Manfaat Secangkir Kopi Pagi

Debat Capres semalam menyisakan kegaduhan di timeline hingga  pagi ini. Sambil meyesap kopi saya mencoba menyimak walaupun  sepintas, dan seringkali jadi membatin:

Ini orang-orang pada kurang kopi ya?

Pagi ini sebenernya seperti pagi biasa yang sibuk dengan urusan anak sekolah. Namun seperti pagi biasanya pula, tangan saya menyambar fresh milk dari dalam kulkas dan mendidihkannya di atas panci kecil untuk diseduh bersama bubuk kopi tanpa ampas. Sebelum akhirnya duduk di kursi singasana sambil menikmati yang berada di layar hape.

Coffee latte tanpa gula minuman sehari-hari saya yang menggemari susu dan aroma kopi. Dinikmati sebagai teman roti tawar di pagi hari. Supaya santai, jadi saya menikmatinya juga degan santai. Bisa buat mengecek wa grup, email, sosmed, cari hiburan di youtube, atau menikmati drama korea di viu.

Kalau melihat riuhnya isi timeline pagi ini, kayanya salah satu yang membuat saya bisa tetap selo dan waras ya karena bacanya sambil menikmati kopi. Diriku butuh banyak energi buat melalui kesibukan harian. Ya semua orang juga, kan?

Kopi Pagi Bisa Meningkatkan Mood Seharian

Pagi itu awal kita membuka hari. Kalau mood berantakan di pagi hari, biasanya akan jadi uring-uringan seharian. Kecuali kalau tiba-tiba ada pesan masuk yang berisi…

Pembayaran invoice sudah cair ya. Silakan cek rekening.

Tapi kan ini gak terjadi selamanya, setiap pagi, sepanjang tahun.

Apa yang kita konsumsi bukan hanya berpengaruh ke fisik, namun juga mental. Saya memilih mengonsumsi makanan dan minuman yang disukai. Kalau bisa sih menyehatkan juga ya!

Buat saya yang menyukai aroma kopi dan juga gurihnya susu, kopi susu ini merupakan minuman wajib di pagi hari.

Saat kita meminum kopi…

Kandungan kafeinnya akan terserap oleh tubuh dan akan terbawa ke seluruh sel tubuh melalui aliran darah, termasuk otak. Kafein merupakan zat psikoaktif yang dapat menstimulasi sistem saraf pusat. Sehingga saat zat ini landing di otak, akan berinteraksi dengan reseptor adenosin dan merangsang produksi serotonin, dopamine, dan nonadrenalin. Inilah mengapa kopi pagi yang kita minum dapat mempengaruhi fungsi otak yang kita perlukan dalam menjalankan aktivitas.

Sudah banyak artikel kesehatan yang menuliskan manfaat kopi untuk kesehatan otak. Kopi dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak, seperti meningkatkan fokus dan daya ingat, mempertajam daya ingat, menjaga mood, meningkatkan kewasapadaan, menaikan energi, dan kesehatan mental.

Tentu saja manfaat dari kopi pagi kita juga dipengaruhi oleh kualitas biji kopi yang kita minum.

Kopi Pagi Bisa Membuat Olahraga Semakin Semangat

Karena nanggung ngomongin kopi jadi mau bahas soal manfaatnya ke performa olahraga. Sehabis meminum kopi biasanya tubuh jadi lebih bersemangat. Lumayan kan energinya buat dipakai untuk olahraga.

Tapi saya memang sering manfaatin kopi buat ngeboost lari. Trutama saat latihan dengan level sedikit lebih berat dari rata-rata atau saat menjalani race. Jarak minum kopi dan start olahraga MINIMAL satu jam. Pernah disarankan oleh seorang dokter, jika mau hasil maksimal sebaiknya sekitar 2-3 jam sebelum race.

Kalau jarak terlalu dekat, terkadang lambung saya juga memberi reaksi yang kurang menyenangkan. Lagi pula, tubuh kita juga memerlukan waktu untuk mengubah kafein menjadi energi yang diperlukan.

