Menjajal Triathlon di Belitung

Bahu sudah semakin kepayahan, namun ternyata belum sampai tepi pantai juga. Sisa tenaga untuk mengayuh sudah tidak banyak lagi. Ku coba melirik jam garmin di lengan kiri, ternyata jaraknya sudah jauh melebihi jarak yang ada pada brosur.

Belitung diambil dari nama sejenis siput laut. Dan cara berenangku di Belitung sama seperti nama tempatnya.

Karena berenang dengan gaya bebas, bahu dan lenganku terus mengayuh. Semakin lama semakin lemah. Kehabisan tenaga.

Ingatanku terlempar ke tiga minggu sebelumnya.

Pada pertengahan Juni, pertama kali menyentuh kolam renang lagi khusus persiapan untuk race triathlon di Belitung. Hanya jeda 3 minggu lagi. Tri-Factor Belitung berlangsung pada tanggal 7 Juli 2019.

Targetku bukan yang mau podium, yang selalu terdepan dari awal hingga akhir. Hanya ingin lebih menyatu dan terbiasa dengan air. Katanya kan kalau lebih terbiasa jadi lebih tenang.

Lelah juga menghadapi drama nangis dan panik menghadapi lautan. Jadi ku usahakan bertemu dengan air setiap hari. Walau kadang dua hari sekali.

Mager banget juga pernah. Apalagi mesti lari tiap hari juga (biarpun hanya easy jogs aja).

Tantangan terberat memang dari diri sendiri. Kekuatan terbesar juga dari diri sendiri. Karena kan ikut race-nya juga gak ada yang maksa. Semua kemauan sendiri.

Sadar diri.

Swim leg oh swim leg…

Biarpun pada jarak sprint distance jarak renangnya hanya 750m, namun berenang di air laut memang tidak ada jarak yang pasti. Masalahnya, jarak yang sudah ku tempuh ini mencapai 1000m, yang semestinya sudah tamat.

“Pantas saja lelah. Latihannya aja cuma sampai 1000 meter, lha ini udah segini!”

Ngomel sendiri.

Baru selesai berenang dan masih syok

Jadi kan aku latihan renang untuk race ini memang 1000m, dan dilakukan hampir setiap hari. Buat membiasakan badan.

Dan kalau sudah cape banget berarti sudah melewati limit kemampuan. Dan ternyata memang jarak yang ditempuh saat itu mencapai lebih dari 1000m.

Padahal aku geng yang start santai di belakang. Kalau bisa sih sambil ngopi-ngopi.

Tapi ya kalau cape mah, tetep aja. Latihan gak pernah bohong.

Triathlon sendiri terdiri dari tiga sesi: Swim Leg, Bike Leg, dan Run leg. Dari ketiganya itu yang paling sulit buatku adalah yang pertama. Selain memang secara teknis, renangku ini kurang.

Ditambah lagi aku penakut banget. Takut berenang di laut. Makanya foto-foto pantaiku paling di tepi pantai sambal main-main pasir. Atau sekadar duduk menikmati air kelapa muda.

Karena triathlon ini, semua kebiasaan ini berubah.

Sekarang sudah punya foto-foto bagus bermain air di dalam air laut. Ehe.

Pesona Laut Belitung

Dari beberapa race triathlon yang pernah aku ikuti, air laut di Belitung menjadi favorit. Lautnya tenang dan jernih. Di sekitar jam 8-9 pagi, airnya lebih surut. Iya, aku suka air laut yang dangkal.

Untuk aku yang penakut ini, masih bisa berenang di pantai Tanjung Tinggi bolak balik hingga 200m dari lepas pantai itu menyenangkan. Dasar laut masih terlihat. Lumayan bisa mengurangi sedikit rasa takut.

Kalau mautnya cantik begini sih gimana mau nolaknya, ya kan?

Sudah banyak hotel di sekitar lokasi pantai yang buatku cukup menyenangkan.

Untuk Trifactor Belitung, dari hotel ke venue dilalui dengan bersepeda. Karena kan memang mesti bawa sepeda juga. Jaraknya sekitar  7 kilometer, namun memang terasa lumayan jauh. Mungkin disebabkan oleh pemandangan di kanan kiri jalan yang monoton. Selain itu jalurnya pun rolling (tidak datar).

Hotel yang menyenangkan itu seperti apa, sih?

Hotel yang bagus biasanya punya kolam renang yang bagus. Jadi kalau lagi cari-cari hotel yang aku liat adalah: kondisi kamar tidur, kamar mandi, dan kolam renang.

Ya ini pendapat pribadi sih. Karena memang aku agak picky untuk urusan penginapan.

Apalagi kalau race triathlon kan harus bawa-bawa sepeda. Jadi ukuran kamar penting banget. Minimal muat untuk bongkar pasang sepeda. Peralatan yang dibawa juga lumayan banyak.

Dan di hotel yang saya tempati, sudah bisa menikmati keindahan laut Belitung hanya dari jendela kamar. Tiap kamar memiliki balkon untuk bersantai dan pemandangannya langsung ke kolam renang dan laut. Kenikmatan surgawi.

TRIATLON: BERAT TAPI NAGIH

Akhirnya saya bisa menempuh sesi Swim Leg dengan selamat. Biarpun waktunya masih di belakang.

Pas selesai berenang, saya lihat ke belakang…

Loh, kok tinggal dikit!

Padahal sudah biasa. Dari race sebelumnya, aku sering jadi nyaris yang terbelakang untuk sesi berenangnya ini.

Tapi tetep batu.

Tetep gak kapok.

Tetep daftar lagi.

Sambil mengatur napas, ku mulai lari-lari kecil dan sesekali jalan mencapai area transisi. Untuk memangkas waktu, jadi melepas swim cap dan kacamata renang pun pas lagi lari-lari kecil ini.

Jujur nih, aku udah CAPE BANGET!

Bonus jarak saat berenang bikin tenagaku terkuras.

Bahu terasa mau lepas. Napas juga sudah berantakan.

Sisa energi sepertinya tinggal 30 persen.

Akhirnya sampai juga di area transisi…

Ku raih helm, kacamata, dan bib number untuk dilekatkan ke tubuh. Kalau bib namber kan sudah terpasang di race-belt, jadi tinggal dipasang saja di pinggang.

Ketiga ini menjadi prioritas utama. Artinya yang paling penting, selain sepedanya ya.

Oiya, tak lupa ku seka-seka dulu sisa air laut dan pasir dengan handuk kecil. Walaupun dengan panasnya Belitung di pagi harti, kayanya akan kering sendiri sih.

Begini loh penampakkan area transisi. Ini waktu siap-siap sebelum ke area start.

Setelah ketiganya terpakai, lalu kupakai sepatu cleat.

Semua dilakukan secepat kilat karena waktu terus berjalan. Minum dan makan nanti saja dilakukan saat di atas sepeda.

Perjalanan berlajut…

Setelah semua sudah terpasang, ku raih sepeda dari bike rack dan berlari menuju area lepas landas sepeda (Mount/Dismount).

Setelah sepeda sudah bisa dinaiki, ku mulai  mengayuh sepeda yang balap-balapan dengan napas sendiri.

