Processed with VSCO with  preset

4 Hal Menarik Ruang Kerja dengan Konsep Soho

Rumah yang nyaman adalah yang sesuai dengan kepribadian, begitupun dengan tempat kerja. Ruang kerja, buat saya bukan hanya sebuah tempat yang menyediakan meja dan kursi kerja tetapi juga fleksibel. Fleksibel dalam arti mendukung berbagai pekerjaan saya yang dijalani,

Apalagi pekerjaan saya agak gak jelas: freelancer yang nyambi jadi enterpreuneur. Begitulah kalau kerja yang diawali dari hobi. Kerjanya sudah bagian dari lifestyle. Kata halus dengan ‘mengomersilkan hobi’.

Nambah hobi jadi nambah kerjaan.

Tantangannya adalah gimana harus bisa tetap produktif. Sebagai ibu rumah tangga, sebagai praktisi yoga dan olahraga, dan sebagai orang yang menjalankan bisnis di industri tersebut.

Bukan hanya produktif, tapi juga kreatif. Saat hobi menjadi pekerjaan, disitulah tanggungjawab bertambah. Harus ada target supaya segala yang dikerjakan tidak sekadar buang-buang waktu (dan uang).

APAKAH RUMAH SEBAGAI TEMPAT TERNYAMAN UNTUK BEKERJA?

Untuk bisa tetap produktif perlu didukung tempat kerja yang nyaman. Nyaman buat saya adalah ruang yang fleksibel. Ruang yang nyaman yang mendukung untuk selalu mendapat ide baru, menulis, dan juga yoga.

Saya kira untuk pekerjaan seperti saya cukup dilakukan di rumah, karena selama ini masih di sana tempat ternyaman. Tapi kenyataannya saya harus beberapa kali ke luar rumah karena kalau anak-anak sudah pulang sekolah, kerjaan jadi mulai terdistraksi.

Apalagi aktivitas bisnis dan senang-senang kan banyaknya di pusat kota. Hal ini jadi kurang efisien, baik dalam hal biasa dan waktu.

Tapi untuk memiliki “ruang” di Jakarta kan mahalnya minta ampun, terutama di pusat kota. Karena mungkin terkait ke ukuran juga.

DARI BERKENALAN AKHIRNYA MELIRIK SOHO BARU: QUO SPACE

Pada kamis yang lalu (2/11/2017) saya dan teman-teman blogger diundang untuk acara Quomunity, perkenalan #QuoSpace ke media dan komunitas. Acara ini juga dilengkapi dengan penandatangan kerjasama antara CEO PT. Dwi Cipta Persada, yaitu Pak Abner H Kuswardono dan juga perwakilan dari BRI, yaitu Pak Priyadi. Quomunity ini artinya space for creative mind, sesuai dengan konsep soho Quo SPace.

Sepulang acara tersebut jadi gak sabar mau berbagi informasi tentang Quo Space, konsep baru ruang kerja. Menarik banget karena sesuai dengan kebutuhan kita-kita yang masih muda. Karena kita kaum milenial (hmm.. atau dia atas dikit dari milenial) mmebutuhkan ruang kerja yang efisien dan fleksibel, dan tetap mendukung kita bekerja secara profesional.

Beberapa 4 hal menarik dengan kosep soho Quo Space adalah:

#1. Sesuai dengan kebutuhan dengan para pelaku industri kreatif muda

Soho, kependekan dari small office home office. Suatu hunian yang didalamnya dilengkapi berbagai fasilitas kerja. Soho berarti pemilik hunian memiliki izin legal untuk menggunakan tempat tinggalnya sebagai unit hunian atau unit kantor.

Jadi untuk para pelaku usaha muda yang bingung mencari tempat untuk domisili usahanya, silakan untuk melirik soho.

Quo Space -dengan konsep SOHO-nya- menyediakan ruang yang tidak terlalu besar namun bisa mendukung kita bekerja dengan profesional. Karena untuk produktif tidak terkait ke ukuran tempat, tetapi kualitas,

Quo Space memiliki target market “Millennial Generation”, yang memang banyak tertarik dengan industri kreatif dan start up. Kaum millennial yang kreatif memerlukan work-life balance. Sangat sesuai dengan konsep soho yang bisa menjadi tempat kerja sekaligus rempat yang nyaman untuk ditinggali.

Riri Yakub dalam sesi sharing di Quomunity edisi perdana

Riri Yakub, seorang arsitek yang menjadi salah satu pembicara dalam acara Quomunity, mengatakan bahwa tempat kerja seharusnya mewakili penggunanya.

“Sebagai pekerja kreatif, kita memang bisa bekerja di mana saja, asal kondisi sekitarnya bisa kondusif untuk berkreasi.” Ujar Mas Riri.

Saya sangat setuju. Karena sulit bisa produktif jika lingkungan kerja gak mendukung.

#2. Fleksibel tapi tidak mengurangi produktivitas

Walaupun memiliki jam kerja yang fleksibel, namun ingat bahwa kita memiliki target. Walaupun sudah sesuai passion, tetapi jika itu sudah menjadi pekerjaan maka harus dijalankan dengan profesional.

Quo Space menyediakan fasilitas coworking space untuk para pemilik unit supaya bisa maksimal lagi dalam menjalankan bisnis.

Co-Working space sebagai salah satu faslitas yang mendukung aktivitas bisnis. Meeting room sebagai bagian penunjang aktivitas binis  sudah dilengkapi dengan kebutuhan digital. Sesuai perkembangan zaman lah ya. Jadi, pemilik unit tidak perlu bingung jika harus meeting dengan klien atau partner bisnis.

Co-working Space ini juga mempertemukan berbagai pekerja kreatif, yang juga bisa menjadi sumber inspirasi baru. Karena terkadang ide muncul dari saling bertukar pikiran.

#3. Bisa tetap olahraga

Modal utama untuk bisa produktif adalah kesehatan. Jadi saya gak akan bisa betah kalau berada di lingkungan yang tidak dilengkapi fasilitas olahraga.

Quo Space akan dilengkapi dengan fasilitas micro gym yang juga ruang untuk melakukan yoga. Karena yang disediakan adalah sebuah ruang jadi kita bisa lebih kreatif dalam menggunakannya.

Mas Arifin, Direkur PT. Dwi Cipta Persada (Developer) dalam acara Quomunity mengatakan bahwa Quo Space akan membuat Apps untuk menyatukan para pemiliknya. Jadi siapa tau ada yang memiliki hobi yang sama dan jadi bisa janjian olahraga bareng.

Pose bareng  Arifin, Direktur PT. Dwi Cipta Persada

Seru juga kan kalau ada acara lari bersama dengan para tetangga di gedung yang sama. Bisa saling kenal dan memperluas relasi dan networking. Atau mungkin jadi bikin acara rutin yoga bersama dan saya yang jadi instrukturnya, hehehe… (mulai ngayal!)

#4. Lokasi yang Strategis

Idealnya sebuah soho adalah berada di lokasi yang strategis. Karena bahan peryimbangan pelaku bisnis memilih soho adalah efisiensi. Dalam hal waktu dan juga biaya. Bayangkan kalau lokasi soho jauh dari pusat bisnis, kita harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk bertemu dengan klien. Jam produktif pun berkurang.

Quo Space berlokasi di daerah Fatmawati. Bagian selatan memang tempat impian untuk tinggal dan kerja. Dekat kemana-mana.

Sekarang sih agak kusut karena lagi banyak pembangunan jalan. Tetapi harusnya saat Quo Space ini sudah selesai masa pembangunan, jalur MRT sudah siap pakai. Dan jarak Quo Space dan stasiun MRT bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Lumayan juga kan ke ma na-mana gak perlu bawa mobil. Lebih cepat juga.

dengan lokasi yang strategis maka kita pun jadi lebih efisien. Bukan hanya tentang biaya, tapi juga waktu.

Bisa kerja dan tinggal dalam satu tempat. Untuk fasilitas bisnis juga sudah disediakan. Mau olahraga juga sudah tersedia dalam gedung yang sama.

Jika lokasi kerja berada di pusat bisnis, akan lebih hemat waktu dan biaya untuk mobile. Apalagi jika sudah ada MRT.

Oiya, saya belum mention harga. Buat yang penasaran kisaran harganya, Quo Space yang luasnya sekitar 50m2, mulai dari harga 1,35M rupiah. Untuk hunian yang bisa dijadikan domisili kerja di lokasi Fatmawati sudah cukup terjangkau.

Dan yang lebih utama adalah waktu produktif kita jadi bertambah.