Sebenarnya manfaat kopi yang sudah saya tulis di atas juga berpengaruh pada performa. Saat latihan atau pun race, kita juga memerlukan mood yang baik dan juga fokus. Karena kebetulan memang doyan, jadi tidak ada alasan untuk menghindarinya.

Oiya, efeknya kopi di sini karena peranan zat kafeinnya. Jadi ini lebih keterkaitan kafein dan performa olahraga.

Hasil penelitian School of Medical Sciences, Universitas RMIT di Australia menemukan bahwa cadangan glikogen akan tergantikan 66 persen lebih cepat saat seorang atlet athletes mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan karbodirat, dibandingkan jika hanya mengonsumsi karbohidrat tanpa kafein.

Dan kamu boleh googling sepuasnya tentang manfaat kafein yang ternyata juga bisa membantu mempercepat pembakaran lemak. Tentu saja ini gak bisa cuma mengonsumsi kopi semata, tapi juga WAJIB mau gerak!

Dan saya lagi gak ngomongin kopi yang mengandung bersendok-sendok gula ya..

Berapa takaran meminum kopi yang aman?

Ya, benar.

Kopi juga membawa efek samping. Jadi memang harus bijak mengonsumsinya.

Buat orang dewasa yang sehat (tidak ada masalah kesehatan khusus) disarankan meminum kopi sekitar 300mg-400mg setiap harinya. In takaran umum agar tidak mendapatkan efek yang berlebihan dari kopi. Walaupun ada juga yang mengatakan boleh sampai 500mg.

Kembali lagi ke masalah kepekaan tubuh kita terhadap kafein. Toleransi tubuh setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Belum lagi jenis kopi juga beragam dan zat kafein yang terkadungnya juga bisa bervariasi.

Kalau agak bingung dengan penghitungannya, sebaiknya tidak mengonsumsi kopi lebih dari 4 gelas per harinya.

Kalau bisa punya jadwal yang tepat kapan harus meminum kopi supaya gak jadi overdosis. Kalau sudah meminum saat sarapan, sebaiknya mendapatkan kopi paling cepat sekitar jam makan siang atau setelahnya. Satu lagi mungkin bisa dilakukan di sore hari.

Buat yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya jangan minum kopi yang mendekati jam tidur ya. Hati-hati malah jadi bergadang dan mikiran masa lalu semaleman. Ehem.

Jadi balik lagi, kenapa pagi hari adalah waktu terbaik mengonsumsi kopi? Karena pagi adalah waktu yang sangat krusial dan mempengaruhi mood seharian. Kalau malam, waktunya tubuh lebih rilek dan beristirahat. Ya, gak?

 

Tips Sehat: Menjaga Cairan Tubuh dengan Ion Water Rendah Kalori

Pernah gak sih saat habis olahraga rasanya lidah terasa agak pahit dan bawaannya mau minum terus? Katanya ini gejala dehidrasi. Jadi sebaiknya perlu kembali menyeimbangkannya lagi dengan kembali mengisi cairan ke dalam tubuh.

Iya, minum. Bukan makan, ya.

Seringkali kita terkecoh. Yang diminta tubuh apa, tapi pesan yang sampai ke otaknya beda lagi. Apalagi kalau di depan mata ada tukang bubur ayam. Saat perut kenyang, minum pun sering malas. Padahal tubuh masih membutuhkan cairan untuk kembali stabil.

SEHAT ADALAH SEIMBANG

Bagi saya sehat itu adalah seimbang. Antara makanan yang masuk dan dibakar harus seimbang. Nutrisi yang dikonsumsi harus seimbang. Olahraga dan makanan yang dikonsumsi sebaiknya seimbang. Bahkan cairan tubuh pun harus tetap seimbang.

Balik lagi ke masalah hidrasi. Jika kamu sudah minum air putih yang cukup banyak namun tetap haus. Kemungkinan tubuh memberi gejala dehidrasi. Minum selain air putih saja belum tentu cukup.

Begini…

Tanpa disadari saat kita duduk di dalam ruangan ber-ac tubuh kita sebenarna sudah mengeluarkan keringat. Namun memang keringat kita cepat menguap jadi memang tidak sempat nampak. Dan karena dingin, jadi rasa haus tidak terlalu terasa.