Matahari makin nyala aja, gengs!

Kayuhanku pun tak secepat seperti biasanya. Apakah tenagaku sudah sebegitu habisnya kah?

Tak lama dari lepas landas, akhirnya bertemu dengan peserta lain. Senang rasanya bertemu dengan teman sependeritaan. Apalagi kan aku selesai berenangnya bisa dibilang bontot ya.

Ku pandangi kayuhan kakinya yang tampak begitu berat, sama sepertiku. Yes, aku tak sendiri!

Ternyata medannya memang sedang menanjak halus. Rolling track.

Oke, saatnya isi bensin!

Bukan untuk sepeda, tapi buat badan. Ku raih botol air minum atau bidon yang sudah terselip di frame sepeda. Setiap tetesnya sangat berarti. Tingkatan semburan pancaran matahari sepertinya naik satu level. Dari yang panas, jadi panas banget.

Pukul 8 hingga 10 pagi, cuaca di Belitung saat itu memang sedang lucu-lucunya.

Sadar diri kalau tubuh tak akan cukup hanya diisi air, akupun meraih energi gel yang sudah kuselipkan di saku belakang trisuit dari sebelum race dimulai. Jadi, energi gel ini sudah bersamaku dari sesi berenang di laut tadi.

Saat mencoba merobek kemasannya di bagian leher, ternyata robekannya melenceng. Bungkus gel tidak mau terbuka. Akhirnya kugigit sajalah.

Ternyata isinya langsung menyembur ke area pipi dan lengan kiri. Ku coba menyekanya, namun sia-sia. Seperti lem, gel begitu pekat dan menempel pada kulit saat mengering.

Ya sudah. Ku kembali bersepeda. Yang penting bensin sudah terisi.

Lagipula muka sudah gak karuan juga. Antara keringat, napas, ultra violet, dan asa-dan-putus asa sudah melebur di wajah.

Senjataku hanya tetap tersenyum saat melintas di depan fotografer yang mejeng. Aku mesti pura-pura strong! Kesedihan biarlah kita sendiri yang tau!

Dan badai pasti berlalu, tapi bisa datang lagi!

Siksaan sepeda akhirnya berlalu. Lega rasanya sudah melewati tahap ini. Biarpun napas tampak sudah putus asa. Tapi akhirnya bisa sampai tahap run leg!

Run leg adalah sesi yang biasanya menjadi senjata pamungkasku. Dari ketiganya, sepertinya latihanku lumayan cukup untuk berlari 5K.

Biasanya kan balas dendam tuh di sini. Biarin deh bisa ketinggalan jauh di renang, tapi jangan sampai ketinggalan jauh di belakang saat lari.

Namun…

memang kita menjadi manusia tidak boleh sombong.

Saat semestinya aku bisa berfoya-foya di sesi ini, namun nyatanya semua itu tidak pernah terjadi. Aku capeeeee!

Panas terik dan kondisi jalan yang mesti menanjak beberapa kali bukan yang aku idam-idamkan!

Setelah kehabisan banyak tenaga saat berenang, ku pun mesti irit tenaga saat sesi sepeda. Medan yang naik turun, membuat pahaku bekerja ekstra. Apalagi latihanku lebih banyak di area komplek yang medannya cenderung datar.

Minimnya melatih tubuh untuk kedua sesi ini membuat tubuhku begitu kewalahan.

Kalau begini, neduhnya di mana?

Triathlon itu terdiri dari tiga olahraga dan latihannya juga mesti untuk tiga olahraga ini. Jangan mengandalkan hanya satu saja. Karena apalah gunanya kita latihan mati-matian untuk sesi run leg, kalau ternyata saat sampai di sesi ini sudah kehabisan tenaga.

Rute run leg di Trifactor Belitung juga bisa dibilang menantang. Bayangkan saja mesti panas-panasan berlati di jalur trek golf!

Gak ada pepohonan atau bangunan buat sedikit ngumpet dari sinar matahari yang menelanjangi sekujur badan. SEKUJUR BADAN SAMPAI DOSA-DOSANYA!

Jalur sempit dan kondisi rolling. Saat badan sudah letih, mesti lari menanjak bukan kondisi yang menyenangkan. Biarpun sambil membayangkan es campur, tetep gak ngaruh.

Katanya sih cuaca saat itu sekitar 35-37 derajat.

Akhirnya di sesi ini banyak kulalui dengan berjalan. Sempet papasan dengan teman-teman lain yang sudah lebih dulu start lari. Aku rapopo.

Kira-kira 500m menjelang finish, ku mau sedikit menancapkan gas. Yang semestinya sudah dilakukan dari kilometer sebelumnya namun gentar.

Akhirnya sukses selesai 5K saat di sesi ini dengan waktu 35 menit. Sepertinya menjadi waktu terburuk. Haha..

Tapi yang namanya finish itu tetap menyenangkan. Semakin berat perjalanan, semakin puas saat mencapai garis finish.

Lumayan lah bisa masuk 5 besar kategori age group (30-39). Padahal sudah ku putus ada bisa ada di peringkat itu. Sadar diri sudah ketinggalan jauh pas berenang dan pas sepeda juga sulit buat mengejar ketinggalan.

Finish cantik dengan yang ganteng. Di sebelah aku ini Nikko, Captain of Philippine Triathlon Team. Dia menjadi penamat pertama kategori Standard Distance (Olympic Distance).

Kalau ditanya “Apakah tahun depan mau ikut lagi?”, jawabnya…

Hmm..

Kayanya mau ikut lagi.

Siapapun yang menjadi penyelenggaranya nanti, semoga bisa melaksanakannya lebih baik lagi dari tahun ini. Yang kurang-kurangnya diperbaiki, dan yang sudah baik dipertahankan.

Belitung benar-benar memiliki kondisi alam yang cantik. Biarpun race kemarin ditempuh dengan lumayan berat, tapi banyak dihibur juga dengan pemandangan yang memanjakan mata.

Dua spot yang paling aku suka adalah di pantainya (tentu saja karena air lautnya yang tennag dan bersih) dan danau di tengan padang golf.

Sampai bertemu lagi, Belitung!

Cara Belanja Santai dan Hemat dengan Layanan GrabFresh

Apalah artinya ayam goreng tanpa bawang putih?

Ya tetap menjadi ayam goreng, namun mungkin tidak selezat biasanya.  Bawang putih dikenal sebagai penyedap rasa dan penambah aroma masakan. Jadi jangan sampai hilang dari dapur!

“Bu.. bawang putih habis..” kata Si Mbak sesaat saya baru banget belanja groceries.

Mau keluar lagi malas karena cuaca sedang panas-panasnya. Ditambah lagi masih puasa juga.

Mau ke supermarket juga males banget. Padahal dekat juga sih. Cuma males juga ke mal cuma beli satu bawang putih.

Mikirin mesti nyetir, parkir, ditambah mal lagi padet banget karena banyak yang berburu baju lebaran.

Maunya sih di rumah aja. Kalau mau beli makanan buat buka tinggal GrabFood aja.

