Cara Melakukan Split dengan Benar

Saat saya melakukan Split ada saja yang komentar “Duh, ngilu!”. Memang diperlukan persiapan untuk bisa Full Split dengan sempurna. Split atau dalam istilah yoga versi saskrit disebut juga Hanumanasa ini orang bisa mempraktekkannya. Kuncinya adalah selalu fokus pada pernapasan. Saat melakukan Split terasa pergerakan energi organik pada otot hamstring yang membuat rasa tidak nyaman. Kurangi rasa nyeri dengan hanya fokus pada napas. Ini juga bisa membantu mengurangi ketegangan. Lakukan step by step dengan sangat halus. Setiap step, biarkan otot beradaptasi dahulu seperti ini:

Matras Yoga: yang murah atau yang mahal?

IMG_20160107_111432

Matras merupakan satu hal penting dalam memulai yoga. Masalah memilih matras seperti memilih kendaraan, ada harga ada juga kualitas. Tetapi selagi masih bisa dipakai semua masih dianggap layak. Yang terpenting kan sampai pada tujuan. Misalnya kita hendak memilih city car sebagai kendaraan seharai-hari ke kantor. Pilihannya ada di Suzuki karimun, Toyota Avanza, dan Honda Jazz. Secara fungsi sama dan bisa mengantarkan pada tujuan, tetapi pasti ada perbedaan dalam kenyamanan dan prestige.

Kalau kamu menanyakan yang mana yang cocok? Semua akan langsung menyebut pilihan terakhir. Karena memang di antara ketiganya dianggap itu yang paling nyaman. Orang tidak peduli dengan saldo di rekening kamu karena mereka hanya merekomendasikan yang dianggap paling bagus. Akan tetapi jika dana yang kamu anggarkan tidak mencukupi apakah tidak jadi membeli?

Pilih sesuai dengan budget, bukan gengsi

Jangan sampai masalah matras jadi membuat kamu gagal memulai yoga. Pilih yang tidak memberatkan. Jika memang kamu tidak ada masalah dengan harga, boleh langsung memilih Lululemon atau Manduka. Harga di antara 1-2 juta. Dikenal awet dan banyak direkomendasikan. Akan tetapi kalau masih mencoba-coba dan ragu untuk membeli yang mahal, beli yang harganya di bawah 500 ribu. Ada pilihan Reebok atau matras yang di ace hardware (saya lupa nama brand-nya). Masalahnya mungkin lebih licin. Kalau saya biasanya menggunakan handuk kecil sebagai alas tangan untuk pose-pose inversion.

Saya memulai yoga dengan matras seadanya dan licin yang tersedia di studio. Kendalanya jadi harus lebih hati-hati dan sedikit usaha untuk melawan rasa licin. Hikmahnya adalah saya jadi tidak tergantung dengan matras. Bisa melakukan yoga di manapun tanpa rewel dengan “Ini licin banget deh matrasnya!”. Selain itu juga tubuh jadi tidak manja. Tingkat konsentrasi bertambah dan mencari solusi untuk kendala dalam melakukan pose yoga.

Kemudian saya membeli matras Reebok. Masih terasa licin tetapi lebih baik dari matras sebelumnya yang saya pakai. Bagi saya terasa perbedaannya karena memulai dari standar di bawah ini. Sampai awal mengajar pun saya masih menggunakan matras ini.

Sampai akhirnya bertemu brand baru: CUCA. Awalnya karena teman saya Didut menanyakan soal matras ini untuk istrinya. Saya coba baca-baca review-nya dan lumayan bagus. Harganya masih di bawah Lululemon dan Manduka. Saya pun akhirnya ikut mencoba matras ini dan lumayan puas. Jadi kalau sekarang ada yang minta rekomendasi matras yoga, saya sarankan ini. Entah kenapa masih segan kalau langsung merekomendasikan yang mahal. Kecuali atas kemauannya sendiri.

Meski begitu saya sudah mencoba Lululemon dan Manduka hasil icip-icip punya teman. Dipakainya nyaman, awet, tetapi untuk manduka saya merasa agak sedikit berat untuk mobile. Sebenarnya ada banyak brand lain yang bisa kamu coba, di luar brand yang sudah saya sebutkan.