Tapi tetap cairan tubuh kita sebenarnya sudah berkurang.

Oleh karena itu kita disarankan minum air putih minimal 8 gelas sehari. Namun, keringat itu bukan hanya saja cairan, namun juga zat elektrolit di dalamnya. Jumlah ion di dalam air putih belum tentu mencukupi yang diperlukan tubuh.

Memang tubuh manusia terdiri dari 70 persen air, tapi seiring bertambahnya usia jumlahnya semakin berkurang. Saat dewasa, kadar cairan untuk wanita jumlahnya cenderung lebih sedikit dari pria (Pria 60%, Wanita 55%), dan bisa semakin menipis seiring bertambahnya usia.

Cairan tubuh kita BUKAN HANYA SAJA AIR, namun juga mengandung komponen sel, gula, protein, dan ELEKTROLIT. Semua itu didapatkan dari apa yang kita konsumsi.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bisa beraktivitas dengan lancar, maka kita harus memastikan setiap komponen cairan dalam tubuh untuk tetap seimbang.

Elektrolit adalah komponen yang memiliki muatan positif dan negatif ketika larut dengan cairan di tubuh. Setiap elektrolit memiliki fungsi masing-masing di dalam tubuh, yang pastinya diperlukan untuk kita beraktivitas. Bahkan untuk diam dan hanya otak saja yang bekerja pun memerlukan muatan-muatan ini.

Elektrolit memang seringkali berubah-ubah, namun sebaiknya kadarnya tetap seimbang. Cairan di dalam tubuh ada yang di dalam sel dan di luar sel; kadarnya pun sebaiknya tetap konsisten. Elektrolit ini yang berfungsi untuk menjaga jumlah cairan tubuh yang berada di dalam sel maupun di luar sel agar tetap seimbang.

Jadi, saat kita duduk saja sebenarnya cairan tubuh sudah berkurang, lalu bagaimana jika kita malakukan aktivitas yang lain?

SEMAKIN BANYAK BERGERAK SEMAKIN BANYAK CAIRAN ION YANG DIKONSUMSI!

Jadi sangat wajar kalau habis olahraga terasa sangat haus. Itu bagian dari signal.

Habis olahraga paling enak minum Ion Water. Karena kan isinya bukan air putih biasa tapi ada muatan elektrolitnya juga.

Rasanya pun terasa lebih segar. Ketika menyentuh lidah dan kerongkongan. terasa nyesssss. Dan biasanya tubuh pun kembali lebih segar.

Lalu sebaiknya berapa banyak mengonsumsi minuman elektrolit?

SEMAKIN BANYAK BERGERAK SEMAKIN BANYAK CAIRAN ION YANG DIBUTUHKAN

Jadi sangat wajar kalau habis olahraga terasa sangat haus. Itu bagian dari signal.

Biarpun begitu, bukan berarti minum semaunya. Jangan sampai tubuh jadi kelebihan kalori. Sebainya selalu menngecek kadar kalori apa kita makan dan minum. Kalau minuman kemasan sebenarnya lebih mudah diukurnya karena tertulis pada labelnya pembungkusnya.

SEHAT ADALAH JUMLAH KALORI YANG MASUK DAN YANG DIBAKAR JUMLAHNYA SEIMBANG

Dengan rutin berolahraga bukan berarti bebas makan minum apa saja. Nanti malah gak seimbang.

Jangan sampai tekor sendiri. Jumlah kalori yang dikonsumsi sebaiknya gak melebihi jumlah yang dibakar.

Kalori adalah takaran energi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi. Energi diperlukan agar tubuh dapat bekerja dengan semestinya, sumber dari segala aktivitas yang dilakukan.

Namun, sebaiknya jumlah yang dikonsumsi tetap terukur agar dapat disesuaikan dengan yang dibutuhkan.

Tiap orang punya jumlah kebutuhan kalori yang berbeda. Untungnya pada hari Rabu lalu (25/10/2018) di acara Launching Water ION ada fasilitas mengecek jumlah kalori yang diperlukan. Data tersebut diambil setelah melakukan body analysis dengan mengukur berat badan sekaligus yang terkandungnya.

Hasilnya sih normal.

