand Ambassador Ponds Age Miracle lainnya, yaitu Fenita Arie dan Sabai Morscheck. Mbak Fenita berpendapat bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.

“Jika kita terlambat (merawat kulit), menyesal kemudian (saat usia 30 tahun ke atas).” Ujar Fenita Arie.

Loh, kok kenapa tiba-tiba bisa ngobrol-ngobrol dengan Jenahara Nasution, Fenita Arie, dan Sabai Morscheck? Apakah tetanggan?

Sayangnya enggak gaes…

Jadi gini..

Seperti postingan di akun Instagram @fitritash, Rabu kemarin saya hadir ke acara sharing session yang diadakan Ponds Age Miracle dan Clozette Indonesia di Hotel Veranda, Jakarta. Acara itu dipenuhi para mamah-mamah muda blogger yang hadir dengan sentuhan deep red: cerah, merona, dan bersinar.

Acaranya seru banget karena para Brand Ambassador Ponds Age Miracle ini cair banget ngobrolnya. Gak pake jaim-jam gimana gitu. Apalagi ada tutorial hijab kasual dari Jenahara dan Fenita Arie.

Yang bikin panik itu saat ada “scarf challenges”. Kami diajak mengkreasikan scarf yang tersedia sekreatif mungkin. Saya yang selama ini jarang memakai scarf agak bingung sih mau diapain. Akhirnya saya pakai buat jadi hiasan lengan. Biarpun sempet bingung tapi seru karena games ini ada hadiahnya! (tetep)

Bukan itu aja. Ada games melukis pouch bersama @idekuhandmade. Saya yang memiliki bakat gambar pas-pasan ini tiba-tiba merasa menjadi seniman. Berasa kembali ke masa SD dahulu, hehe..

OKE BALIK LAGI KE KULIT YA!

(fokus.. fokus.. fokus..)

Mendapat kulit menawan di usia rawan memang penuh trik dan intrik. Dari sharing session kemarin, banyak inspirasi yang bisa saya bawa pulang. Dan biar gak mubazir, saya juga mau membagikan CARA MERAWAT KULIT SUPAYA TETAP #NEVERSTOPGLOWING DI USIA 30-AN:

#1 MEMBUAT MANAJEMEN WAKTU YANG BAIK

Mengurus keluarga di tengah kesibukan memang gak mudah, Apalagi anak mulai sekolah. Mesti mikirin gimana anak pulang pergi dari rumah ke sekolah. Jadi sebaiknya kita bikin perencanaan harian. Kalau semua sudah terstruktur maka kita gak kerepotan sendiri. Nah, akhirnya masih ada waktu juga buat ngurusin kulit kita untuk tetap…

Percayalah gaes.. semua ini balik lagi ke masalah disiplin.

Gak perlu rutin rajin perawatan ke dokter muka (kecuali memang ada masalah khusus), yang penting memakai produk perawatan anti-aging dengan rutin.

Pakai day cream di pagi hari dan night cream di malam hari. Ingat ya.. saat mengaplikasikan krim, sebaiknya membersihkan kulit wajah dulu.

Biarpun sampai rumah maunya langsung loncat ke kasur, tapi tahan dulu!

Karena sisa make up di wajah itu yang di bawa tidur itu sumber petaka. Biarpun diserang rasa lelah, ada baiknya membersihkan wajah dahulu dan dilanjutkan mengaplikasikan krim malam.

Ingat.. cantik itu memang perlu usaha.

#2 MINUM AIR PUTIH YANG CUKUP

Biarpun kesannya klise, tapi saya gak bosen ngoceh masalah hidrasi ini. Bahkan saat saya menjalani puasa pun, tetap rutin minum air putih minimal 2,5 liter atau 8 gelas sehari. Dehidrasi ini bukan hanya kesehatan kulit yang terganggu, tapi juga kesehatan organ penting dalam tubuh.

Ternyata Mbak Fenita penganut disiplin minum air putih juga. “Kalau dulu mungkin masih sedikit cuek, saat memasuki usia 40 sudah gak bisa lagi.” Katanya.

Dan memang saya juga merasa kalau lagi kurang minum air putih kulit dan bibir menjadi lebih kering, Apalagi kalau lagi kena AC terus. Dan kulit yang kering ini bisa berlanjut ke keriput. Serem, kan!

#3 MENJALANI POLA HIDUP YANG SEHAT

Makanan dan rutinitas kita juga berpengaruh pada tubuh. Kulit juga bagian dari tubuh. Orang yang rutin berolahraga bisanya lebih terlihat awet muda. Saya masih ter-wow-wow lihat Fenita Arie secara langsung. Aduh mukanya awet muda banget. Pasti rajin olahraga juga..