Sekarang kayanya maunya serba praktis. Tinggal klak klik terus barang sampai, kan?

Awal Mula Mengenal Sistem Belanja Groceries Online

Dalam rangka kepanikan karena bawang putih habis tiba-tiba teringat tentang layanan baru Grab yang bernama GrabFresh di artikel Kumparan. Grup WA ibu-ibu juga pernah ngomongin ini. Tapi aku sendiri belum pernah mencoba sama sekali.

Sebagai ibu-ibu yang merasa dekat dengan dunia digital, jadi apa-apa ya langsung cek aja di apps-nya. Tinggal buka dari hape dan masalah (semoga) selesai.

Setelah hape berhasil diraih, aplikasi Grab dibuka, dan muncul halaman utama, kemudian…

KOK GAK ADA FITUR GRABFRESH NYA PAAAK BUUUK!

Lalu saya buka lagi menunya dengan lengkap hingga keluarlah semua layanan  di Explore Grab.

Tetap tidak ada nama GrabFresh, namun terlihat Groceries. Setelah dibuka akhirnya terbukti feeling wanita berzodiak Cancer ini memang tinggi.

Sebelum masuk ke proses pemesanan, aku cari info sebanyak-banyaknya dulu mengenai GrabFresh.

Karena jika belanja bahan segar seperti buah dan sayur kan gak bisa ngasal seperti kita belanja tisu atau sabun yang tinggal dilihat mereknya. Mesti dipilih-pilih.

Apa itu GrabFresh?

Sesuai namanya, GrabFresh ini ternyata didukung oleh Happy Fresh. Jadi dalam proses pembelian barang di store, terdapat personal shopper profesional dan terlatih yang akan memilih barang yang kita pesan.

GrabFresh ini memang layanan dari Grab untuk membantu kita belanja dari supermarket favorit kita. Pemesanan tinggal mengakses aplikasinya di smartphone. Saat ini area operasionalnya meliputi JABODETABEK, Bandung, dan Surabaya.

Kita bisa memesan berbagai macam belanjaan yang biasa ditemukan di supermarket atau swalayan, seperti telur, susu, buah-buahan, daging, ikan, makanan kering, dan lainnya.

Tempat belanja favoritku pastinya yang gak jauh dari dekat rumah. Jadi Food Hall Summarecon Mall Bekasi dan Farmers Market Grand Metropolitan Bekasi.

Alhamdulillah semua tempat belanja tersebut ternyata ada di GrabFresh!

Berapa minimal belanja di GrabFresh?

Untuk dapat berbelanja di layanan ini, minimal pembelanjaan yang bisa dilakukan sebesar Rp.100.000,-.

Kapan jam pengiriman yang tersedia?

Jam pengiriman disesuaikan dengan waktu buka store yang dipilih. Biasanya dari jam 10.00-22.00 WIB.  Di aplikasinya akan muncul slot waktu pengiriman, jadi kita bisa sesuaikan dengan ketersediaan slot.

Bagaimana cara pembayaran GrabFresh?

Kita bisa membayar secara Cash on Delivery (COD) atau dengan Kartu Credit/Debit. Ketika membuat pesanan dengan kartu,pihak Grabfresh akan melakukan verifikasi kelayakan kartu dengan memotong biaya otorisasi sebesar Rp.100,-.

Kedepannya akan ada tawaran dukungan penuh untuk pembayaran dengan saldo OVO.

Berapa biaya yang ditagihkan?

Harga dasar untuk biaya layanan adalah Rp.20.000, namun bisa bervariasi mulai dari Rp.16.000 hingga Rp.35.000 tergantung waktu pengiriman dan jarak antara store dan alamat pengantaran.

Proses Order Hanya dari Smartphone

Setelah cukup yakin, kemudian mulai deh mencoba belanja groceries pertama kalinya dengan sistem online.  Prosesnya ternyata gampang dan mudah.

Inilah langkah-langkah yang kulalui saat memesan bawang putih dan teman-temannya menggunakan GrabFresh:

>>  Dari Menu, tekan Groceries

>> Setelah masuk ke laman GrabFresh, pilih Store yang diinginkan dan alamat pengantaran

>>  Masih di laman utama GrabFresh, bisa juga mencari barang langsung di kotak pencarian

>> Add Chart untuk barang yang ingin dibeli

>> Tekan logo keranjang/chart di pojok kanan atas

>> Cek kembali belanjaan, kemudian  tekan Checkout

>> Pilih slot jadwal pengiriman, kemudian tekan Next

>>  Setelah laman pembayaran keluar, pilih metode pembayaran yang diinginkan (COD dan Kartu Kredit) dan masukkan kode promo voucher (jika ada)

>> Lanjutkan aktivitas karena barang akan dikirim sesuai jadwal

BELANJAAN DATANG, HATI SENANG

Karena saya memilih slot jadwal pembelian 1 hari setelahnya, jadi nyaris saja lupa kalau ada paket yang ingin disampaikan. Sampai akhirnya ada driver grab yang mengantar paket.

Dengan penuh excitement yang tinggi karena ini adalah pengalaman pertama, jadi saat sampai paket datang langsung di-unboxing aja dong ya..

Lagipula yang kubeli kan bahan mentah, jadi harus buru-buru dibuka buat masuk ke rak dapur dan lemari es.

Yang aku suka.. ternyata packaging-nya rapi banget!

Masing-masing item dikemas terpisah sesuai jenis dan karakter barangnya. Bawang putih dibalut kantong kresek, jadi tetap steril dan baunya tidak tersebar ke bahan lain. Wortel sudah dikemas dengan balutan plastik transparan dari kemasan aslinya.

Dan yang menarik adalah packaging chicken fillet beku. Kita semua tau kan jika membeli chicken fillet beku di supermarket kan sudah dikemas dalam wadah stereofoam dan plastik transparan. Dengan GrabFresh kemasan tersebut dikemas lagi dengan pembungkus alumunium tebal.

Dengan kemasan alumunium yang kedap air dan udara tersebut bahan beku tidak mudah mencair dan tetap terjaga kualitasnya. Selain itu juga tidak membuat box dan makanan lainnya tetap kering.

Tips dalam Menggunakan Layanan GrabFresh

Kita bisa beli kebutuhan hanya tinggal klik dari layar smartphone dari manapun. Bisa dari rumah atau tempat kerja.

Bisa juga sambil santai nungguin anak berenang.

Mungkin buat yang lain mikirnya sayang ngeluarin ongkos untuk layanan ini. Padahal biayanya Cuma DUA PULUH RIBU RUPIAH SAJA.

Kalau saya belanja langsung di supermarket, pasti keluar uang untuk bensin dan parkir. Dan jarang banget kan belanja tanpa lirik-lirik barang yang lainnya.

Belum lagi kalau melipir buat ngopi atau makanan ramen dulu. Jadi buatku sih layanan ini membuat kita lebih efisien.

