20180330_164005(0)-01

Menikmati Keindahan Bromo dengan Yoga

IMG_8675

Gunung Brahma atau yang lebih kita kenal dengan Gunung merupakan gunung suci oleh penduduk di sekitar, yaitu Suku Tengger. Gunung ini merupakan gunung yang masih aktif dan terakhir kali mengalami letusan pada tahun 2011. Kecantikkannya mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Wisatawan pasti tidak akan melewati keindahan langit yang terbentang di antara susunan pegunungan. Kemunculan matahari yang masih samar membentuk barisan jingga di langit pada pagi hari merupakan pemandangan yang sangat cantik. Suhu di Bromo pada malam hari hingga matahari tebit terasa sangat dingin. Wisatawan harus melapisi tubuh dengan pakaian yang hangat. Akan tetapi saat matahari semakin naik maka akan terasa terik. Jika daya tahan tubuh tidak dijaga maka akan mudah sakit. Sakit membuat kita kurang bisa menikmati suasana liburan. Pemandangan yang cantik pun akan sia-sia.

IMG_8501

Pagi hari adalah waktu yang sempurna untuk memulai yoga. Yoga dipercaya mampu membuat daya tahan tubuh lebih kuat dan stabil menghadapi berbagai perubahan cuaca.  Kita bisa menyerap banyak energi dari matahari yang memancar dan dinyamankan oleh udara yang masih sejuk. Lepaskan alas kaki dan rasakan pasir di Bromo. Posisi Inversion boleh dipilih karena permukaan alas yang lunak karena terdiri oleh pasir-pasir. Jika tubuh tidak kuat menopang pun kemungkinan untuk cedera lebih kecil. Untuk tempat seperti Bromo disarankan memilih gerakkan dengan posisi berdiri. Seperti latihan yoga pada umumnya, awali dengan pemanasan. Dimulai dengan namaskara, sambutan atau salam dalam memulai yoga. Satukan kedua telapak tangan yang saling menempel di depan dada dan pejamkan mata. Bernapaslah dengan teratur. Tingkatkan sensitifitas kelima panca indera. Fokus pada tubuh dan mencoba untuk menyatu dengan alam.

Pemanasan

Rentangkan kedua tangan ke atas dan satukan kedua telapak tangan. Bangun energi kemudian lepaskan dan lihat ke atas. Lihat jari-jari tangan yang berada di atas kepala dan buat semakin menjauh dari badan. Tubuh menekuk ke belakang. Rasakan peregangan pada tulang belakang dan bagian sekitar pinggang belakang hingga ke lowerback terasa lebih tertarik. Tahan posisi ini dengan mengatur ritme napas. Tiga puluh detik waktu yang cukup untuk kembali ke posisi awal. Pilih beberapa pose untuk peregangan, seperti Gomukhasana Arms atau posisi Gomukhasana dengan berdiri yang mampu membantu memperbaiki postur terutama posisi sekitar bahu. Regangkan juga sekitar leher dengan menekuk ke kanan dan kiri dan ke arah depan dan belakang.

IMG_8671

IMG_8676

Pembukaan dada dengan backbend pose

Memanfaatkan suasana bromo pagi, kita bisa memilih bberapa gerakkan untuk pembukaan dada. Serap pancaran matahari dan oksigen ke dalam tubuh. Lepaskan lelah dan stress. Gerakan-gerakan ini biasanya juga baik untuk terapi asma. Ada beberapa gerakkan untuk mendapatkan manfaat ini. Kuatkan kembali pijakkan kaki pada pasir. Tarik napas dan kencangkan bagian abdominal dan kunci, kemudian hembuskan napas perlahan dengan tubuh ke belakang secara perlahan hingga telapak tangan mencapai pasir. Tahan posisi ini dengan merasakan pancaran matahari yang menerpa wajah dan tubuh bagian depan. Rongga dada semakin terbuka dan manfaatkan untuk mengambil oksigen sebanyak mungkin. Selain menguatkan tulang belakang, posisi ini juga meregangkan tubuh bagian depan. Lepaskan segala sesuatu yang membebani kepala dan relaks. Fokus pada bagian core, pergelangan tangan, dan lowerback. Jangan pernah menahan napas dan sadari aktivitas pernapasan. Lakukan variasi gerakan ini dengan mengangkat kaki kanan dan kiri secara bergantian.

IMG_8680 (1)

Ada beberapa gerakkan lain untuk heart-opener pose. Camel Pose atau Utrasana dengan posisi berdiri juga bisa menjadi pilihan. Satu hal yang perl dicatat bahwa dalam gerakkan backbend ini selalu fokus pada core untuk tetap dalam keadaan terkunci. Jangan terlalu memaksa kemampuan tubuh, tetapi jangan juga dalam keadaan ragu-ragu. Yakin dan hati-hati, kemudian pasrahkan dengan pernapasan.