Processed with VSCO with p5 preset

Permata Hijau Suites: Punya Rumah Idaman di Pusat Kota Bukan Cuma Mimpi

“Nyetir mungkin memang passion lu ya, Fit?”

Kata seorang teman saya yang setengah nyindir dan setengah ngeledek. Karena melihat jalan saya yang sampai ngangkang-ngangkang pas sampai ke kantor tempat saya syuting strimingan di Pondok Indah. Kala itu arus jalan memang padat sekali sampai-sampai saya tiga jam dalam peralanan ruman di ke Bekasi ke Pondok Indah.

Ironisnya, saya tetap mengulanginya.

Dengan menyetir sendiri.

Ya gimana lagi? Sejujurnya ini memang cara yang paling hemat dan nyaman yang bisa saya lakukan. Saya masih belum nyaman dengan transportasi umum, kecuali taksi. Gak mungkin juga saya harus naik taksi setiap pergi. Secara kilometer, rumah saya ke tempat kerja dan latihan itu jauh. Namanya juga di Bekasi.

Impian saya memang bisa ke tempat latihan atau kerja dengan naik sepeda, atau  mungkin lari. Karena memang saya hobi lari. Tapi kan sangat sulit tercapai selama rumah saya masih di Bekasi. Karena  tempat tujuan saya ya sehari-hari ya di tengah kota Jakarta.

Mau banget jadi warga negara yang gak banyak ngeluh. Tapi sejujurnya saya sering ngedumel kalau kena macet di jalan. Mau pulang harus nunggu peak hour beres. Sampai rumah udah larut malam.

Kalau saya ditanya tentang mimpi, jawabannya adalah:

TINGGAL DI PUSAT KOTA!

HUNIAN IMPIAN SAYA: LIVING IN PERFECT HARMONY

Istilah “Living in Perfect Harmony” saya temukan saat sedang melihat-lihat Permata Hijau Suites. Artinya, hunian yang sempurna berarti menggabungkan tingkat privacy dan kenyamanan.

Untuk saya yang termasuk keluarga muda dan memiliki anak, pasti punya standar sendiri untuk tempat tinggal. Kenyamanan adalah nomer satu. Interior rumah harus yang mendukung untuk dihuni dalam waktu yang lama. Yang pas dengan kepribadian. Ya, kan?

Jadi pada tanggal 5 Oktober kemarin saya bersama teman-teman blogger mampir ke Permata Hujau Suites. Momennya pas banget dengan saya yang lagi tertarik dengan properti dan desain-desain rumah/apartment. Ya karena masih mencari-cari tempat hunian yang pas.

Awalnya saya hanya melihat miniatur (seperti standar-standar kantor properti) dan melihat pilihan ukuran pada broklet yang tersedia. Baru melihat broklet saja sudah merasa cocok. Tapi kan semua selalu cocok di awal tapi pas lebih dekat ternyata beda. (eaaa…)

Akhirnya masuk ke rumah contohnya. Melihat lebih dekat dan langsung:

Yes, this is what I need!”

Permata Hujau Suites ini sesuai banget dengan hunian Fitri Tasfiah. Standar hunian yang menjadi cita-cita saya adalah…

#1. Tempat Tinggal yang Membuat Anak Bahagia

Buat saya kebahagiaan anak nomer satu. Jadi tempat hunian wajib yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Mereka bisa bermain di lingkungan tempat tinggal. Apalagi anak-anak kan yang akan paling lama mendiami rumah saat orangtuanya pergi ke luar untuk bekerja.

Ruang terbuka untuk bermasin bersama anak-anak is a must!

Saat weekend saya bisa menemani mereka bermain di taman. Oleh karena itu, playground dan kolam renang adalah hal yang menjadi perhitungan utama. Anak-anak suka sekali berenang dan bermain. Kenapa harus ada playground?

Karena kasian jika mereka harus selalu di dalam rumah. Anak-anak mebutuhkan ruangan terbuka untuk beraktivitas dan bermain. Kita saja yang dewasa pasti mudah bosan kalau selalu di dalam rumah, apalagi anak-anak!

#2. Tempat Tinggal yang Bikin Betah di Rumah

Nyaman bikin sayang. Kalau gak nyaman gimana bisa betah?

Jadi hunian yang nyaman ya yang bikin betah di rumah. Sejauh-jauhnya perjalanan, rumah adalah tempat kita kembali. Untuk itu interior harus sesuai dengan saya yang merupakan keluarga muda.

Kenyamanan rumah menentukan kualitas hidup. Ya, kan?

Saya suka tempat hunian yang long lasting dan terlihat elegan dengan lantai marmer. Rasanya teduh dan indah. Lantai marmer juga lebih awet dan kokoh dibanding keramik.

Saat masuk ke rumah conton di Permata Hijau, saya mendapati lantai di ruangan (bed room, living room, dinning room) dari marble. Kecuali kamar mandi. Karena lantai di kamar mandi harus yang aman dari resiko ‘kelepeset’. Kalau kamar mandi diberi marble takutnya nanti licin makanya untuk kamar mandi lantainya berbahan homogeneous tile.

Karena rumah adalah tempat bersantai, jadi jangan sampai kita mati gaya di rumah sendiri. Permata Hijau Suit menyediakan fasilitas spa dan jacuzzi. Jadi kalau ngerasa bosan dan lelah bisa langsung spa dan berendam.

Untuk bisa quality time bersama keluarga juga ada fasilitas barbeque plaza. Selain itu, Permata Hijau Suites juga menyediakan club lounge dan private dinning hall. Jadi kalau saya lagi mau chilling out kan bisa tinggal turun ke bawah, hehe..

#3. Memfasilitasi untuk Tetap Sehat

Saya suka sekali lari, berenang, dan tentu saja yoga. Tempat hunian yang sempurna adalah yang mendukung saya dan keluarga untuk tetap sehat. Kalau menginap di hotel saya suka sekali mampir ke tempat gym untuk menjajal treadmill. Kalau bisa bangun lebih pagi sih saya memilih berlari ke jalan. Tetapi kalau sudah agak siang kan sudah mulai panas, jadi saya memilih berlari di treadmill saja.

Serunya kalau bisa nge-gym setiap saat.

Karena menyadari salah satu kebutuhan saya adalah sarana kebugaran, jadi hunian yang sempurna itu wajib ada tempat fitness dan jogging track. Setelah keringetan karna lari langsung berasana yoga pasti menyenangkan. Habis itu lanjut spa. Omaigat!

Dari informasi yang saya terima, ternyata di Permata Hijau Suites menyediakan sarana-sarana yang saya impikan itu. Bahkan  di Permata Hijau Suites terdapat lapangan basket 3 on 3. Kebtulan kan anak-anak hobi banget bermain basket.

#4. Meningkatkan Produktivitas

Biarpun setiap harinya keluyuran, tapi ada hari-hari tertentu yang saya jadwalkan untuk bekerja di rumah. Biasanya saat harus mengurus berbagai draft tulisan dan bikin plan untuk bugaraga.com. belum lagi kalau harus update blog saya yang ini. Kalau lama gak diisi kan nanti berjamur!

Jadi hunian yang baik versi saya adalah yang nyaman untuk kerja. Lingkungan yang gak bising dan kembali lagi ke point pertama: kenyamanan.

Kalau suasana kerja kaya gini pasti semakin produktif.

Kalau bisa ya tempatnya terjangkau kalau harus meeting-meeting di luar. Daripada banyak menghabiskan waktu di jalan kan mendingan waktunya dipakai untuk hal-hal yang produktif. Jadi enak buat kerja berarti dekat dengan pusat kota.

#5. Harga Sesuai dengan Kaum Milenial yang Gede Gengsi

Namanya juga kan anak muda yang mengaku kekinian. Maunya punya tinggal yang bagus dan instagramable. Baru bangun tidaur udah bisa selfie dengan background kolam renang. Hazeg!

I woke up like this!

Saat melihat jendela atau berdiri di atas balkon, disuguhi pemandangan kota hingga 270 derajat. Permata Hijau Suites sih menjanjikan tata bangunan yang penghuninya bisa menikmati impresive real city menghadap gedung pencakar langit Sudirman dan Gelora Bung Karno Senayan, Pakubuwno, Simprug, Kebon Jeruk, Central Park, dan Taman Anggrek. Di Bekasi gak ada ini, hehe..

Tetapi ya namanya juga anak muda, harga juga mesti yang memungkinkan. Saya mengerti ada kualitas, ada harga. Akan tetapi yang masih masuk diakal lah..