Dari pengalaman menggunakan Grabfresh, ada beberapa tips supaya belanja dengan layanan ini sesuai dengan yang kita inginkan:

Pilih lokasi store terdekat atau yang sesuai dengan list belanja

Enaknya pakai apps ini, Store yang muncul di layar sudah disesuaikan dengan alamat pengiriman. Tinggal kita memilih yang dapat melengkapi keperluan kita. Store yang tersedia dalam layanan ini meliputi Ranch Market, Farmers Market, Lotte Mart, Transmart Carrefour, Super Indo, Grand Lucky, Red&White, dan LOKA Lifestyle Supermarket.

Pilih barang dari pencarian berdasarkan fitur Categories

Setelah memilih Store yang dituju, setelah itu kita mencari barang yang ingin dibeli. Klik barang seusai dengan kategori. Setelah itu baru menulis nama barang di kotak pencarian.

Karena saya membeli bawang putih, dan wortel maka saya pilih kategori Fresh Product. Sedangkan chicken fillet di kategori Meat & Seafood.

Cek kembali belanjaan sebelum proses Checkout

Seperti belanja langsung di supermarket atau pasar tradisional, sebaiknya menulis list belanjaan terlebih dahulu. Jangan sampai ada belanjaan yang tertinggal. Karena kalau ada ada missed satu aja, kita jadi mesti order lagi secara terpisah. Ya jadinya nambah biaya lagi, kan?

Cek kembali alamat pengiriman

Terkadang alamat yang keluar dilayar tidak terlalu tepat atau sesifik dalam menunjukkan alamat rumah kita. Supaya kurirnya gak bingung saat mencari alamat, sebaiknya kita melengkapi alamat pengiriman. Kita juga lebih tenang karena gak terlalu sering ditelpon kurir, kan?

Pilih metode pembayaran sesuai ketersediaan kita

Terkadang kita gak inget habis belanja. Repot juga kan kalau saat kurir datang ternyata kita lagi gak ada di rumah, sedangkan pilihan pembayarannya menggunakan COD. Kalau memang mau memilih COD, usahakan kita ada di rumah atau menitipkan uang ke Si Mbak di rumah.

Kalau saya sih lebih suka membayar dengan kartu kredt supaya lebih tenang kalau mau keluar rumah. Pulang-pulang langsung unboxing!

Untuk bukti pembayaran bisa dilihat dari kuitansi elektronik via email setelah pesanan terkirim.

Cek kembali barang yang sudah diterima

Status pemesanan bisa dilihat dari notifikasi lewat email atau secara real time di tab “Pesanan Saya”. Ketika barang sudah sampai di rumah sebaiknya langsung dicek dan disesuaikan dengan list pembelian.

Untuk bahan mentah sebaiknya langsung disimpan di dalam lemari es sebelum kualitasnya berkurang.

Jika ada keluhan atau pertanyaan bisa dibuka artikel Keluhan Grabfresh dari Pusat Bantuan untuk melihat rincian kontak terkait masalah GrabFresh.

Dari sebuah pengalaman kehabisan bawang putih akhirnya jadi punya pengalaman menggunakan layanan delivery groceries Grabfresh. Kalau ada teman-teman yang sudah mencoba juga boleh banget di-share di tab komen di bawah ya!

Menghilangkan Jerawat dengan Duraskin Acne Treatment

Lucky me, I don’t need to spent so much money for skin treatment. Acne wasn’t my life problem.

But, it was 3 years ago.

Me, right now…

I AM QUITE STRUGGLING FOR IT!

Selama ini cukup bersabar dengan permasalahan jerawat ini. Biasanya kan terjadi menjelang atau di masa menstruasi. Sampai akhirnya siklus ini berubah. Jerawat hadir tak kenal waktu.

Apalagi aktivitasku kan olahraga outdoor, jadi sehar-hari pasti kena matahari dan berkeringat. Dan setiap habis panas-panasan malah makin mateng jerawatnya.

Buat sehari-hari, bareface adalah jalan hidupku. Biarpun sebenernya gak polosan juga sih. Tetap pakai pelembab dan sunscreen. Karena penampakan jerawat yang semakin mencolok, akhirnya jadi sedikit didempul buat menyamarkan.

Mulai gelisah, mulai gak pede kalau ketemu temen-temen atau di depan kamera. Saat syuting buat video yoga, kameramennya sampai bilang jerawat di pipi kiriku keliatan banget saat di kamera.

Trus aku minta jangan ambil angle dari sisi kiri. Mulai ribet.

Jerawat mengikis rasa percaya diri. Apalagi aku yang memang gak terlalu punya banyak pengalaman di masalah ini. Jenis kulitku tuh sebenernya bukan yang gampang jerawatan. Makanya sekalinya jerawat dan gak ilang-ilang bingung juga mesti gimana.

Lalu muncul sebuah bisikan…

Kalau gak mampu mengatasi sendiri ya minta bantuan orang lain yang expert atuuhhhh!

Pertama Kali Ke Klinik Kecantikan

Pada Ramadan hari pertama, aku datang ke klinik kecantikan Duraskin Indonesia di Jl.Kaji No.36. Sebelumnya bikin jadwal dulu via telepon. Ternyata waktu yang ku minta available jadi habis telepon langsung jalan.

Duraskin Indonesia adalah suatu perusahaan yang mendistribusikan produk kecantikan dengan nama Duraskin, yang didukung oleh klinik kecantikan berbasis teknologi dari Amerika. Eksistensinya di Indonesia sudah 20 tahun.

Awal mengenal tempat ini saat hadir ke talkshow yang diadakan Duraskin Indonesia mengenai Self Love dengan narasumber Psikolog Henny Wirawan. Temanya seperti ringan, tapi dalam.

Membantu untuk memecahkan masalah saat self esteem kita levelnya sedang rendah. Ada dua hal yang dapat dilakukan jika perempuan tidak menyukai keadaan dirinya:

  1. Menerima dengan sadar,
  2. Mengubahnya menjadi lebih baik.

Daripada mengeluh terus-terusan, lebih baik mulai mencari jalan keluar supaya masalahnya beres. Ini yang juga akhirnya kena untuk masalah jerawatku.

Karena belum pernah punya pengalaman, so i have no idea how to start the treatment.

Kalau memang gak tau ya jangan malu buat nanya langsung. Jadi pas baru sampai, aku sampaikan kalau aku baru pertama dan belum tau harus ambil treatment apa.

Langkah pertama adalah..

KONSULTASI

Di Duraskin, kita bisa melakukan konsultasi secara gratis. Konsultasi ini sangat penting untuk mengetahui treatment apa yang tepat dengan kulit kita.

Setelah Sesi Konsultasi, Inilah Perkiraan Penyebab Jerawatnya:

STRES

Awalnya Dr.Vina nanya kondisi tanganku yang kemerahan. Ini karena dermatitis atopik (Eksem) yang lagi kumat. Dan akhirnya ku diberi pertanyaan yang susah juga untuk menjawab:

“Lagi stres?”

Nah loh! bing ung kan jawabnya. Kadang kita juga kan gak tau stress atau engga. Ya Namanya hidup kan ga mungkin Cuma kurus-lurus aja. Yang jelas aku sih ngerasa masih hepi-hepi aja.

Stres memang bukan pemicu terjadinya jerawat, tapi bisa membuat keadaan jerawat yang sudah ada semakin buruk.