Sesuai kebutuhan

Yang penting disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau yang memiliki cedera lutut mungkin pilih yang berbahan tebal dan empuk. Untuk yang tidak ada masalah fisik tertentu dan suka yang ringkas, pilih yang ringan dan tidak terlalu tebal. Selain itu ada perbedahan bahan dan tingkat ketebalan dalam matras. Standar matras yoga 3-5 mm, dengan pilihan bahan dasar Thermoplastic Elastomer (TPE), Rubber, dan Polyvinyl). Untuk travelling pilih yang ketebalannya 1 mm agar ringkas dan ringan. Tetapi tidak disarankan untuk pemakaian regular, tertutama untuk pemula. Untuk bikram pilih berbahan dasar polivynil (PVC), bukan karet dengan mempertimbangkan suhu ruangan yang panas akan mempengaruhi matras yoga.

Buat kamu yang galau dalam memilih matras yoga, simak ulasan saya tentang matras yoga yang direkomendasikan. Ada harga ada kualitas, akan tetapi niat dan konsisten latihan tetap yang terpenting. Namaste!

Rekomendasi Matras Yoga Buat yang Galau

Yoga sedang menjamur di Indonesia, terutama di kota besar. Seiring meningkatnya peminat yoga, meningkat juga tingkat kegalauan terhadap memilih matras. Sudah tidak terhitung berapa banyak yang minta direkomendasikan matras yoga. Matras merupakan satu hal penting dalam memulai yoga. Di bawah ini ada beberapa ulasan matras yoga yang direkomendasikan versi fitritash:

  1. Reebok
IMG_7030
Plank Pose dengan Reebok

Ini matras yang bersejarah buat saya. Bertahun-tahun yoga dengan matras ini. Sampai mengajar pun masih memakai ini. Kalau ada murid yang minta saran aku langsung menyebut brand ini. Karena untuk di kelasnya ini paling nyaman dan sudah banyak yang menggunakannya. Harganya antara 365-465 ribu, tergantung kamu membeli di mana. Bisa di dapatkan di Sport Station atau e-commerce seperti Lazada, Blibli, dan Elevenia. Tapi untuk Reebok sepertinya lebih murah dan mudah di dapat di Sport Station. Akan tetapi kamu harus menyiapkan anduk kecil untuk mengelap keringat, karena bahannya berjenis closed-cell yang tidak menyerap keringat. Closed-cell ini membuat matras tidak mudah bau karena bakteri dan mudah dibersihkan.

  1. CUCA
IMG_20160107_111432
Matras dan tas CUCA

CUCA ini brand baru tetapi lumayan menarik perhatian para praktisi yoga. Harganya tidak terlalu mahal, bahanya nyaman, dan pilihan waranya lucu. Gripnya oke dan bahannya empuk tetapi tetap tidak goyah dan mengganggu gerakan yoga. Lumayan ringan jadi tidak berat untuk aku bawa kemana-mana untuk mengajar. Sekarang ini matras yang aku pakai.

Hanya 500 ribu karena sedang promo, akan tetapi harga aslinya pun tidak terlalu mahal untuk sekelas ini yaitu 700 ribu. Bisa didapatkan di Metro Pacific Place, Plaza Senayan, dan Pondok Indah Mall. Berbahan Thermoplastic elastomer (TPE) yang membuat tetap bersih walaupun penggunaan berkali-kali. Untuk yang tidak mau membeli yoga sekelas Lululemon dan Manduka tetapi kualitas di atas Reebok aku rekomendasikan ini. Sejauh ini aku nyaman banget pakai ini. Tas yoganya pun motifnya lucu, tetapi dijual terpisah dengan matras. Membersihkannya pun mudah, hanya di lap dengan han duk basah. Akan tetapi bahan dasar TPE disebutkan tidak terlalu awet karena dalam pemakaian jangka panjang akan mudah mengelupas. Bagi saya kembali ke perawatan dan suhu penyimpanan matras. Jangan membiarkan matras berada di ruangan lembab atau sebaliknya, dalam suhu terlalu panas.

  1. Lululemon
Lululemon dari Lindsayfield

Ini juga matras yang banyak diminati. Jika  ingin matras yang awet dan tidak ada masalah dengan harga boleh pilih ini. Bahannya berjenis open-cell yang tidak membuat keringat tergenang, jadi kamu tidak perlu rajin mengelap matrasnya. Tapi jadi harus rutin membersihkan agar tidak terjadi penumpukkan bakteri dan bau. Dengan memakai matras ini seharusnya tidak ada keluhan masalah licin karena keringat. Harganya variatif, tergantung tempat pembelian dan jenisnya. Sejauh ini yang saya tahu hanya penjualan secara online. Harganya kisaran 1-2 juta. Lululemon dipakainya empuk dan nyaman. Kalau harga segini harusnya awet juga ya.