IMG_8672

Keseimbangan

Pasir yang tidak stabil akan membuat kita sulit untuk mendapat keseimbangan. Jadikan Bromo untuk melatih keseimbangan dengan lebih maksimal. Kunci keseimbangan adalah fokus. Lepaskan beban yang menempel di kepala dan fokus pada satu titik di depan. Kuatkan bandha (kunci) pada ketiga chakra utama. Bagian kaki terutama telapak kaki dan pergelangan harus lebih dikuatkan, seperti sebuah batang dan akar ada pohon yang tertancap pada tanah. Balance Pose  bermanfaat untuk menggiring pikiran hanya fokus pada saat ini. Lupakan masa lalu dan lepaskan keinginan di masa mendatang. Buat diri kita menjadi bagian dari alam. Jika tidak fokus dan terburu-buru maka akan sulit mencapai keseimbangan.

IMG_8670

IMG_8677

Penguatan

Untuk dapat menikmati keindahan Bromo di beberapa titik, seperti pasir berbisik dan lingkaran kawah, maka akan lebih baik untuk membangun energi lebih besar lagi. Power tidak terlepas dari keseimbangan, dan keseimbangan juga didukung oleh power. Pikiran yang tetap fokus pada napas dan core tetap menjadi kunci. Lakukan gerakkan yang memberi power untuk tubuh kita. Jika ingin enguatkan lengan dan pergelangan tangan, bisa melakukkan gerakkan arm balancing. Jika ingin menguatkan sekitar kaki dan paha dapat melakukkan gerakkan seperti Virabhadrasana atau warrior Pose.

IMG_8673

Bromo adalah wisata alam yang sangat indah, sempurnakan keindahan itu dengan menyatukan diri dengan alam.  Namaste!

20180330_164005(0)-01

Mengunjungi Alam untuk Menjadi Manusia

IMG_8499

Manusia digerakkan oleh rutinitas setiap harinya. Karyawan bekerja 8 jam sehari untuk memenuhi kewajibannya kepada perusahaan, belum lagi ditambah jam lembur. Ibu rumah tangga disibukkan dengan kegiatan hariannya dalam mengurus keluarga, belanja, membenahi rumah, dan ke minimarket terdekat sekadar membeli susu atau diaper untuk anaknya.

Apa yang tersimpan dalam memori adalah hasil dari susunan yang kita bentuk. Untuk menjadi manusia saya memilih sebuah keseimbangan. Tidak ingin sepenuhnya hitam dan tidak ingin sepenuhnya putih. Lalu apakah harus menjadi abu-abu?

Saya juga tidak menyukai abu-abu. Sesuatu yang samar dan tidak mampu memberi statement yang kuat. Hitam dan putih dapat saling beriringan tanpa harus menjadi abu-abu. Saya mengisi kegiatan dengan menjalani peran yang sudah diciptakan dan saya ciptakan.  Menjadi orangtua untuk anak-anak, seorang istri untuk suami, seorang anak untuk orangtua, seorang teman untuk teman-teman, dan seorang pekerja. Tetapi bukan hal itu saja yang saya harapkan tersimpan dalam memori. Saya juga ingin mengingat kenangan dengan hal-hal yang indah. Keindahan membuat saya lebih ingat bersyukur. Maka sebuah kesempatan untuk bisa mengunjungi alam adalah salah satu hal terbaik yang saya harap dapat kekal di memori sehingga dapat diceritakan lagi kemudian.

FullSizeRender (1)

Sempat membaca di beberapa artikel bahwa traveling adalah metode yang baik untuk mereduksi stress. Karena saat travelling kita “memberi makan” diri sendiri dengan melupakan sejenak rutinitas. Menikmati udara segar, menikmati sinar matahari pagi tanpa dipenuhi dengan kemacetan dan polusi udara, dan melakukan apa yang kita suka. Untuk itu saya memilih destinasi liburan ke alam. Gunung dan pantai tidak pernah gagal dalam memanjakan mata. Keindahan banyak kita dapatkan di manapun, akan tetapi keindahan yang alami terkadang memang harus kita sendiri yang mencari, dan mengejarnya. Yang terpenting dalam sebuah perjalanan adalah memberi kesempatan pada diri sendiri untuk memandang hidup ini lebih luas lagi, dan memahami bahwa di luar lingkaran kehidupan yang kita alami ternyata terdapat banyak kehidupan yang lain.