Sebenarnya yang menjadi faktor muka berjerawat kan produksi sebum yang meningkat. Sebum adalah zat yang diproduksi kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering. Jadi eksistensi sebum sebenarnya terjadi alamiah.

Namun sebum yang berlebihan bisa membuat kulit berjerawat dan stress bisa menjadi pemicunya. Bakteri, debu, kotoran, dan sel kulit mati akan menempel dan menutupi pori-pori, sehingga terjadilah jerawat. Sel kulit mati memiliki reseptor atas hormon stres dan bereaksi saat terbentuknya sebum.

PERUBAHAN HORMON

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, jadwal jerawatku muncul saat menjelang mentsruasi. Katanya sih ini wajar. Biasanya memang akan hilang ketika menstruasi hilang. Namun, faktor lainnya bisa menyebabkan jerawat ini betah muncul di kulit.

PEMAKAIAN SUNSCREEN DENGAN SPF TINGGI

Selama ini aku menganggap matahari yang membuat kulitku berjerawat. Karena setiap habis berlari dengan kondisi panas, jerawat yang tadinya meredup jadi muncul lagi.

Aku kan termasuk disiplin dalam mengaplikasikan sunscreen sebagai bentuk proteksi. Jadi sebelum lari pagi pasti pakai sunscreen. Tapi memang habis itu jadi merah-merah jerawatnya. Ditambah keadaan kulit habis olahraga kan pasti berminyak karena keluarnya keringat yang ekstrim.

Kulitku memang cenderung kering, tapi saat berolahraga termasuk yang mudah berkeringat.

Ternyata salah satu yang dicurigai adalah SUNSCREEN ITU SENDIRI.

Sunscreen SPF tinggi itu lebih oily dan bisa membuat kulit berjerawat. Makanya untuk yang memiliki masalah jerawat sebaiknya memakai sunscreen SPF 30 dan maksimal SPF 50.

Lebih baik memakai sunscreen SPF 30 tapi diaplikasikan rutin dibandingkan memakai SPF 50 atau SPF 100 sekaligus.

Lalu Treatment Apa yang Cocok untuk Masalah Kulitku?

Jerawat tuh jangan ditutupin, tapi dihilangkan.

Saat kulit sedang berjerawat sebaiknya tidak melakukan treatment yang membuat terjadinya gesekan pada kulit seperti dipijat. Gesekan ini bisa membut kuman dari jerawat berpindah tempat ke area lain. Jadi bukannya bersih, malah menyebar ke area lain.

 Sesuai dengan keadaan kulitku, ada 2 step yang kulalui di treatment pertamaku ini:

DURA LIGHT PEELING

Perawatan dengan menggunakan asam buah-buahan yang dapat membantu mengeringkan jerawat, membuang lapisan kulit mati sekaligus menstimulasi regenerasi kulit.

DURA E-FLASH FOR ACNE (LASER)

Perawatan dengan teknologi phototherapy khusus jerawat yang membandel. E-Flash For Acne menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes), yang merupakan penyebab jerawat, sehingga kulit menjadi bersih dari jerawat.

Time for Treatment!

Sebenernya perawatan yang kulalui gak terlalu menghabiskan waktu. Perkiraannya adalah 2 jam. Seperti saat mau nonton film di bioskop, sebelum treatment sebaiknya ke toilet dulu untuk menuntaskan permasalahan.

CLEANSING

Sebelum masuk ke peeling, kulitku dibersihkan dulu dengan washlap basah. Fungsinya agar kulit kita sudah dalam keadaan steril dari make up, debu, dan kuman.

Pembersihan ini dilakukan secara pelan-pelan. Biar gak merusak pori-pori kulit dan gak menyebarkan kuman-kuman dari jerawat itu sendiri.

APLIKASI CAIRAN PEELING

Setelah wajahku sudah bersih seperti hatiku saat berpuasa ini, mulai dioleskan cairan peeling. Untuk proses peeling yang melakukan dokternya langsung.

Sensasi dari peeling ini adalah gatal dan sedikit nyelekit. Tapi masih okelah. Peeling ini fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati dan meregenerasi kulit baru.

Bukan hanya untuk menghilangkan jerawat, namun juga mengangkat flek hitam bekas jerawat. Oleh karena itu setelah peeling biasanya terjadi pengelupasan pada kulit.

KOMPRES ES

Rasanya nyaman banget habis peeling dikompres es. Seperti yang kusebut di atas, sensasi dilakukan peeling ini ka nagak pedes dan gatal, jadi untuk mentralisirnya adalah dikompres dengan air es.

EKSTRASI KOMEDO

Di sini keteguhanku diuji. Terkadang sampai meneteskan air mata.

Karena mata dalam keadaan tertutup, aku gak ngerti apa yang terjadi pada kulitku. Rasanya seperti ditusuk-tusuk.

Awalnya sih masih bisa dilalui dengan tegar. Gak terlalu sakit. Tapi lama-lama jadi lebih meggigit. Tahap ini sepertinya yang terlama dalam proses treatment pada hari itu.

Tinggi rendahnya jumlah jerawat mempengaruhi lama atau cepatnya proses ekstrasi ini. Untuk jerawat yang baru matang, rasa legitnya lebih terasa. Aku sampai terharu sama diri sendiri bisa melaluinya tampa melambaikan tangan ke kamera.

Tapi katanya jerawat di mukaku termasuk yang sedikit. Kalau jumlahnya banyak akan memakan waktu lebih lama lagi.

Ya gapapa lah ya. Namanya juga perjuangan menuju cantik.

SKIN SCANNER

Setelah cleansing –  kompres es – ekstraksi komedo pastinya level kebersihan mukaku lagi tinggi-tingginya. Setelah itu dilakukan scanning kulit wajah.

Sekali lagi kutegaskan, mataku sedang tertutup jadi benar-benar gak bisa melihat bentuk alatnya. Tapi ini sama rasanya saat sedang facial di salon.

Setelah diangkat komedo kan biasanya terdapat alat yang berjalan di area permukaan kulit wajah. Seperti divakum gitu. Aku kira ini untuk emngangkat sisa kulit mati. Ternyata untuk dianalisa.

HIGH FREKUENSI (HF)

Proses ini cukup menggetarkan. Alat ini menghasilkan kilatan dan panas, yang membuat saya berkali-kali terkejut terkejut. Untungnya dokter yang baik hati selalu membeli aba-aba ketika memulai.

Sebenernya gak sakit sih. Cuma kaget aja, Kaget yang bikin kita menahan napas. ☺

HF ditekankan pada bagian-bagian yang berjerawat agar cepat kering. Ada sedikit bau terbakar karena memang bisa membakar rambut pada wajah. Tapi ini aman dan bisa tumbuh lagi. Padahal sih maunya bisa hilang secara permanen, hehe..

High Frequency bekerja menghasilkan panas, jadi jerawat bisa lekas mengering dan merangsang pembaharuan sel baru.