#4 MEMILIH PRODUK PERAWATAN KULIT YANG SESUAI

Banyak produk perawatan, tapi bagaimana memilih produk yang tepat untuk kulit kita?

Yuk, lebih teliti lagi saat membeli. Selain harga, mestinya kita juga aware sama kandungan dari produk yang ingin kita beli.

Untuk usia 25 tahun ke atas, sebaiknya mulai memilih perawatan yang bisa merangsang regenerasi kulit. Seperti Retinol-C Complex dalam Ponds Age Miracle Day Cream, yang fungsinya melepaskan kekuatan bahan aktif Retinol pada lapisan kulit sehingga kulit kita lebih tetap bersinar dan jauh-jauh dari kerutan.

Nah, masalah penuaan kulit ini kan juga bisa disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet. Jadi untuk krim yang dipakai di pagi dan siang hari sebaiknya mengandung SPF (Sun Protection Filter) supaya lebih terlindungi. Bahaya banget kan kalau kulit kita gak ada perlindungan sama sekali.

Maka itu krim perawatan wajah yang dipakai di siang hari dan malam hari itu berbeda. Yang saya tau, produk Ponds Age Miracle yang Day Cream sudah disertai kandungan SPF 15 PA++. Kandungan ini untuk melindungi dari UVA dan UVB yang bisa menyebabkan kerusakan pada kulit dan beresiko penuaan dini.

Sedangkan untuk Night Cream, sudah tidak ada kandungan SPF lagi. Ibaratnya “Ngapain sih pake payung di dalem rumah?.”, karena di malam hari kan gak ada matahari. Kulit kita lagi gak butuh SPF. Ponds Age Miracle Night Cream justru memiliki kandungan Retinol-C Complex yang lebih tinggi, sehingga fungsi untuk regenerasi kulit lebih besar. Maka itu sayang banget kalau sampai kelewat krim malemnya.

#5 JANGAN LUPA BAHAGIA

Ini bukan ngomong asal. Karena stres memang turut berperan membuat kulit kita tampak kusam dan terjadi penuaan.

“Menjalani hari-hari dengan stay positif. Kebahagian berawal dari pikiran.”

-Jenahara

Be grateful and time doesn’t stop you to #NeverStopGlowing.

Review Matras Yoga: Happy Fit Eco Friendly

Seiring masih banyak yang bertanya pada saya mengenai rekomendasi matras yoga untuk pemula, jadi saya kembali menulis review seputar matras yoga. Kebetulan saya baru mencoba matras baru buatan lokal berbahan TPE, yaitu Happy Fit Eco Friendly Yoga Mat.

TPE (Thermal Plastic Elastomer) adalah paduan plastik dan karet. Simpelnya, matras yoga berbahan ini memiliki tekstur yang kuat namun fleksibel untuk dapat digulung atau dilipat. Bahan ini telah menjadi primadona karena terkenal dengan jenis matras yoga yang eco friendly.

Sebelum membahas lebih jauh, saya mau pamer dulu. Warnanya cakep banget ya!

Happy Fit Eco Friendly Yoga Mat memiliki dua lapisan warna.

Jujur nih…

Saya sebenarnya sudah punya matras yoga dengan bahan dan tekstur yang sama. Dan matras itu lama menjadi favorit saya karena ringan untuk dibawa-bawa dan juga memiliki cushion yang baik.

Buat para pemula, saya merekomendasikan matras yoga jenis ini!

APAKAH LICIN SAAT DIPEGANG?

Pertimbangan pertama para yogi memilih matras biasanya “Licin gak, ya?”. Matras yang licin memang mengurangin rasa nyaman dan jadi kurang konsen.

Hampir semua matras – yang mahal sekalipun– bisa terasa licin jika tangan sudah sangat berkeringat. Namun, kita bisa memilih yang paling sedikit rasa licinnya.

Makanya saya suka pegang-pegang teksturnya sebelum membeli. Kalau memang beli online, ya cari-cari review produknya.

Semoga review saya yang ini jadi bahan petimbangan teman-teman juga ya.. ehe..

Matras yoga berbahan TPE biasanya memiliki grip yang cukup baik. Jadi, masalah untuk tergelincir sepertinya lebih bisa diminimalisir.

Permukaan matras ini memiliki tekstur motif timbul, yang membuat tangan dan kaki kita lebih steady di atas matras. Lebih tertahan dari resiko geser.

Matras yoga yang baik membantu kita lebih stabil dalam melakukan gerakan

Namun, saat melakukan gerakan Adho Mukha Svanasana (Downward-Facing Dog Pose) memang agak sedikit geser. Berbeda dengan gerakan Plank Pose atau Head Stand Pose. Lebih steady. Begitu pun saat melakukan standing pose seperti warrior pose, kedua kaki cukup mantap menapak tanpa geser.