Menjadi manusia bukan hanya menjalani peran sebagai pekerja, keluarga, teman, akan tetapi juga menjalani peran untuk diri sendiri. Manusia bukanlah mesin yang menjalani sesuatu dengan ritme yang sama demi sebuah tanggungjawab, akan tetapi mahluk hidup yang diciptakan untuk menjalani banyak peluang. Bersantai, menikmati secangkir kopi, dan hanya memandang air ombak yang menari atau langit yang berwarna juga merupakan bagian dari tugas manusia yang terkadang kita sendiri tidak pedulikan. Namaste!

20180330_164005(0)-01

Yuk, Kuatkan Bahu!

Setiap hari kita membawa tas yang dibebankan pada bahu. Tidak sedikit juga yang mengeluh di bagian tersebut. Bahu yang jarang dilatih beresiko untuk timbul rasa nyeri atau cedera ketika terlalu banyak menaruh beban di bagian tersebut. Inilah latihan yang bisa kamu lakukan untuk penguatan bahu:

Plank Pose

foto3

Lakukan Adho Mukha Svanasanam (Downward Facing Dog) terlebih dahulu untuk meregangkan sekitar bahu dan tulang punggung. Selain itu menjalin otot daerah perut agar lebih menguat. Ketika Bahu sudah terasa menguat, lakukan plank pose. Dari posisi Adho Mukha Svanasanam, tarik napas yang dalam dengan mengunci ketiga cakra (perineum, perut bawah, dan pusar) dan memasukkan core ke dalam, kuatkan tangan dengan mengencangkan pijakkan telapak tangan ke lantai. Kemudian exhale dan dorong badan kearah lebih depan hingga mencapai Plank Pose. Perhatikan bahwa yang digunakan adalah kekuatan perut, oleh karena itu perut harus dalam keadaan terkunci. Untuk bokong diusahakan tidak turun ke bawah. Posisi leher, tulang punggung, bokong, tingga tumit berbentuk diagonal lurus. Pose ini untuk pembentukkan power menuju ke gerakkan berikutnya.

Tahan posisi ini selama 1 menit. Tidak ada penahanan napas walaupun perut terkunci. Lakukan pernapasan dari diagfragma. Setelah itu kembali Adho Mukha Svanasanam dengan mengistirahatkan leher dan punggung. Setelah 3-5 kali pernapasan kembali lakukan Plank Pose. Lakukan pengulangan seperti ini hingga tiga kali.

Half Plank Pose

foto 2

Untuk mengawali posisi ini bisa dilakukan dengan melakukan plank terlebih dahulu kemudian menekuk bagian siku hingga mencapai matras. Cara lainnya adalah dimulai dari Dolphin Pose, kemudian tekuk lutut dan kaki berjalan ke belakang secara perlahan hingga posisi siku dan bahu sejajar lurus serta kedua torso paralel dengan matras. Tetapi Dolphin Pose sendiri memang sulit dilakukan terutama untuk pemula. Saat sudah mencapai Half Plank Pose, kencangkan lengan bagian bawah dan siku. Bahu pun ikut ikut mengencang untuk menyokong bagian tulang belakang. Tarik napas yang dalam dan masukkan core ke dalam dan kunci ketiga cakra (perineum, perut bawah, pusar).

Tahan posisi ini dengan pernapasan diagfragma selama 1 menit.

Variasi Half Plank Pose

foto1

Sekarang waktunya merapat pada dinding. Untuk mengukur sebarapa jauh posisi badan dari dinding, duduk dengan posisi kaki lurus ke depan. Tandai posisi tumit kaki pada matras. Kembali berdiri dan berjalan ke depan hingga di tempat tumit tadi berpijak. Tekuk badan hingga telapak tangan berpijak pada matras dan ssejajar dengan telapak kaki.Kedua kaki berjalan ke belakang hingga tumit menyentu dinding. Turunkan kedua lengan bagian bawah dan siku ke matras. Tarik napas yang dalam dan masukkan core ke dalam. Kunci ketiga cakra (Perineum, perut bawah, pusar). Kencangkan lengan bawah dan siku dan mendorong matras. Exhale, kaki mulai berjalan pada dinding hingga posisi tumit, lutut, dan tulang duduk sejajar.

Tahan posisi ini selama 1 menit dengan pernapasan diagfragma selama satu menit.

Sebagai tambahan, jangan lupa untuk melakukan pemanasan. Peregangan sebelum memulai latihan sangat penting. Untuk pemula disarankan didampingi dengan instruktur yang ahli. Ketiga latihan di atas adalah untuk penguatan bahu, akan tetapi bukan merupakan terapi untuk cedera pada bahu. Jika bermasalah pada bahu jangan lakukan posisi ini, kecuali dengan instruktur yang ahli. Selain untuk bahu, baik juga untuk penguatan core dan lengan. Namaste!