AMPUL

Setelah proses laser pada wajah usai, kulitku diolesi ampul. Setelah itu didiamkan 5 menit sebelum masuk proses masker. Aku menebak ini adalah nutrisi yang diberikan pada kulit paska terkena panas oleh HF tadi. Saat ini aku mulai membuak mata dan nyuri-nyuri waktu buat selfie.

MASKER PEEL-OFF

Akhirnya sampai ke proses akhir. Sepertinya ada kandungan mint pada maskernya sehingga kulit wajah terasa sangat dingin.

Efek dingin ini memang sengaja diberikan untuk memberikan kenyamanan pada kulit. Proses peeling sedikit gatal dan e-flash membuat kulit terasa panas. Jadi masker dingin ini sebagai counter-treatment sebelumnya.

Bagian ini yang menjadi favorit. Rasanya terlahir kembali.

FINISH

Setelah 10 menit, masker peel-off pun.mengering dan sudah bisa diangkat dari kulit. Setelah itu kulit kembali di bersihkan.

Karena hari masih siang, kulit wajah yang sudah bersih dilapisi oleh sunscreen SPF 30 untuk proteksi dari efek radiasi sinar matahari.

Sisa-sisa jerawat masih terlihat namun dalam warna yang lebih tua dan menunggu benar-benar kering untuk mengelupas.

Jadi gimana, gaes?

5 Days Later…

Sisa-sisa bekas jerawat masih terlihat namun warnanya sudah semakin samar.

Jadi 3 hari setelah treatment adalah masa pengelupasan, dan disarankan untuk tidak berjemur dulu. Jadi aku memilih lari di malam hari.

Di masa ini kulit terasa sedikit pedih saat terkena keringat.Saya kira akan terjadi pengelupasan ekstrim, ternyata tidak juga. Kulit masih terlihat normal. Hanya di titik-titik bekas jerawat yang mengering.

Jadi efek dari peeling dan e-flash (laser) adalah exfoliating. Yang terkikis adalah sel kulit mati. Kalau pengelupasan kulit tidak terlalu terlihat berarti memang sel kulit mati di kulitku jumlahnya hanya sedikit.

Hobby, id it parts of our activities and make us feel alive, so doit.

If face damaged by hobby, it can be repaired..

Jerawat bisa muncul kembali karena banyak faktor. Ada yang bisa kita kontrol dan tidak. Yang menenangkan adalah sekarang aku sudah tau solusinya. 🙂

Trip Malaysia Healthcare: Daya Tarik Industri Wisata Kesehatan di Malaysia

Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di Kuala Lumpur, tapi kemarin itu pengalaman saya mendapatkan pelayanan terbaik sepanjang trip ke negara lain.

12.00, Kuala Lumpur. Kami menaiki shuttle yang ada di bandara. Kali ini tanpa antrian imigrasi yang panjang karena datang sebagai tamu Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). That’s the first experience in my life!

Saya bersama teman-teman blogger dan media dari Indonesia diundang dalam program 3 hari Familiarisation Trip yang bertajuk Quality Care for Your Peace of Mind bersama Malaysia Healthcare.

Blogger dan Media dari Indonesia di Malaysia Healthcare Lounge KLIA 1

Sejujurnya saya bingung menuliskan ini dari mana. Tiga hari namun terasa padat. Tapi mengesankan. Sampai saya masih menulis draft ini, sudah banyak cerita yang saya sampaikan di medsos ataupun saya kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga.

Malaysia memiliki lembaga untuk memajukan wisata kesehatan, yang mungkin sebelum perjalanan ini saya sendiri kurang tahu eksistensinya.

Apa yang membuat industri wisata kesehatan di Malaysia ini menarik?

Mudah Mendapat Informasi

Gak semua orang punya kemampuan dan keberuntungan bisa mendapat informasi yang dibutuhkan. Gak usah jauh-jauh deh. Orangtuaku juga termasuk yang gaptek.

Kalau mau berobat keluar negeri udah parno duluan takut nyasar. Kalau hotel mungkin bisa dibook dari sini, tapi kendaraan dari bandara ke hotelnya? Trus ke RS-nya?

Belum lagi masalah kendala bahasa, kan?

Permasalahan ini pahami oleh Malaysia dan MHTC hadir untuk mempermudah kita sebagai turis sekaligus pasien.

MHTC yang juga kepanjangan dari Malaysia Healthcare Travel Council, yaitu Lembaga di bawah kementerian keuangan yang mempromosikan rumah sakit dan layanan kesehatan yang berada di Malaysia. Terdapat 79 rumah sakit di bawah naungan MHTC.

Untuk warga Indonesia yang ingin mendapatkan informasi mengenai wisata kesehatan bisa mengunjungi www.medicaltourismmalaysia.com. Untuk call centre Indonesia di nomer 0812897100 atau email callcentre.IDN@mhtc.org.my. Akun instagramnya adalah medtourism.id.

Kita bisa bertanya seputar rumah sakit sampai dengan estimasi biaya perawatan kesehatan di Malaysia. Semuanya GRATIS.

Tapi jika kita menginginkan service lebih seperti penjemputan dan lainnya tentunya ada biaya tambahan.

Selangkah Sampai

Hanya menghabiskan waktu 2 jam dari Jakarta menuju Kuala Lumpur. Secara geografis, kita sudah diuntungkan. Lebih dekat, lebih hemat waktu, hemat tenaga, dan hemat uang.

Pada hari itu, setelah mampir ke Lounge Malaysia Healthcare, kami bersama-sama menuju hotel.

Dan yang menyambut di sana adalah Sherene Azli, CEO MHTC.

Dalam kegiatan ramah tamah, Bu Sherene mengatakan mengatakan jumlah wisatawan kesehatan pada tahun lalu mencapai 1,2 juta. Angka tersebut sudah meningkat hingga dua kali lipat sejak 2011. Dan sebagai informasi, 58,33% wisatawan kesehatan berasal dari Indonesia.

Angka ini tentu saja dipengaruhi faktor kedekatan geografis serta bahasa dan budaya.

Beberapa rumah sakit di Malaysia terdapat orang Indonesia. Walaupun tidak sepenuhnya sama, tapi bahasa Melayu merupakan akar bahasa Indonesia. Jadi masih bisa dipahami lah..

Fasilitas Rumah Sakit dan Tenaga Medis yang Mengesankan

Mungkin yang saya tuliskan di sini tidak merepresentasikan keseluruhan rumah sakit di Malaysia, tapi yang kami kunjungi pada hari kedua trip Malaysia Healthcare adalah rumah sakit unggulan dari Malaysia.

Jadi bisa banget menjadi pilihan.

Terletak tak jauh dari pusat kita, beberapa RS yang berhasil direpotin kami-kami ini adalah Prince Court Medical Centre, Thomson Hospital Kota Damansara, dan GHHS Healthcare.

Prince Court Medical Centre

Saat menginjak Prince Court Medical Center (PCMC) saya kaget sekaget-kagetnya karena gak nyangka ada rumah sakit seperti ini. Maaf, mungkin saya yang kurang gaul tapi memang belum pernah melihat rumah sakit dengan rasa hotel..

Rumah sakit yang berada di pusat kota Kuala Lumpur ini memiliki teknologi tinggi untuk diagnosa penyakit dan perawatannya.