  1. Manduka PROlite
Halasana atau Plow Pose
Halasana atau Plow Pose dengan Manduka PROlite

Saya lebih dulu tahu tentang Manduka PROlite dibanding dengan Lululemon. Harganya hampir sama dan brandnya sama-sama kuat. Untuk praktisi yoga lama banyak yang menggunakan matras ini. Harganya kisaran 1,45-2 juta. Bisa didapatkan secara online di Blibli dan MandukaIndonesia. Sebenarnya Manduka ini tidak licin, tetapi karena bahannya berjenis closed-cell yang tidak memungkinkan keringat untuk masuk ke dalam sela-sela matras maka akan terasa licin jika sudah berkeringat. Harus menyiapkan handuk kecil untuk sewaktu-waktu menyeka matras jika sudah basah oleh keringat. Kelebihannya justru tidak mudah bau dan terjadi penumpukan bakteri.  Matras ini nyaman dan berbahan yang berkualitas tinggi, maka itu dapat digunakan untuk pemakaian jangka panjang.

Menikmati Liburan Hanya di Bekasi

Macet. Begitu yang dikeluhkan orang-orang pada hari libur panjang kemarin. Untuk merayakan akhir tahun banyak yang memilih ke luar kota. Akan tetapi suasana di dalam kota pun masih padat. Terbukti mall-mall di Jakarta masih dipenuhi pengunjung. Karena keadaan saya sedang kurang sehat dan juga suami masih belum libur maka memutuskan berlibur di dalam kota saja. Lalu bagaimana dengan anak-anak?

Anak-anak pasti senang bermain, entah di mana tempatnya. Cari suasana yang anak-anak memang suka. Di Bekasi ada?

Go!Wet Waterpark

Go!Wet Waterpark ini sejenis permainan air seperti di Waterboom. Terletak di Grand Wisata. Lebih aman lewat tol keluar di gerbang tol Grand Wisata/Tambun. Akan tetapi karena pada hari libur kemarin tol dalam rangka arus balik jadi saya memilih jalur masuk dari komplek ke komplek (Mutiara Gading). Lumayan selamat dari arus macet. Dari rumah saya di sekitar Rawalumbu ke Grand Wisata membutuhkan waktu tidak sampai 30 menit. Sampai di sana pun langit sudah redup. Sengaja saya pilih sore karena jika pagi ke siang pasti masih dalam terik-teriknya. Jam 3 sore memang waktu ideal. Masih terang tapi sudah meredup dan masih dapat menikmati berbagai wahana. Ternyata keputusan memilih waktu sore hari sangat tepat. Kata ibu-ibu yang mempunyai gerai cepat saji di sana, tadi pagi sangat ramai pengunjung. Kayanya kalau terlalu ramai jadi kurang seru. Pas di ruang bilasnya harus ngantri hehe..

Tapi Go!Wet ini sebenernya sangat luas. Walaupun ramai tetapi tidak sampai berdesakan. Ada beragam wahana permainan air yang tersedia. Jika ingin merasakan suasana ombak di pantai ada Go!Wave. Jika ingin berputar-putar di atas air sambal meluncur ada Go!Spin dan Go!Twist. Untuk balita juga tersedia permainan air yang disesuaikan dengan usia mereka seperti bermaian perosotan yang tidak terlalu tinggi. Akan tetapi aku selalu mengawasi anak-anak untuk bermain. Terutama Shayna (2,5 tahun) yang memang masih harus didampingi. Kalau Farrel (7 tahun) sudah bisa bermain sendiri, akan tetapi untuk permainan meluncur yang lumayan tinggi memang tetap harus didampingi. Selain bersama anak, aku ke sana juga bersama adik, mama, dan papa. Mamaku hanya yang santai-santai di atas ban dengan air yang berjalan seperti Go!Wave dan Go!Lazy. Papa, seperti umumnya lelaki yang sudah mudah lelah memilih bersantai di foodcourt.

Serunya bermain di wahana air adalah semua usia bisa menikmati karena banyak permainan air. Harga tiket masuk memang dalam edisi liburan jadi lumayan lebih mahal. Tapi ini terbantu dengan adanya promo” buy 1 get 1” untuk transaksi melalui kartu bank tertentu. Dibanding harus ke Waterboom PIK atau Jungle di Bogor dengan biaya tol, bensin, ditambah melawan kemacetan, bagi kami yang orang Bekasi ini sudah terasa sangat murah. Banget!

Sejauh ini Go!Wet masih jadi andalan destinasi bermain bersama anak untuk kategori non-Mall di Bekasi. Masih berharap ada lagi tempat-tempat yang seru buat jalan-jalan bersama keluarga. Atau sebenernya masih ada lagi?