Kabar baik buat kita anak muda! (Ciee..muda..)

“Pada akhir 2017, Permata Hjau Suites meluncurkan unit spesial ‘The Ivory-One’ dengan keunggulan Triple Best View, city view 270 derajat, hadap Aquatic Gym Pool dan hamparan lansekap fasilitas dengan bonus electrical stove 4 tungku, terpasang.” Kata Ibu Ivonne Suwandi, Manager Marketing Permata Hijau Suites.

Setiap unit hunian dipasarkan dari 1-2,7 miliar rupiah, belum termasuk PPN. Pembayaran dapat dicicil selama 30 bulan, tanpa bunga.

Logam mulia diberikan sebagai bentuk investasi kedua, seniai 45 juta rupiah bagi setiap pembelian unit 3BR (Bed Room) berukuran semigross 60,29m2, 30 juta rupiah bagi setiap pembelian 2BR berukuran 60,29m2, dan 20 juta rupiah untuk pemblian 1BR berukuran 40,86m2.

Setiap unit di Permata Hijau Suites ini dapat dimiliki dengan program KPA, bekerjasama dengan Bank BTN, Maybank, dan UOB.

Info tambahan dan menarik sekali dari Ibu Ivonne ini adalah selama bulan November-Desember, Permata Hijau Suites meluncurkan program angsuran super ringan dan DP dapat diangsur selama 30 kali, yaitu hanya sebesar 0,8% setiap bulannya.

#6. Lokasi Strategis is a Must!

Rumah bagus, interior keren, tapi jauh mau kemana-mana? Paste cape banget di jalannya. Hal yang paling mendasar saat memilih hunian strategi adalah dekat dengan sekolah anak, setelah itu ya dengan lokasi hiburan.

Siapapun yang punya anak pasti pertimbangan penting saat memilih rumah adalah seberapa dekat dengan sekolah anak. Karena kasian kalau anak-anak terlalu lama di jalan untuk bersekolah. Karena sekolah kan gak bisa musiman. Dari senin hingga jum’at.

Salah satu hal menarik saat saya cari-cari informasi tentang Permata Hijau Suites adalah informasi sekolah yang bisa dijangkau. Terdapat beberapa nama sekolah yang terkemuka untuk menjadi pilihan sekolah anak: Eton International Pre School, Binus Simprug (SD/SMP/SMA), Binus University (S1), Binus International University (S2).

Setelah itu ya karena dekat dengan kawasan Senayan. Setiap minggu pagi saya bisa berlari di Car Free Day (CFD) di Kawasan Senayan-Sudirman. Jaraknya hanya 5km. Jarak itu kalau saya tempuh dengan berlari bisa sekitar 30 menit. Kalau dengan sepeda pasti lebih cepat lagi, kan?

Wajah saya menghiasi lokasi CFD Sudirman di setiap minggu. Jarak dari Permata Hijau Suites ke Senayan Hanya 5km saja.

Jarak 5km ini jika ditempuh dengan mobil pasti lebh cepat lagi. Kalau mau mengajak anak-anak nonton dan makan bisa ke Plaza Senayan dan Senayan City. Mamanya juga bisa belanja-belanja kan? Hehe…

Dengan rampungnya akses layang koridor XIII (Tendean-Ciledug) membuat hunian di wilayah Jakarta Selatan ini menjadi kian strategis karena kemacetan semakin terurai. Melalui halte dekat Carrefour Express Kebayoran, dipastikan meringkas perjalanan masyarakat Jakarta Selatan menuju pusat kota dan Bandara Soekarno Hatta. Seandainya MRT dan LRT sudah rampung pasti lebih strategis lagi.

Kenapa hunian sempurna itu perlu di wilayah yang strategis?

Supaya kita bisa lebih banyak memiliki waktu yang produktif dan menikmati quality time bersama keluarga dan kerabat. Setiap jam, setiap menit, dan setiap hari adalah hal yang sangat berarti. Apalagi dari pengalaman saya yang menyetir sendiri dari Bekasi. Lelahnya…

Permata Hijau Suites ini membuat hunian impian saya ini menjadi #NyataDekatnya!

Saat ini sedang dalam proses pembangunan dan akan rampung pada tahun 2019. Pada tanggal 28 Oktober 2017 yang lalu, PT Palmerindo Properti, konsorsium pengembang Pulauintan Development, Terry Palmer dan Ateja Group tandatangani nota penunjukan PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi sebagai kontraktor utama pembangunan apartemen eksklusif Permata Hijau Suites. Hingga kini, progress pembangunan pondasi, telah rampung.

Kedepannya, Pulauintan Bajaperkasa bertanggungjawab terhadap semua proses konstruksi dengan kualitas terjaga hinggakedua menara. Rencananya, serah terima unit sekitar Kuartal IV 2019 dan bekerjasama dengan Jones Lang LaSalle (JLL) sebagai Manajemen Properti dan Bank BTN, MayBank, Bank OUB untuk program KPA.

Tinggal di pusat kota Jakarta bukan lagi impian. Untuk teman-teman yang penasaran banget dengan Permata Hijau Suites ini bisa langsung follow dan cek infonya di akun media sosialnya:

Twitter: https://twitter.com/permatahijau55

Instagram: https://www.instagram.com/permatahijau55/

Facebook: https://web.faceook.com/permatahijausuites/

 

pexels-photo-348523

Mengapa Nanas Baik untuk Pemulihan Otot Setelah Berlari?

Apa yang akan kamu lakukan setelah berlari sejauh 21km di tengah terik matahari yang membakar tubuh hingga emosi?

Saya sih pasti maunya santai-santai di rumah sambil menikmati makanan dan minuman yang segar-segar. Apalagi habis lari itu bawaannya pasti lapar. Ini juga masih harus milih-milih. Makanan  yang disarankan adalah yang membantu mempercepat proses recovery.

Setelah menyetir sekitar satu jam setengah dari BSD ke Bekasi, akhirnya saya kembali bertemu dengan rumah. Ya, hari minggu kemarin (15/10/2017) melakukan ritual lari half marathon di Combi Run yang diadakan di Qbig, BSD, Tanggerang Selatan.

Lagi lemes-lemes langsung semangat saat melihat potongan nanas honi dari Sunpride dihidangkan di atas meja makan. Si Mbak di rumah memang paling juara deh. Pas banget kan lagi panas-panas. Apalagi kalau didiamkan di lemari es dulu. Segeerrrr!

Potongan Nanas Honi Sunpride. Mau?

APA YANG TERJADI PADA TUBUH SETELAH BERLARI?

Sejujurnya race kemarin salah satu lomba lari yang melelahkan. Bukan hanya berlari sejauh 21km, tetapi panasnya BSD benar-benar menguras energi.

Dan mungkin karena kelelahan pasca race dengan jarak yang sama satu minggu sebelumnya. Namanya juga lagi kejar tayang lari di jarak ini sebagai rangkaian latihan menuju lomba Full Marathon berikutnya. (Duh, udah kerasa nervous-nya dari sekarang!)

Basah kuyup ini 100% dari keringat

Saat memiliki tingkat latihan dengan intensitas yang lebih tinggi, durasi yang lebih lama, atau melakukan pergerakan baru yang belum biasa maka akan beresiko mengelami pegal atau nyeri-nyeri pada otot tubuh. Biasanya berlangsung selama 1-2 hari.

Begitu pun juga saat berlari di suatu perlombaan, biasanya kita nge-push kemampuan tubuh di atas latihan rutin. Saat race kan biasanya berlari dengan pace yang lebih cepat. Belum lagi masalah jarak dan kondisi lapangan saat itu yang menambah tingkat rasa lelah. Ini yang membuat tubuh mengalami rasa nyeri otot sesudah olahraga atau disebut DOMS (Delayed-Onset Muscles Soreness).

Otot yang mengalami luka dan meradang akan memberi signal ke otak dalam bentuk rasa nyeri. Berarti tubuh kita telah mengalami kelelahan karena olahraga yang dilakukan. Saat proses adaptasi ini, biarkan tubuh beristirahat dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat membantu proses recovery. Ya, seperti yang lakukan sekarang, hehe…

Oh iya, ini gak kenapa-napa kok. Semoga beneran gak kenapa-napa ya…

Proses ini wajar sebagai rangkaian penguatan otot. Jadi habis olahgara yang lumayan berat seperti berlari jarak jauh di perlombaan, otot kita mengalami robekan yang sangat kecil (microtears) dan terjadi peradangan pada sel. Alaminya akan pulih sendiri dan membuat otot lebih kuat.