ONE-STOP WELLNESS SCREENING CENTRE

Prince Court memberi pelayanan untuk segala jenis penyakit hingga yang complex dan complicated. Selain itu juga healthcare yang bersifat preventif, yaitu paket health screening.

Makanan yang disajikan pun memiliki rasa yang enak. Ternyata menu di saja dibuat oleh chef bintang 5.

Di Prince Court, ruangan kamar pasien hanya ada yang single bed (1 pasien). Jadi pasien tidak berbagi ruangan dengan pasien lain. Dan di ruangan pasien pun bersih dari bau obat-obatan khas rumah sakit.

Untuk yang membutuhkan pengobatan rehabilitasi fisik, Prince Court memiliki fasilitas yang dibutuhkan. Mereka sudah menangani berbagai jenis kasus pasien, seperti stroke dan kelainan saraf lainnya, cedera otak traumatis, cedera dan luka saraf tulang belakang, orthopaedic, dan lainnya.

Pada tahun 2018 Prince Court mendapat penghargaan sebagai Top 10 Best Hospital in The World.

Thomson Hospital Kota Damansara

Thomson Hospital, dikenal juga dikenal dengan nama TMC (Thomson Medical Center). Kunjungan ke RS untuk melihat bagaimana fasilitas-fasilitas rumah sakit tersebut untuk program kesuburan.

Malaysia sedang gencar mendorong rumah sakit dengan program IVF (In Vitro Fertilitation) atau sering disebut bayi tabung.

Tingkat kesuksesan program bayi tabung di rumah sakit ini mencapai 66% dan 70% bagi pasien pre-implementation genetic testing (PGT). Embriologis rumah sakit tersebut sudah menangani 10 ribu siklus.

Proses dari IVF ini adalah sel telur kita diambil dan dipilih yang terbaik. Kemudian disimpan di lab untuk terjadi inseminasi (pembuahan).

Hasil penggabungan sel telur dan sperma disimpan di dalam ruangan khusus. Setelah itu baru dimasukkan embrio ke dalam rahim ibu. Prosesnya hanya 1 hari.

Menurut Navdeep Singh, Ahli obstetri dan ginekologi TMC Fertility Kota Damansara, salah satu keunggulan rumah sakit tersebut adalah PGT yang bisa mendeteksi penyakit pada embrio seperti thalasemia. Mereka juga memiliki time lapse imaging.

Di TMC Fertility juga terdapat Tank Storage Liquid Nitrogen untuk menyimpan sel telur atau embrio dalam waktu lama. Seiring usia, kualitas sel telur atau sperma manusia akan beekurang kualitasnya.

Jika seandainya usia saya 20 tahun dan tidak mau menikah atau memiliki anak dulu karena ingin fokus pada pekerjaan, saya bisa menyimpan sel telur saya di usia ini di tabung penyimpanan.

Saat di usia 40 saya tetap memilili cadangan sel telur yang kualitas sel telurnya sama ketika saya masih berusia 20 tahun.

Selain teknologi, TMC percaya diri bahwa yang membedakan mereka denga rumah sakit lainnya adalah skill dari para dokternya.

GHHS Healthcare

Hari terakhir menjelang kepulangan, kami diajak untuk mengunjungi GHHS Healthcare.

GHHS berada di sayap timur resort bintang 5 Palace of The Golden Horses. Memiliki fasilitas kelas atas untuk perawatan kesehatan, kombinasi western preventive healthcare (GHHS) dan traditional treatment (Chinese Medical Center), serta wellness spa.

ONE-STOP INTEGRATED HEALTHCARE

Di GHHS Healthcare kita bisa melakukan health screening sampai ke level genetik yang meliputi gen, sel, dan organ untuk mendeteksi kondisi kesehatan kita sekarang dan faktor yang beresiko.

Bukan hanya berkunjung, tapi kami bisa menikmati treatment healthcare di GHHS. Kemarin sih saya nyoba body treatment and health screening melalui Lymphatic Massage, Body Analysis, dan Live Blood Analysis Report.

Lymphatic massage itu berupa pijitan di titik-titik tetentu yang dapat membantu drainase cairan getah bening dari limpa secara alami. Pijatan ini juga mekaligus body screening jika ada yang berbeda di titik yang dipijat dan bisa melakukan tindakan pengobatan berikutnya.

Body Analysis sepertinya sudah tidak aneh karena sering dilakukan di sini juga.

Selanjutnya adalah Live Blood Analysis. Awalnya seperti cek kolestrol ataupun gula darah yang mengambil sampel darah dari tubuh kita.

Kemudian hasilnya akan muncul di layar. Dari gambar yang tertuang di layar bisa diketahui bagaimana kadar oksigen dalam darah, kadar toxin, fatty liver, dll. Kondisi setiap orang akan berbeda.

Harga yang Bersaing

Bukan hanya untuk penyakit berat, banyak pasien Indonesia datang ke Malaysia untuk sekadar health screening atau medical check up. Jadi memang kedekatan faktor geografis juga  mempengaruhi biaya.

Fasilitas di berbagai rumah sakit di Malaysia diklaim tidak kalah dengan di AS. Mungkin jangan terlalu jauh ke negara Eropa atau AS, perbandingan terdekatnya adalah negara tetangga kita juga: Singapura.

Dengan dokter dan fasilitas yang sama, pengobatan di rumah sakit Malaysia memiliki harga yang lebih murah. Padahal banyak dokter di Singapura juga berasal dari Malaysia.

Pemerintah Malaysia memiliki kebijakan batas atas harga rumah sakit. Jadi, ada harga batas atas yang tidak dilewati. Untuk itu mengapa biaya berobat di sana lebih murah.

“Kesehatan kelas dunia tidak harus mahal. Indonesia kalau pergi ke rumah sakit swasta harganya sama kalau ke sini karena Kementerian Kesehatan kami memastikan harga tidak boleh melebihi tahap maksimal,” Sherene Azli, CEO MHTC.

Oiya, rumah sakit yang menjadi anggota MHTC adalah rumah sakit swasta atau di sana disebut dengan privat hospital. Malaysia juga memiliki public hospital yang disubsidi pemerintah sehingga pasien dapat berobat dengan sangat murah. Untuk biaya melahirkan saja bisa hanya sekitar RM10 atau jika dirupiahkan senilai RP. 34.639. Tapi public hospital khusus untuk warga negara Malaysia, ya..

Bonus Menikmati Wisata

Terkadang kita juga perlu refresh untuk mendapat suasana fisik dan mental yang lebih segar. Kalau malas pergi jauh-jauh bisa kabur sejenak di malam hari menikmati wisata malam Kuala Lumpur menggunakan Hop-On-Hop-Off.

Hop-On-Hop-Off adalah bertamasya untuk mengenal Kuala Lumpur di malam hari menggunakan bus bertingkat. Saya memilih duduk di bangku atas dengan atap terbuka agar bisa langsung melihat langit dan suasana sekitar tanpa pembatas.

Ada berbagai pilihan lainnya yang menarik saat berkunjung ke Kuala Lumpur. Banyak turis yang mampir ke Menara Kembar Petronas yang menjadi ikon kota tersebut.

