IMG-20180604-WA0030

Bridge Pose dan Kebaikannya

mail.google.com

 

Jika mungkin tidak mampu menghalau energi negatif yang datang, perbanyak lagi energi positif. Emang hal ini tidak mudah dalam prakteknya, tapi tujuan semua itu adalah pencapaian kebahagiaan. Saya percaya kebahagiaan itu diciptakan, bukan ditemukan. Dalam melakukan yoga pose saya menemukan kebahagiaan sendiri. Menikmati proses dan hasilnya dalam gerakan-gerakkan yoga.

Dalam tulisan sebelumnya yang berjudul Pose Menyenangkan untuk Energi Baik, saya memilih chakrasana sebagai kunci. Dalam chakrasana terdapat point kelenturan, penguatan, dan pembukaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, chakrasana adalah salah satu pembukaan area dada. Area itu sangat penting karena dianggap simbolis dari pusat jiwa dan raga. Di sanalah jantung dan paru-paru sebagai pusat kehidupan bersangga. Ketika menarik napas, bukan hanya udara saja yang terhirup tetapi juga penerimaan energi yang terserap ke dalam tubuh dan jiwa.

Akan tetapi tidak semua orang dapat melakukan pose ini dengan mudah. Untuk pemula pose ini juga dianggap cukup sulit, karena diperlukan pergelangan tangan dan core yang sudah lebih terbentuk. Selain itu untuk yang memiliki masalah di area leher, tulang belakang, dan pergelangan tangan sebaiknya tidak melakukannya pose ini.

Alternatif untuk ini adalah Setu Bandhasana Sarvangasana (Bridge Pose). Pose ini mudah dilakukan oleh pemula. Bagaimana cara mempraktekkannya?

  • Rebahkan tubuh di atas matras dengan posisi menghadap ke langit-langit. Tekuk lutut hingga tumit mendekati tulang duduk. Telapak kaki berpijak pada matras. Jika tidak ada matras dapat menggantinya dengan selimut untuk melindungi leher dan bahu.
  • Kedua tangan di sini kanan dan kiri tubuh dengan mencapai pergelangan kaki. Tarik napas yang dalam dengan mengunci ketiga chakra (muladhara, svadhistana, manipura). Masukkan core kedalam saat napas ditarik , kemudian persiapkan otot di sekitar paha aga lebih mengencang.
  • Exhale, semua sudut pada telapak kaki dan lengan bagian atas dikencangkan dan menekan ke arah matras. Dorong tulang ekor ke arah tulang pubic. Area bokong mengencang (tapi jangan terlalu keras) dan dorong ke arah langit-langit setinggi mungkin yang bisa dicapai. Dagu menempel pada tulang dada.
  • Perhatikan posisi lutut dan tumit agar tidak mengarah ke luar.
  • Tahan hingga 5 kali pernapasan. Ketika exhale, area bokong semakin semakin dikompres dan didorog ke arah atas.
  • Kembali Inhale, kemudian exhale dan satukan kedua tangan hingga saling menggenggam. Lengan dipanjangkan hingga penguatan otot terasa sampai bahu. Ketika genggaman semakin dikuatkan dan otot bahu mengencang, peregangan terjadi di area tulang belakang. Tekan tulang dada oleh bahu. Paha atas dan bokong tetap mempertahankan posisinya agar tidak turun.
  • Tahan hingga 5 kali pernapasan atau jika dalam hitungan waktu sekitar 30 detik hingga 1 menit.

Apabila memiliki cedera pada leher, hindari posisi ini atau lakukan dengan instruktur yang ahli. Jika setelah melakukan pengangkatan bokong memiliki kendala pada bagian pelvis hingga sulit untuk mempertahankannya, letakkan balok atau bantal di bawahnya tulang ekor. Istirahatkan pelvis di atasnya.

Manfaat posisi ini untuk tubuh adalah mampu membantu untuk membuat pikiran menjadi tenang sehingga dapat mengurangi stress dan kelelahan. Pose ini juga baik untuk organ dalam perut sehingga dapat membantu sistem pencernaan yang lebih baik. Untuk wanita, pose ini baik dilakukan juga ketika mengalami menstruation, dan mampu mengurangi gejala menopause. Bridge pose membantu tubuh meakukan peregangan pada Dada, leher, dan tulang belakang. Selain itu dapat menstimulasi organ perut, paru-paru, dan thyroid. Ini juga salah satu pose yang dilakukan untuk terapi asma, osteoporosis, darah tinggi, dan sinusitis.

Semoga kita selalu sehat dan bahagia. Namaste!

IMG-20180604-WA0030

Pose Menyenangkan Untuk Energi Baik

Salah satu tujuan saya saat melakukan yoga adalam membangkitkan perasaan bahagia. Sebagai ibu rumah tangga yang menjalani berbagai aktivitas dari pagi hingga malam pastinya membutuhkan energi positif yang lebih. Energi positif menstimulasi perasaan-perasaan yang baik dalam diri. Untu itu saya menyertai pose yang menekankan pada pembukaan di area dada (heart-opening pose). Yoga pose yang saya pilih adalah Chakrasana (Wheel Pose). Saat melakukan Chakrasana, bahu kita semakin menekuk kebelakang sehingga area dada semakin terbuka. Dengan memperluas area dada maka kita membuat space untuk membuka hati untuk menerima apa yang dipersembahkan semesta untuk kita. Selain terjadi pembukaan pada dada dan paha, pose ini juga memperkuat area tungkai kaki, bahu, dan lengan. Energi positif yang diserap saat melakukan Chakrasana membantu diri untuk melepaskan rasa lelah.

Bagaimana cara pempraktekkannya?

  • Rebahkan kaki tubuh di atas matras, tekuk kaki hungga tumit mendekat ke arah tulang ekor. Letakkan kedua tangan di sisi kanan di sisi knan dan kiri telinga dengan posisi jari-jari tangan menghadap ke arah bahu.
  • Masukkan bahu ke dalam sehingga dada semakin terbuka. Tekan ke bawah di setiap sudut telapak kaki dan tepak tangan dan kuatkan.
  • Ambil napas yang dalam, masukkan core hingga semakin menguat, area pinggul mengencang dan dipersiapkan untuk mengangkat, posisi ubun-ubun semakin masuk ke dalam hingga mendekat pada matras. Persiapkan tangan dan kaki untuk menopang beban tubuh.
  • Hembuskan napas dan angkat dada ke atas, kuatkan tangan sehingga mampu mendorong tubuh ke atas dan mempertahankannya. Ketiga cakra terkunci (Muladhara, Svadhistana, Manipura) ¬†untuk mengurangi beban pada tangan. Jalin kerjasama dengan core dan paha atas untuk membangun dan mempertahankan posisi ini.
  • Lakukan posisi ini selama 5-10 kali pernapasan. Kemudian turunkan pelan-pelan dengan meletakkan kepala terlebih dahulu, kemudian area tulang duduk. Setelah itu luruskan tulang punggung dan angkat kaki ke atas dengan sudut 90 derajat. Tahan hingga tiga kali pernapasan lalu turunkan kaki perlahan hingga tumut kembali ke matras.

Catatan:

Pose ini merupakan level intermediate, jika pemula harus dalam pengawasan instruktur. Tidak disarankan untuk yang memiliki masalah pada leher, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Untuk level basic atau yang memiliki masalah pada pada ketiga titik tersebut bisa memilih pose pembukaan dada yang lain, misalnya Setu Bandhasana (Bridge Pose)