Kecuali jika berlangsung lebih lama lagi. Mungkin terjadi cedera yang lebih serius dan perlu terapi sebagai proses pemulihan.

Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan untuk mempercepat proses recovery dan aktivitas fisik yang membantu melancarkan proses pemulihan. Bisa dengan recovery run atau yoga. Jika mau dipijat disarankan ke sport massage supaya gak salah pijat dan malah bikin peradangan makin parah.

MANFAAT NANAS SETELAH BERLARI

Juicy and fresh! That’s why i really like pineapple!

Bukan cuma masalah rasanya yang nyaman di lidah, tetapi juga kandungannya yang banyak manfaat buat tubuh. Apalagi setelah melakukan sesuatu yang menguras tenaga dan keringat biasanya perut dilanda lapar yang luar biasa. Maunya apa aja dimakan. Hayo ngaku!

Tapi kan nagusnya makan yang memang berguna buat tubuh dan mental. Habis lari panas-panasan cuy!

Nanas dingin cocok banget buat dimakan habis berlari. Kandungan nanas ini bukan hanya mengembalikan sumber energi yang telah terbuang tetapi juga mampu mempercepat masa pemulihan otot yang sedang rapuh atau luka.

#1. Memberi Energi Baru

Recharge. Saat berlari tubuh kita membakar karbohidrat sebagai bahan bakar energi. Nanas memiliki kandungan karbohidrat yang dapat memberi sumber energi baru untuk tubuh.

Buah nanas mengandung simple sugar yang dicerna dengan cepat untuk mengembalikan kembali persediaan glikogen dalam tubuh yang disimpan dalam otot. Glikogen sebagai sumber energi yang tersimpan dalam otot dan hati, yang membantu masa pemulihan sel otot dan memberikan energi baru untuk melanjutkan program latihan.

#2. Anti Inflamasi

Buah nanas selain rasanya yang segar juga ternyata berguna untuk menghindari inflamasi. Ini disebabkan karena kandungan enzim bromelain yang terdapat dari buah nanas, yang dapat menguraikan protein dan  berguna sebagai anti inflamasi. Bromelain dapat membantu untuk menguraikan sel yang meradang dan membantu menghindari kerusakan otot setelah olahraga.

#3. Hidrasi yang Menyegarkan dan Menyehatkan

Berolahraga atau khususnya berlari jauh tentunya banyak membuang cairan tubuh. Oleh karena itu, rasa haus melanda ketika kita berkeringat dengan banyak. Haus setelah latihan berarti tubuh memberi signal kepada otak bahwa cairan tubuh terbuang dan perlu diseimbangkan kembali.

Apalagi saat cuaca terik, rasa haus terjadi lebih cepat. Dua race half marathon di 2 minggu berturut-turut ini tantangannya adalah cuaca panas. Baru 500 meter setelah minum di water station eh sudah haus lagi. Luar biasa panasnya!

Tubuh bukan hanya membutuhkan cairan tetapi juga nutrisi yang baik. Untuk itu minuman yang menyehatkan menjadi pilihan yang baik setelah latihan atau race. Selain air putih, saya memilih mengkonsumsi buah. Ya biar terasa segar juga.

Nanas, selain sebagai sumber energi dan juga anti inflamasi, buah ini ternyata kaya akan sumber mineral potassium yang dapat membantu otot berfungsi dengan tepat. Kabar baik selanjutnya adalah buah ini juga mengandung 86 persen air, yang dapat mengembalikan cairan setelah olahraga. Kadarnya tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Cuma makan satu potong nanas sih ya gak bantu lah..

Jangan lupa bahwa di dalam buah nanas juga terdapat sumber vitamin C. Antioksidan berperan utuh dalam pertumbuhan dan penyembuhan jaringan. Ya kan?

Foto: Pexels.com

Perlu diakui peran protein juga penting untuk membantu masa recovery otot. Selain memakan buah nanas sebagai camilan, saya juga suka membuat smooties dari potongan buah nanas yang dicampur dengan yoghurt. Bisa juga dengan masukan potongan nanas ke dalam yoghurt dingin yang akan disantap di siang yang cerah. Minuman segar ini mengandung perpaduan karbohidrat dan protein yang menyehatkan dan berguna untuk masa pemulihan otot setelah berolahraga.

Jadi, sudahkah kamu memakan nanas hari ini?

Processed with VSCO with  preset

Mengintip Pesta Panen Buah Golden Melon Sunpride di Cilegon

“Manis banget!”

Pertama kali mencoba buah Golden Melon. Jujur, saya tidak tahu kalau Golden Melon ini ternyata semanis ini. Duh, kemana aja ya?

Walaupun dari penampilannya seperti buah import, ternyata Golden Melon ini termasuk buah lokal. Ini saya ketahui ketika diajak jalan-jalan untuk mampir ke panen buah Golden Melon di Cilegon Timur pada selasa kemarin, tanggal 26 September 2017.

Media, Blogger, dan Tim Sunpride yang berkunjung ke kebun Golden Melon SUNPRIDE

Pukul 10.30, matahari di Cilegon sedang nyala-nyalanya. Tapi saya dan teman-teman lain dari media justru baru menginjakkan kaki di sana. Cuaca lumayan terik dan sedikit berangin. Melihat buah melon yang kuning-kuning rasanya seperti penyegaran mata.

Golden Melon masih tertanam di kebun

Melon-melon yang kuning menyala membuat kedua tangan yang nakal ini gak sabar mau metik-metikin. Karena takut nanti diusir dan nyasar di Cilegon jadi saya urungkan hasrat terpendam ini. Dan kasian sama petani yang sudah susah payah menanam dan merawat, jadi saya tahan-tahan deh.

Upaya petani dalam menghasilkan melon yang berkualitas ini gak main-main. Jadi, kalau buah-buahan yang dari masih proses pertumbuhan sudah ada tanda-tanda kegagalan, maka melon-melon ini akan dibabat habis dan mereka menanam bibit baru. Padahal proses dari masa tanam hingga masa panen membutuhkan waktu sekitar 60 hari.

Petani-petani ini sepertinya posesif. Saya melihat setiap buah melon ini semuanya diikat oleh tali. Ternyata supaya buah-buahan ini tidak jatuh ke tanah. Posesif memang tanda sayang. berkat ke-posesif-an ini maka buah-buah yang ditanam tumbuh mulus dan bersih. Bahkan saat proses pemetikannya pun tidak bisa asal. Ini adalah komitmen dalam menjaga kualitas buahnya.

PROSES PASCA PANEN BUAH GOLDEN MELON

Pada musim panas justru kualitas buah Golden Melon sedang bagus-bagusnya. Dibanding dengan musim hujan yang lembab dan lebih banyak resiko untuk terkena penyakit tanamanan. Misalya daunnya yang keriting. Ini akan membuat buah yang dihasilkannya tidak akan terlalu bagus. Sedangkan kalau mau dijual dengan harga yang baik kan kualitasnya harus dijaga. Ngomong-ngomong soal kualitas, ini berarti bukan hanya mengenai rasa, tapi juga penampilan.

SUNPRIDE memiliki standar kualitas untuk buah-buahannya. Yang saya lihat saat mengikuti proses handling buah Golden Melon dari SUNPRIDE saat panen ini jadi lebih mengerti banget tentang bagaimana memilih buah, dan tentu saja buah yang berkualitas.

Berikut tahapan pasca panen Golden Melon di Kebun Sunpride:

Sortasi

Setelah dipetik, seluruh buah Golden Melon akan dipilah sesuai mutu dan ukuran yang ditetapkan. Sortasi adalah kegiatan hasil pertanian yang kurang baik dengan yang memiliki hasil yang baik. Kualitas kurang baik ini berkaitan dengan penampilan seperti cacat, luka, busuk, dan bentuk yang tidak normal.

Untuk menjadi buah-buahan dengn label SUNPRIDE berarti yang sudah lolos seleksi secara mutu dan kualitas. Jika ada buah-buahan yang memiliki hasil kurang baik maka akan disisihkan.

Buah-buahan yang tidak memenuhi standar mutu dan kualitas nilai jualnya akan lebih rendah. Ini juga yang menjadi pertimbangan mengapa petani Golden Melon ini membabat habis buah-buahan yang tumbuh tidak sesuai standar yang ditetapkan.

Grading

Setelah melalui tahap sortasi, semua buah yang sudah dipanen akan dilakukan penggolongan atau pengkelasan (grading). Grading adalah proses pemilihan berdasarkan standar permintaan konsumen atau standar nilai komersilnya.