Masih di jalur yang dilalu bus Hop-On-Hop-Off, kami semua mampir ke istana tempat tinggal Sultan. Dan ternyata bentuk istana seperti di film-film Disney itu nyata adanya.

Ada tempat-tempat lain juga yang sayangnya tidak sempat dikunjungi karena masalah waktu juga. Terdapat Bukit Bintang, Batu Caves, dll. Mungkin di next trip ya…

Manfaat Secangkir Kopi Pagi

Debat Capres semalam menyisakan kegaduhan di timeline hingga  pagi ini. Sambil meyesap kopi saya mencoba menyimak walaupun  sepintas, dan seringkali jadi membatin:

Ini orang-orang pada kurang kopi ya?

Pagi ini sebenernya seperti pagi biasa yang sibuk dengan urusan anak sekolah. Namun seperti pagi biasanya pula, tangan saya menyambar fresh milk dari dalam kulkas dan mendidihkannya di atas panci kecil untuk diseduh bersama bubuk kopi tanpa ampas. Sebelum akhirnya duduk di kursi singasana sambil menikmati yang berada di layar hape.

Coffee latte tanpa gula minuman sehari-hari saya yang menggemari susu dan aroma kopi. Dinikmati sebagai teman roti tawar di pagi hari. Supaya santai, jadi saya menikmatinya juga degan santai. Bisa buat mengecek wa grup, email, sosmed, cari hiburan di youtube, atau menikmati drama korea di viu.

Kalau melihat riuhnya isi timeline pagi ini, kayanya salah satu yang membuat saya bisa tetap selo dan waras ya karena bacanya sambil menikmati kopi. Diriku butuh banyak energi buat melalui kesibukan harian. Ya semua orang juga, kan?

Kopi Pagi Bisa Meningkatkan Mood Seharian

Pagi itu awal kita membuka hari. Kalau mood berantakan di pagi hari, biasanya akan jadi uring-uringan seharian. Kecuali kalau tiba-tiba ada pesan masuk yang berisi…

Pembayaran invoice sudah cair ya. Silakan cek rekening.

Tapi kan ini gak terjadi selamanya, setiap pagi, sepanjang tahun.

Apa yang kita konsumsi bukan hanya berpengaruh ke fisik, namun juga mental. Saya memilih mengonsumsi makanan dan minuman yang disukai. Kalau bisa sih menyehatkan juga ya!

Buat saya yang menyukai aroma kopi dan juga gurihnya susu, kopi susu ini merupakan minuman wajib di pagi hari.

Saat kita meminum kopi…

Kandungan kafeinnya akan terserap oleh tubuh dan akan terbawa ke seluruh sel tubuh melalui aliran darah, termasuk otak. Kafein merupakan zat psikoaktif yang dapat menstimulasi sistem saraf pusat. Sehingga saat zat ini landing di otak, akan berinteraksi dengan reseptor adenosin dan merangsang produksi serotonin, dopamine, dan nonadrenalin. Inilah mengapa kopi pagi yang kita minum dapat mempengaruhi fungsi otak yang kita perlukan dalam menjalankan aktivitas.

Sudah banyak artikel kesehatan yang menuliskan manfaat kopi untuk kesehatan otak. Kopi dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak, seperti meningkatkan fokus dan daya ingat, mempertajam daya ingat, menjaga mood, meningkatkan kewasapadaan, menaikan energi, dan kesehatan mental.

Tentu saja manfaat dari kopi pagi kita juga dipengaruhi oleh kualitas biji kopi yang kita minum.

Kopi Pagi Bisa Membuat Olahraga Semakin Semangat

Karena nanggung ngomongin kopi jadi mau bahas soal manfaatnya ke performa olahraga. Sehabis meminum kopi biasanya tubuh jadi lebih bersemangat. Lumayan kan energinya buat dipakai untuk olahraga.

Tapi saya memang sering manfaatin kopi buat ngeboost lari. Trutama saat latihan dengan level sedikit lebih berat dari rata-rata atau saat menjalani race. Jarak minum kopi dan start olahraga MINIMAL satu jam. Pernah disarankan oleh seorang dokter, jika mau hasil maksimal sebaiknya sekitar 2-3 jam sebelum race.

Kalau jarak terlalu dekat, terkadang lambung saya juga memberi reaksi yang kurang menyenangkan. Lagi pula, tubuh kita juga memerlukan waktu untuk mengubah kafein menjadi energi yang diperlukan.

Sebenarnya manfaat kopi yang sudah saya tulis di atas juga berpengaruh pada performa. Saat latihan atau pun race, kita juga memerlukan mood yang baik dan juga fokus. Karena kebetulan memang doyan, jadi tidak ada alasan untuk menghindarinya.

Oiya, efeknya kopi di sini karena peranan zat kafeinnya. Jadi ini lebih keterkaitan kafein dan performa olahraga.

Hasil penelitian School of Medical Sciences, Universitas RMIT di Australia menemukan bahwa cadangan glikogen akan tergantikan 66 persen lebih cepat saat seorang atlet athletes mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan karbodirat, dibandingkan jika hanya mengonsumsi karbohidrat tanpa kafein.

Dan kamu boleh googling sepuasnya tentang manfaat kafein yang ternyata juga bisa membantu mempercepat pembakaran lemak. Tentu saja ini gak bisa cuma mengonsumsi kopi semata, tapi juga WAJIB mau gerak!

Dan saya lagi gak ngomongin kopi yang mengandung bersendok-sendok gula ya..

Berapa takaran meminum kopi yang aman?

Ya, benar.

Kopi juga membawa efek samping. Jadi memang harus bijak mengonsumsinya.

Buat orang dewasa yang sehat (tidak ada masalah kesehatan khusus) disarankan meminum kopi sekitar 300mg-400mg setiap harinya. In takaran umum agar tidak mendapatkan efek yang berlebihan dari kopi. Walaupun ada juga yang mengatakan boleh sampai 500mg.

Kembali lagi ke masalah kepekaan tubuh kita terhadap kafein. Toleransi tubuh setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Belum lagi jenis kopi juga beragam dan zat kafein yang terkadungnya juga bisa bervariasi.

Kalau agak bingung dengan penghitungannya, sebaiknya tidak mengonsumsi kopi lebih dari 4 gelas per harinya.

Kalau bisa punya jadwal yang tepat kapan harus meminum kopi supaya gak jadi overdosis. Kalau sudah meminum saat sarapan, sebaiknya mendapatkan kopi paling cepat sekitar jam makan siang atau setelahnya. Satu lagi mungkin bisa dilakukan di sore hari.

Buat yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya jangan minum kopi yang mendekati jam tidur ya. Hati-hati malah jadi bergadang dan mikiran masa lalu semaleman. Ehem.

Jadi balik lagi, kenapa pagi hari adalah waktu terbaik mengonsumsi kopi? Karena pagi adalah waktu yang sangat krusial dan mempengaruhi mood seharian. Kalau malam, waktunya tubuh lebih rilek dan beristirahat. Ya, gak?