APAKAH CUSHION-NYA NYAMAN?

Buat yang mengalami masalah lutut, memang tidak disarankan memakai matras yoga dengan ketebalan di bawah 6mm. Semakin tebal tentunya semakin baik karena mengurangi penekanan ke lutut.

Tetapi… semakin tebal matras yoga biasanya mengurangi keseimbangan saat melakukan gerakan. Karena lebih goyang. Coba saja berdiri di atas bantal. Kaki kita seperti berada di atas kapal laut yang berombak: Oleng ke kanan dan kiri.

Matras yoga 6mm cukup nyaman untuk menopang lutut

Happy Fit Eco Friendly ini memiliki ketebalan 6mm. Buat saya sih ukuran ini pasling pas.

Dengan ketebalan seperti ini, bagian tubuh untuk menopang cukup merasa nyaman, namun masih bisa menjaga tubuh untuk tetap seimbang dan stabil saat melakukan gerakan tertentu.

Tapi… tingkat kekuatan lutut setiap orang berbeda nih!

Apalagi yang memang memiliki maslaah di bagian tersebut. Jika memang matras yoga dengan ketebalan 6mm masih terasa sakit, bisa memilih matras yoga dengan ketebalan 8mm.

APAKAH BISA DIPAKAI DALAM WAKTU YANG LAMA?

Pertanyaan ini saya masih sulit menjawab karena matras ini menjadi teman berasana saya baru satu bulan lamanya.

Menurut penerawangana saya, sepertinya sih akan bertahan sampai satu tahun ke depan dan selanjutnya. Karena bahan ini sangat mirip dengan matras saya yang lainnya dengan bahan TPE juga (Masih keukeuh gak mau nyebut merek biar gak ada pihak yang sakit hati heheh..).

Tingkat disiplin kita dalam menyimpan dan membersihkan matras yoga juga berpengaruh pada kekuatan bahan. Saat melakukan gerakan yoga, tubuh kita akan mengeluarkan keringat dan menempel pada matras. Bakteri suka pada tempat yang lembab.

Jadi… sebaiknya matras yang habis dipakai langsung dibersihkan kembali. Jika memang tidak bisa rutin setiap hari, minimal langsung dilap kembali hingga kering. Jadi matras kita tidak lembab.

Hindari terkena paparan sinar matahari langsung. Menjemur langsung di bawah sinar matahari akan membuat bahan matras kita kering dan rusak. Duh, sayang kan matrasnya!

Kalau mau dijemur sebaiknya tidak lama-lama. Di dalam ruangan dengan paparan suhu AC harusnya cepat kering juga sih.

Matras Happy Fit Eco Friendly ini biasanya saya lap dan dikeringkan di dalam ruangan. Dan dalam hitungan detik langsung kering kembali. Jadi saat saya gulung sudah tidak meninggalkan basah.

Matrasnya cepat kering karena sebenarnya matras ini berbahan closed-cell, yaitu tidak menyerap  air. Jadi  keringat yang mengalir tidak mengendap ke bagian dalam matras. Ini yang membuat matras bisa lebih bertahan lama.

APAKAH HARGA CUKUP BERSAHABAT?

Setiap teman yang menanyakan matras yoga, hal pertama yang saya tanya adalah:

Budget-nya berapa?

Jadi gini..

Saya juga masih mikir-mikir kalau harus membeli matras yoga yang terlalu mahal. Namun, demi kenyaman melakukan gerakan yoga, kualitas matras yoga gak mau saya kesampingkan.

Bahan TPE ini menjadi favorit saya, akan tetapi biasanya memang memiliki range harga di atas 500 ribu rupiah. Saya gak bilang murah tapi gak bilang mahal juga. Karena tidak sampai jutaan rupiah.

Tetapi buat pemula biasanya masih lumayan mikir beli matras harga segitu, kan?

Jika kamu mengintip web resmi Happy Fit Indonesia, harga matras yang saya pakai senilai Rp.380.000. Mengingat harga bisa berubah, asaya sarankan langsung meluncur dan cek sendiri.

Harga ini setengah harga dari matras saya sebelumnya yang memiliki bahan yang sama. Satu matras terdiri dari 2 warna. Ada 7 piilihan warna. Kalau yang saya pakai warna tosca-green.

Sebenarnya ada beberapa pilihan bahan untuk matras yoganya. Ada yang berbahan dasar PVC dan NBR dengan beberapa pilihan warna. (Bisa googling apa itu PVC dan NBR)

Nah, sekian review matras yoga tema Happy Fit Eco Friendly. Semoga membantu ya…