SUNPRIDE sendiri memiliki standar mutu dan kualitas untuk buah-buahannya. Untuk bentuk dan penampilan luar, jika tidak sesuai standar yang ditetapkan maka tidak lolos untuk mendapatkan label SUNPRIDE. Begitupun untuk ukuran, sudah ada standar tertentu. Jadi kalau lebih kecil dari standar Golden Melon SUNPRIDE, maka buah ini tidak akan lolos seleksi.

Kulit yang kurang mulus atau bentuk yang tidak sesuai standar bukan berarti rasa di dalamnya berbeda. Jika kita membuka dalamnya mungkin akan merasakan kemanisan yang sama. Oleh karena itu, untuk buah-buahan yang tidak masuk ke seleksi buah SUNPRIDE akan masuk ke grade label di bawahnya: SUNFRESH.

SUNFRESH juga bukan berarti tidak ada standar tertentu. Jika standarnya lebih di bawah lagi, maka akan dijual yang tanpa label. Segmen pasar SUNPRIDE dan SUNFRESH adalah modern market. Non-label untuk yang generik.

Akan tetapi untuk tahun depan label SUNFRESH akan dihilangkan. Karena pertimbangan takut membingungkan konsumen. Jadi kedepannya hanya akan menjual buah-buahan yang memliki kualitas rasa dan bentuk yang terbaik dengan label SUNPRIDE.

Pembersihan

Setelah melalui tahap sortasi dan grading. Maka dilakukan pembersihan. Maka itu buah-buahan melon di sini tampak kuning megkilat. Saat kita belanja di supermarket, biasanya kita tergoda dengan buah-buahan yang bersih dan cantik.

Labelling

Buah-buahan yang sudah dibersihkan maka siap diberi label. Pelabelan sesuai dengan penentuan grade buahnya di tahap sebelumnya. SUNPRIDE sebagai buah dengan grade tertiggi, dan SUNFRESH di bawahnya. Untuk yang di bawah SUNFRESH maka tidak ada pemasangan label.

Packing

Ketika buah-buahan ini sudah melalui tahap sortasi, grading, pembersihan, pelabelan, maka siap dilakukan pengemasan (packing). Pengemasan ini dilakukan di atas timbangan agar jumlah buah yang dimasukan ke dalam dus sesuai dengan berat yang ditentukan.

Pengangkutan

Setelah dikemas ke dalam dus, maka buah-buahan ini siap diangkut ke pasaran.

Sebagai informasi tambahan, jika ingin menyicipi buah melon dengan kualitas terbaik sebaiknya tidak lebih dari 1 minggu setelah masa panen. Jika disimpan dalam ruangan dengan temperatur yang dingin maka bisa bertahan lebih lama lagi hingga 2  minggu.

MENGENAL GOLDEN MELON

Tidak semua pecinta buah sudah menyicipi Golden Melon. Varian melon ini memang tidak sebanyak Rock Melon yang awur-awuran di pasaran. Berdasarkan kekepoan saya, maka saya buka-buka supride.co.id untuk lebih mengenal buah ini.

Golden Melon ternyata sudah banyak diminati oleh banyak orang di dunia. Tidak hanya rasanya saja yang istimewa, Golden Melon juga memiliki banyak manfaat kesehatan, diantaranya kandungan vitamin C yang tinggi, ampuh dalam mengobati sariawan, menghaluskan kulit, meningkatkan imunitas tubuh, antioksidan dan penangkal dari serangan radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung.

Bikin ngiler, kan!

Golden Melon merupakan salah satu produk buah lokal hasil dari petani lokal di Jawa Barat. Buah lokal juga ternyata bisa bersaing dengan buah import jika ditangani dengan baik. Dengan mengonsumsi buah lokal, selain menambah nutrisi yang baik untuk tubuh juga dapat memajukan industri pertanian di Indonesia. Masalah kualitas, saya sudah melihat sendiri bagaimana SUNPRIDE handling buah-buahannya.

Dan masalah rasa…

Sejujurnya sampai sekarang saya juga masih terngiang kemanisan buah ini. Untung kemarin dapet oleh-oleh buahnya yang langsung dipetik dari kebun. Gak sabar buat nyicip lagi. Slurrpp!

Jadi teman-temanku yang suka menjaga kesehatan, jangan lupa dengan makin rajin makan buahnya. Saya ngupas buah dulu, ya!

3 Race Ulang Tahun di 2017: Milo Run, Titan Run, dan Maybank Bali Marathon

Ternyata begini ya rasanya kalau sudah menginjak satu tahun berlari. Bisa mengalami pengulangan di satu race yang sama dengan pengalaman dan cerita yang berbeda. Merasakan progress diri sendiri yang tanpa disadari semakin lama semakin meningkat.

Ini masalah waktu.

Ternyata jam terbang memang gak bisa bohong. Dengan kemampuan lari saya yang ala kadarnya, ternyata bisa melakukan perbaikan waktu juga.

Waktu setahun ini bukan tanpa cerita. Ada tawa, tangis, cedera, dan drama-drama lainnya.

Semakin lama semakin biasa. Mungkin ini juga yang terjadi pada kaki saya. Setahun yang lalu, setiap ikut race dan berlari di satu kilo pertama rasanya sudah mau menyerah saja. Sekarang, ya Alhamdulillah..

Tetep cape juga.

Gak mungkin gak cape. Namanya lari ya pasti cape. Tapi badan sudah bisa lebih berkompromi. Sudah bisa ngatur-ngatur pace di setiap jarak. (Gaya banget ya!)

MILO JAKARTA INTERNATIONAL 10K

Buat lomba lari 10K, event MILO Jakarta International 10K ini dianggap bergengsi. Masih diminati oleh para penggiat lari, baik yang pro maupun yang sekadar hura-hura. Event laridi Jakarta  ini sudah ada sejak tahun 2004. Yang menarik dari event ini adalah medalinya terbatas hanya untuk 2000 penamat pertama.

Fitri Tasfiah, muncul di tahun 2016. Dengan bermodalkan latihan lari yang baru sebulan dan belum pernah menginjak jarak 10K, mengikuti race ini sudah luar biasa nervous-nya.

Lari 3K aja rasanya udah cape, ini lagi mau lari 10 kilo. Jarak yang sama dari rumah saya di Bekasi ke Cibubur. Pada subuh itu saya datang dengan Farrel, anak sulung yang juga saya racunin ikut lari di Milo Run ini. Tentunya dengan jarak untuk anak-anak. Sejujurnya sekalian kerja sih. Ada campaign yang harus melibatkan anak, hehe..

Di Milo Run 10K ini saya berlari dengan perut yang masih kosong, jadi kesan-kesan di race pertama ini adalah: lapar. Kecepatan diatur sedemikian rupa supaya bisa tangguh menamatkan race 10K pertama dalam hidup. Sebenarnya memang pacenya segitu-gitu aja sih. Lumayan lah, bisa finish dengan waktu 1 jam 20 menit. Lumayan..

Waktu Finish unofficial di race 10K pertama

Meskipun pulang cuma bawa baju kotor tanpa ada medali apapun di tangan. Untung hepi.

Setahun kemudian, tepatnya 2 bulan yang lalu, saya kembali mengikuti MILO Run ini. dengan jarak yang sama ternyata bisa memperbaiki waktu. Dari 1 jam 20 menit ke 1 jam 5 menit. Dari yang tahun lalu gak dapat medali, sekarang bisa dapat medali limited editon untuk 2000 penamat pertama.

Akhirnya berhasil mendapat medali untuk 2000 penamat pertama di Milo Run 2017

Ahh.. terharuuu!

TITAN RUN

Titan Run adalah event lari pertama yang saya jalani selain di Jakarta. Kebetulan lokasinya di Tangsel, tepatnya di Alam Sutera.

Titan Run 2016 adalah race serius kedua saya. Kenapa serius?

Karena ini pertama kalinya saya menguji kemampuan dengan berlari 10K tanpa berhenti (Kecuali saat minum di Water Station). Race ini menjadi salah satu persiapan menghadapi Half Marathon pertama di Maybank Bali Marathon, yang diselenggarakan pada bulan yang sama.

Behasil sih.

Tapi waktu finish saya di 10K saya gak ada perubahan dari Milo 10K yang berlangsung 2 minggu sebelumnya. Kalau dipikir-pikir sih lumayan lama, hahaha..

Tapi waktu itu mah bangga-bangga aja. Seneng bisa lari 10K beneran pada akhirnya ya…

Langkahnya bener-bener diirit-irit biar gak ngos-ngosan. Ya tapi tetep ngos-ngosan juga!

Titan Run 2016: Lambat asal selamat

Di Titan Run tahun ini ceritanya mau upgrade jarak. Kalau tahun sebelumnya mentalnya cuma buat 10K, tahun ini mencoba di jarak 17,8K. Jarak ini memang unik karena memang untuk menyambut hari kemerdekaan RI di tanggal 17 bulan 8.

Tadinya mau turun ke 10K karena hanya beda seminggu dengan Pocari Run yang di Bandung. Di Pocari Run saya mengambil jarak 21K. Lumayan cape juga karena kurang isturahat. Dari Bali langsung ke Bandung demi bisa lari di event lari yang katanya mesti dicoba ini.

Karena sudah nanggung daftar dan gak ngejar PB juga, akhirnya tetap memilih jarak 17,8K. Benar-benar lari untuk recovery. Menikmati jarak demi jarak tanpa membuat target waktu yang bikin sakit kepala dan sakit hati.

Avg pace 6:19 pada Km 16 untuk jarak 17,8K di Titan Run 2017

Lari di Titan Run tahun ini ternyata masih seru seperti tahun sebelumnya. Habis lari bisa kulineran sekenyangnya dan gratis.

Sayangnya sempet ada drama mules pas mau start. Penyakit saya banget nih kalau mau race.

Malemnya habis makan mie instant pakai cabe rawit. Alhasil pas sampai venue langsung lari-lari nyari toilet. Mana start tinggal 10 menit lagi. Udah telat, pup pula!

Untungnya saya bisa finish tanpa kendor-kendor banget waktunya. Dibanding tahun lalu sih ini udah Alhamdulillah banget!

MAYBANK BALI MARATHON (MBM)

Kata teman-teman senior di dunia lelarian, MBM ini adalah lebarannya para pelari. Mau serius ataupun cuma wisata yang penting ikutan lari. Tapi bener sih. Saya melihat banyak wajah-wajah famous di dunia lelarian turun di event ini. Ya sebagian memang sudah ada sponsor yang daftarin sih. Enak ya..

Buat saya MBM 2016 menjadi sejarah dalam hidup. Pertama kali saya menginjak jarak 21K dan proses dari gak pernah lari ke event ini hanya berselang 2 bulan. Latihan fokusnya ya 3 minggu sebelum hari H. Bayangkanlah!

Gak heran kalau akhirnya lutut saya sampai sengklek karena persiapan yang kejar tayang ini. Tapi masih lumayan bangga karena virgin HM saya di track yang luar biasa menantang ini masih di bawah 3 jam.

Banyak drama yang dialami saat mengikuti virgin HM di MBM ini, salah satunya ya kebelet pup. Namanya juga masih newbie-super-newbie. Karena nervous, jadi sebelum lari saya minum air putih lumayan banyak. Hasilnya ya jadi kebelet pipis pas mau start.

Karena tidak tersalurkan akhirnya jadi kebelet pup. Repot juga kan pas lari nanya-nanya toilet ke penduduk setempat buat bisa dinumpangin setoran. Untung gak kebelet yang lain kan!

Dalam keadaan kaki yang sengklek dan track di Bali yang hilly, HM pertama saya lumayan terasa berat. Belum lagi Bali kan panasnya cantik banget. Target di bawah 3 jam jugaTapi untungnya mental mamak-mamak Bekasi ini ternyata lumayan tangguh. Niat bisa sampai finish begitu kuat, jadi pada akhirnya waktu finish sesuai yang ditargetkan.

HM pertama di MBM 2016 finish pada waktu 2 jam 49 detik

MBM tahun ini lain cerita. Lebih gak niat.

Mentang-mentang bukan HM pertama, jadi persiapan gak mateng-mateng banget. Gak punya persiapan khusus. Latihan juga seadanya. Malahan sempet break seminggu lebih.

Dibanding carbo-loading, saya malah berburu gelato.

Mental juga udah gak segugup yang pertama. Malahan terlalu santai.

Karena memang gak membuat target apa-apa di MBM tahun ini. Saya sadar jalur di Bali ini banyak naik turunnya, jadi merasa sia-sia kalau mengejar PB (Personal Best). Ya minimal bisa sub 2 jam 30 menit. Supaya gak terlalu merosot banget bedanya dengan HM di Pocari Run.

Ternyata memang benar. Tanjakan MBM tahun ini masih bikin betis menjerit.

Berusaha santai tapi ya cape juga. Untungnya dari KM 14 jalurnya sudah bersahabat. Sampai finish lancar banget tanpa kendala apa-apa.

Kebetulan waktunya masih sama dengan HM di Pocari Run, yaitu 2 jam 20 detik. Padahal lari HM di Bali lebih menantang dibanding saat di Bandung sebulan sebelumnya.

Half Marathon di MBM 2017 dengan perbaikan waktu dari tahun sebelumnya

Memang benar kata orang-orang: Jam terbang gak bisa bohong.

Semakin sering berlari maka tubuh kita juga semakin biasa. Ini yang mahal dan tidak bisa dibeli. Yang ingin saya pertahankan sekarang adalah tetap bisa menikmati lari.

Berlari bukan maslaah tujuan, tetapi bagaimana menjalani prosesnya. Dibanding terlalu obsesi trus nantinya cape sendiri dan jadi jenuh. Ya.. kan bukan atlet juga. Umur juga udah gak muda-muda banget.

Semoga masih bisa menikmati perjalanan berlari sampai tahun-tahun ke depannya. Tambah pengalaman, tambah cerita. Sangat-sangat menyenangkan!

DSC03420-02 (1)

5 Cara Streching untuk Pendinginan Setelah Berlari

I hate pain!

Saya suka olahraga tapi gak suka sakitnya. Bukan hanya menghambat performa saat latihan dan juga saat race, tetapi menganggu ruang gerak seharian dan hari-hari selanjutnya. Nyeri otot setelah latihan (DOMS) memang kadang datang setelah latihan. Apalagi jika baru melakukan suatu gerakan yang baru.

Benar-benar mesti sabar menghadapi proses adaptasi otot yang gak nyaman.

Memang setelah setahun rajin lari-larian jadi makin melek lagi tentang pentingan pemanasan dan pendinginan. Seperti halnya pemanasan, pendinginan juga menjadi faktor penting untuk menghindari DOMS dan cedera. Lama cepatnya proses recovery tergantung dari kedisiplinan kita juga.

DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness biasanya tidak berlangsung lama. Kecuali jika efek latihannya sampai ke kondisi cedera. Butuh penanganan yang lebih lanjut.

Mengapa pendinginan itu penting?

Saat berlari, detak jantung kita bergerak lebih cepat. Proses pendinginan membantu detak jantung kita melambat dengan bertahap. Demikian yang dikatakan Dr. Grant Cooper, MD, seorang Physical Medicine & Rehabilitation saat sesi tanya jawab di Sharecare.com. Stretching membuat otot untuk rileks dan mencegah tekanan darah menurun secara tiba-tiba, dimana hal ini bisa terjadi apabila darah dibiarkan mengumpul di bagian-bagian ujung yang jauh dari jantung.

Kita bisa melakukan stretching (peregangan) saat pendinginan. Selain dapat mencegah terjadinya DOMS dan cedera, ini juga sebagai bentuk terima kasih kepada bagian-bagian tubuh yang sudah melakukan kerja keras saat latihan atau perlombaan.

Saya mengenal yoga lebih lama dibanding berlari. Yoga membantu saya untuk melakukan stretching dengan optimal. Akan tetapi saya tidak ingin membahas tentang yoga di sini, karena sudah pernah saya tulis dalam artikel Yoga Setelah Berlari. Kali ini saya ingin menuliskan cara pendinginan setelah berlari sesuai yang biasa dilakukan saat latihan regular dan race day.

SEBELUM STRETCHING

 Jantung berdetak dengan sangat cepat ketika berlari. Ketika latihan selesai, sebaiknya jangan berhenti dengan mendadak. Kurangi kecepatan berlari dengan perlahan kemudian berjalan kaki sebagai transisi dari saat lari ke stretching. Jika terasa haus dan lelah, bisa melakukan jalan kaki sambil meminum air putih atau minuman isotonik.

Berdasarkan artikel yang saya baca di Runnersworld.com, lamanya berjalan kaki disesuaikan dengan beratnya latihan pada saat itu. Jika latihan ketika itu tidak terlalu berat (easy effort jogs), kurangi kecepatan dengan berjalan kaki sekitar 3-5 menit. Sebagai opsional, bisa melanjutkan dengan melakukan form drills sekitar 5-10 menit.

Beda halnya jika habis menyelesaikan latihan yang cukup berat seperti latihan tempo dan speed. Kurangi kecepatan perlahan berlari lebih ringan (easy jogs) sekitar 5-10 menit. Kemudian lanjutkan sekitar 3-5 menit dengan berjalan kaki.

Akan tetapi jika hari itu melakukan latihan long run, isi masa transisi dari berlari ke stretching dengan berjalan kaki dahulu selama 10 menit.

Bagaimana dengan jika baru menyelesaikan race? Untuk race jarak 5K-10K, lakukan 10 menit berlari ringan (easy effort jogs) dan 5 menit berjalan kaki. Jika jarak race yang diambil half marathon (21K) atau full marathon (42K), sudahi dengan berjalan kaki selama 10 menit. Hingga napas kita terasa lebih nyaman.

STRETCHING

Peregangan atau stretching -tergantung kamu terbiasa menyebutnya apa- dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan rentang gerak, dan mengurangi resiko cedera yang disebabkan oleh luka pada jaringan ikat.

Jika sebelum lari kita melakukan dynamic stretching, tapi jika setelah melakukan aktivitas fisik seperti berlari disarakan untuk melakukan static stretching. Berikut jenis peregangan yang bisa dilakukan setelah berlari:

#1. Quadriceps Stretching (Peregangan pada Otot Paha atas)

Quadriceps salah satu bagian esensial dalam lari. Dalam keadaan berdiri lurus, tarik salah satu kaki ke belakang hingga tumit menempel atau mendekati bokong. Tahan hingga 10-20 detik. Setelah itu lakukan hal yang sama pada bagian kaki lainnya.

#2. Hips Flexor Stretching (Peregangan pada Fleksor Pinggul)

Salah satu bagian yang bekerja pada saat berlari adalah hips flexors. Langkahkan kaki kanan ke belakang, posisi kedua kaki berada dalam keadaan sejajar lurus. Turunkan tulang pinggul ke bawah hingga paha (diusahakan) lurus dan kaki kanan tidak menekuk. Tahan selama 10 detik.

Kemudian turunkan lutut ke lantai dan turunkan lagi pinggul untuk stretching yang lebih dalam. Tahan selama 10 detik. Kembali ke posisi awal dan lakukan bergantian pada sisi kaki yang lainnya.

#3. Hamstring and Lower Back Stretching (Peregangan pada Otot Paha Belakang dan Punggung Bawah)

Para pelari sering melakukan latihan hamstring untuk mencegah terjadinya cedera. Dari posisi sebelumnya, kembalikan kedua kaki dalam posisi awal (sejajar berdampingan). Turunkan tulang punggung dan tarik bagian depan telapak kaki. Kaki kiri dalam keadaan lurus. Dekatkan wajah ke arah lutut (posisi mencium lutut). Tahan hingga 10 detik dan kembali ke posisi semula. Lakukan bergantian pada kaki bagian kiri dan tahan selama 10 detik.

Setelah itu luruskan kedua kaki (dengan lutut tidak menekuk) untuk peregangan di bagian hamstring dan lower back. Turunkan tulang punggung hingga mendekati kaki dan peluk kedua kaki. Dekatkan wajah ke bagian lutut dan tahan selama 10 detik.

#4. Iliotibial Band (ITB) Stretching (Peregangan pada Band Iliotibial)

Untuk meregangkan bagian iliotibial band (ITB), silangkan kaki kanan ke belakang kaki kiri. Kedua telapak kaki menempel pada lantai, miringkan tubuh ke sisi kiri dan pinggul bagian kanan lebih tertarik dengan terdorong ke sisi luar. Tahan selama 10 detik dan ulangi gerakan ini pada sisi lainnya. Sebagai catatan, usahakan tubuh tidak condong ke depan.

#5. Calves Stretching (Peregangan pada Otot Betis)

Saat menuliskan bagian ini saya berulang kali mengetik dan menghapusnya. Ada beberapa pose untuk peregangan otot betis jadi bingung ambil yang mana. Akhirnya saya memilih downward facing dong (adho mukha svanasana), gerakan yoga yang sangat saya suka.

Langkahkan kaki kanan jauh ke belakang, kemudian letakkan kedua telapak tangan di lantai. Posisi bahu dan telapak tangan lurus vertikal. Kemudian tarik kaki kiri ke belakang hingga kedua kaki sejajar berdampingan. Perlahan-lahan turunkan kedua tumit hingga seluruh permukaan telapak kaki menapak pada lantai. Tahan selama 10-20 detik.

Untuk memaksimalkan pada masing-masing sisi, lanjutkan dengan mengangkat paha kanan dengan lutut yang tidak menekuk. Rasakan betis kiri yang semakin mengencang dengan tetap menahan kaki dalam posisi lurus dan tumit kiri yang semakin terdorong ke lantai. Tahan selama 10 detik dan kaki kanan kembali diturunkan. Setelah itu kembali ke posisi paling awal. Selanjutkan lakukan gerakan yang sama dengan sisi kaki berbeda.

#6. Upper Body Stretching (Peregangan pada Tubuh Atas)

Dari posisi berdiri, regangkan tubuh dengan menarik kepala hingga mendekati bahu kanan. Tahan selama 20 detik. Kemudian ulangi pada sisi lainnya. Peregangan leher ini dilakukan ke semua sisi (kanan, kiri, depan, dan belakang).

Tubuh bagian atas meliputi bagian leher, bahu, torso (kanan dan kiri), bahu, tangan, dan pinggang. Walaupun berlari banyak tumpuan pada kaki, tetapi otot-otot tubuh bagian atas pun ikut menegang karena ikut memberi kontribusi pada gerakan berlari.

TAMBAHAN NIH!

 Ada kalanya kita memerlukan penanganan ekstra setelah berlari. Latihan berat seperti long run atau mungkin saat mengikuti race, otot tubuh kita bekerja lebih ekstra lagi dari biasanya. Berikut catatan tambahan berdasarkan pengalaman yang boleh banget dicatat:

Tidak melakukan pijat pada otot setelah berlari!

Dulu saya kira memijat setelah berolahraga itu wajar. Setelah aktif lari jadi tahu bahwa sebaiknya tidak melakukan pijat atau urut pada bagian yang sakit. Pemijatan ditakutkan malah akan memperparah kondisi luka otot yang terjadi setelah berlari. Pijat atau urut juga dapat membuat proses pemulihan lebih lama.

Mengompres dengan Es

Berendam di air dingin atau mengompres tubuh dengan es biasa dilakukan setelah race atau melakukan latihan yang berat. Apalagi jika terdapat signal mengalami cedera. Es atau air dingin membantu mempercepat proses pemulihan jaringan atau sel otot yang rusak.

Menggunakan Gel-Patch Anti Nyeri jika Diperlukan

Ya, saya pernah cedera. Saya tulis juga dalam tulisan sebelumnya: 12 Perubahan pada Diri Sendiri setelah 12 Bulan berlari. Salah satu penolong saya adalah Salonpas Gel-Patch.

Pelari seringkali mengalami nyeri otot dan sendi saat menjalankan program latihan atau pada saat race day. Salonpas Gel-Patch ini membantu untuk meredakan nyeri otot dan sendi  di bagian bahu, pinggang, leher, siku, dan lutut. Lumayan bantu banget saat mengenal produk ini. Karena bahannya elastis dan mudah dilepas. Jadi gak sakit ke kulitnya.

Cara pakainya simpel banget:

  1. Buka kemasan dengan merobek garis pada ujung kemasan
  2. Setelah ujung kemasa dirobek, buka bagian zipnya untuk mengeluarkan koyonya
  3. Regangkan dahulu koyo dengan menarik bagian kanan dan kirinya.
  4. Lepaskan bagian plastic yang melapisi sisi dalam koyo
  5. Tempelkan pada bagian yang sakit

Perhatian: Sebelum menggunakannya sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan pada bagian belakang kemasan.

Pengalaman saya memakai Salonpas Gel-Patch ini karena sensasi rasa dingin ketika dipakai. Jauh dari koyo yang biasanya memberi rasa pedas dan panas. Jadi rasanya seperti sedang dikompres es.

Karena yang saya tahu cedera itu jangan dikompres air panas. Begitupun setelah berlari. Disarankan tidak memakai yang panas-panas, termasuk berendam dengan air panas karena bisa memperparah peradangan.

Ingin merasakan pengalaman seperti yang saya juga? Yuk gabung dulu di Facebook Lets Move With Salonpas dan Instagram @salonpasletsmove. Nantikan info terkini untuk ikutan “Let’s Move” Contest! Karena bisa jadi kamu yang akan mendapatkan kesempatan olahraga bareng Guest Star Salonpas Gel Patch dan mendapatkan tiket Jakarta Marathon 2017!

Selain itu, jangan lupa untuk cek postingan tentang artikel ini di Facebook  https://www.facebook.com/fitritasfiah dan Instagram @fitritash ya! Karena akan ada goodiebag menarik dari Salonpas Gel Patch. Yuk follow sekarang, Gaes!

IMG-20170728-WA0024

Tips Memilih Sunscreen untuk Pecinta Olahraga Outdoor

“Memangnya gak pakai sunscreen?’’

Sunscreen atau tabir surya adalah sahabat bagi pecinta olahraga outdoor. Jadi ya pasti pakai, tapi tidak menghindari potensi kulit saya menggelap.

Selama ini orang mengira fungsi sunscreen adalah untuk mencegah dari kulit yang menggelap akibat efek sinar matahari. Kebutuhan kulit terhadap sunscreen bukan hanya sekadar untuk kecantikan semata.

Saya berolahraga supaya sehat, jangan sampai karena ini malah terkena masalah-masalah kulit efek sengatan sinar ultraviolet. Efek terburuk dari paparan sinar matahari adalah kanker kulit. Untuk itu penggunaan sunscreen adalah salah satu cara yang wajib dilakukan sebelum terkena paparan sinar matahari.

Idealnya menggunakan sunscreen sekitar 20-30 menit sebelum berolahraga. Penggunaannya bukan hanya dalam cuaca panas. Dalam kondisi mendung berawan pun sebaiknya tetap terpakai. Sekitar 80% radiasi sinar ultraviolet dapat menembus awan, meskipun saat langit terlihat mendung.

MEMILIH SUNSCREEN UNTUK OLAHRAGA OUTDOOR

Pada tanggal 27 Juli kemarin, saya dan teman-teman influencer diundang ke acara “Tropcial Cruise ke Nusa Lembongan” dalam rangka launching Bali Breeze, sebuah produk yang diproduksi oleh PT Dion Farma Abadi, anak perusahaan dari Natasha Group.

Acara yang berlangsung di atas cruise tersebut menambah pemahaman saya tentang sunscreen yang baik. Menurut Ryu Deka, Marketing Manager Bali Breeze, produk ini memang dirancang dan diformulasikan berdasarkan pemahaman yang mumpuni mengenai formulasi dan solusi perawatan kulit serta perlindungan kulit dari sinar matahari di negara tropis yang bersinar hampir sepanjang 12 jam setiap harinya, sepanjang tahun.

Bali Breeze, meskipun merupakan produk lokal tetapi memiliki kandungan yang sangat dibutuhkan untuk para pecinta olahraga outdoor di iklim tropis ini.

Nah, saya jadi ingin membagikan tips memilih sunscreen bagi yang suka melakukan olahraga outdoor:

Mengandung SPF 50+

Sun Protection Factor (SPF) adalah komponen penting dalam efektivitas sebuah sunscreen. SPF ini mengacu ke jumlah proteksi dari sebuah sunscreen.

Sinar ultraviolet B (UVB) ini yang membuat efek “sunburn” terhadap kulit saat berjemur di bawah sinar matahari. Jadi SPF membuat kulit kita tahan lebih lama dari efek terbakar karena UVB ini.

Jika kita biasanya berada beraktivitas di luar ruangan sekitar 20 menit sebelum akhirnya kulit berubah kemerahan karena terbakar sinar matahari. Saat kita mengaplikasikan sunscreen dengan SPF 15, kita bisa 15 kali lebih lama sebelum terbakar. Jika mengandung SPF 50  berarti kulit kita dapat bertahan 50 kali lebih lama sampai akhirnya terlihat kemerahan karena terbakar.

Jenis kulit setiap orang berbeda. Untuk kulit asia yang berwarna sawo matang biasanya akan lebih mudah terbakar. Semakin tinggi SPF tentunya semakin bagus. Apalagi jika kita menghabiskan waktu berjam-jam di bawah sinar matahari.

Saat saya melihat kandungan SPF di Bali Breeze adalah 50+. Bali Breeze saat uji invivo mengandung SPF 125, akan tetapi menurut regulasi kandungan di atas 50 hanya ditulis 50+.

Mengandung PA++++

Apalah artinya SPF tinggi jika kandungan PA-nya kecil. Kandungan SPF untuk melindungi kulit dari UVB. Akan tetapi bagaimana perlindungan terhadap UVA?

Sinar ultraviolet A (UVA) dapat menembus lebih dalam  ke lapisan kulit di bawah epidermis (dermis), lapisan terdalam dari kulit. Paparan dari sinar ini dapat membuat kulit mengalamin penuaan dini. Resiko lebih besarnya sampai ke sistem daya tahan tubuh yang melindungi kulit dari kanker kulit.

Baik UVA dan UVB, keduanya memberi kontribusi buruk terhadap kulit, seperti penuaan dini, freckles, age spot, dan kerutan. Terlalu banyak terekspos sinar ultraviolet tanpa perlindungan UVA dan UVB beresiko terkena kanker kulit.

PA adalah perlindungan terhadap sinar UVA. Jadi saat mempertimbangkan membeli sebuah sunscreen, lihat pada labelnya. Selain melihat jumlah SPF, lihat juga jumlah PA-nya. Semakin banyak jumlah “+” berarti semakin baik perlindungannya terhadap UVA. Mulai sekarang lihatnya lebih teliti lagi, ya!

Tahan Terhadap Air (Water Resistant)

Saat berolahraga, keringat membuat lotion yang dipakai luntur. Untuk itu efektivitas perlindungannya pun sia-sia karena sudah tidak menutupi lapisan kulit lagi dengan baik. Untuk itu sunscreen yang diperlukan adalah yang tahan terhadap air.

Selain keringat, hujan juga bisa membuat sunscreen yang dipakai akan luntur. Selain panas, resiko dari olahraga outdoor adalah hujan. Hujan bisa membuat sunscreen yang dipakai luntrur, sedangkan sinar ultraviolet saat hujan tetap dapat menembus kulit.

Untuk olahraga air seperti berenang, sudah jangan ditanya lagi. Sudah pasti memerlukan sunscreen yang water resistant. Tetapi rata-rata sunscreen sudah tahan terhadap air.

Ada dua jenis sunscreen, yaitu “water resistant” dan “very water resistant”. Di dalam pilihan produk Bali Breeze, jenis SPORT sudah dilabeli “very water resistant”. Jenis ini memiliki daya tahan terhadap airnya lebih lama lama. Jika yang biasa bisa tahan selama 8 jam di dalam air, untuk jenis SPORT memiliki daya tahan yang lebih lama lagi.

Walapun tahan terhadap air dan keringat, sebaiknya mengulang pemakaian sunscreen setiap 2 jam sekali.

Tidak Mengandung Paraben

Paraben adalah zat pengawet yang digunakan dalam berbagai produk perawatan tubuh  untiuk mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan mikroba lainnya. Bahan kimia penganggu endokrin ini dapat diserap melalui kulit, darah, dan sistem pencernaan.

Perawatan kulit yang mengandung  paraben memiliki banyak potensi resiko buruk terhadap kesehatan, seperti mengganggu kesuburan dan bahaya kanker kulit. Untuk itu dalam memilih produk perawatan kulit termasuk sunscreen, pilih yang tidak mengandung paraben.

Mengandung Perlindungan Tambahan untuk Perawatan Kulit

Kulit orang yang sering terkena sinar matahari tentunya harus lebih dijaga dibanding yang hanya berada di dalam ruangan. Masalah-masalah yang sering dihadapi bagi kita yang suka berolahraga outdoor adalah masalah kulit kering dan kusam.

Nilai tambah sunscreen adalah yang memproteksi radikal bebas dengan zat antioksidan. Melindungi kulit dari zat radikal bebas seperti kulit kering, kusam, penuaan dini, dan kanker kulit.

Disarankan untuk memilih sunscreen yang memiliki perawatan ekstra terhadap kulit. Seperti Bali Breeze yang mengandung Ektrak Edelweis sebagai Radical Protection Factor (RPF). Kandungan Repair Complex-nya dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan kulit yang disebabkan oleh sinar UV.