Walaupun saya membatin..

Loh kok habis race berat badan malah nambah?

Hasilnya memang sedikit ada kenaikan dibanding pengkuran pada tahun lalu. Tapi ya mudah-mudahan yang nambah ototnya ya, bukan lemak.

Menurut data, kebutuhan kalori saya setiap harinya adalah sebanyak 1400kkal. Ini adalah takaran minimal yang diperlukan, belum dihitung dengan jumlah aktivitas.

Saat pagi atau sore hari biasanya saya berlari minimal 30 menit dengan pace ringan atau moderat. Karena untuk dilakukan secara harian, saya memilh latihan ringan agar lebih cepat masa recovery-nya dan menghindari cedera. Latihan speed dilakukan hanya dilakukan maksimal 2 kali dalam seminggu.  Jumlah yang terbakar saat berlari selama 30 menit sekitar 200-250 kalori.

Jumlah kalori ini sama dengan mengonsumsi 200gr ikan segar.

100gr nasi putih memiliki 175kkal. Jadi kalau saya habis lari terus dilanjut makan 100gr nasi putih bersama ikan 200gr ikan segar, maka kalori yang terbakar akan langsung impas. Malahan lebih sedikit. Tidak ada ruang untuk ngemil-ngemil lagi.

Selain lari, saya juga suka bersepeda.

Jumlah kalori yang terbakar saat bersepeda selama 1 jam 3 menit dengan jarak 31,82km adalah 499 kalori.

Jadi saya bisa sarapan 50gr roti tawar (128kkal), 75gr telur dadar (188kkal), 100gr alpukat (85kkal), 150gr jus melon (35kkal), dan 200gr jeruk Sunkist (40kkal). Saya masih untung 23kkal.

Tapi ingat, makanan di atas diukur dalam porsi minimalis ya. Salah paham memang kerap terjadi sih gaes..

ION WATER DENGAN RENDAH KALORI ADALAH SOLUSI

Saat ini yang saya perlukan adalah minuman yang mengandung elektrolit, namun tetap dalam jumlah kalori yang sangat rendah. Jadi saya bisa mengonsumsi kapan saja tanpa takut kelebihan kalori, terutama gula.

PT Amerta Indah Otsuka pada pekan lalu (25/10/2018) meluncurkan ION Water ke pasaran. Ion Water adalah minuman ion dengan kadar kalori yang rendah. Minuman ini cocok untuk kita-kita yang sedang menjalani pola hidup sehat. Kita tetap bisa menjaga keseimbangan cairan tubuh, namun dengan komposisi rendah kalori.

Peluncuran produk ini sekaligus mendukung program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dalam upaya memasyarakatkan hidup sehat untuk Indonesia yang lebih baik.

Jadi saya merasa kehadiran Ion Water dapat mendukung dengan pola hidup yang sedang saya jalani:

BERUSAHA UNTUK LEBIH SEHAT.

Saya sendiri banyak dipengaruhi oleh teman-teman yang sudah menjalani perubahan untuk lebih sehat. Sekarang kan olahraga memang sedang tren. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Mintel. 3 dari 4 atau sebesar 75% masyarakat urban di Indonesia ingin memiliki pola makan yang lebih sehat dan 58% masyarakat urban Indonesia memiliki keinginan olahraga yang lebih banyak.

Semoga tren ini gak pernah padam ya.

Selalu ada alas an untuk melakukan perubahan. Namun saat sudah menjadi bagian dari perubahan tersebut, kita sudah tidak perlu alasan lagi.

Pentingnya Sarapan Bergizi dan Segelas Milo Baru untuk Anak Sekolah yang Aktif

Pernah menyadari gak betapa sibuknya anak kita dalam menghadapi 1 hari penuh? Ternyata energi yang dikeluarkan untuk aktivitas anak seharian seperti berlari setengah marathon.

DI BALIK SEMUA ITU ADA PERAN SIAPA BUIBUK?

Maminya lahhhh… (bisik-bisik biar papinya gak denger)

Farrel, kelas 5 SD.

Senin-Jumat anak ini belajar di Sekolah dari pukul 7.30 hingga 15.00. Sesuai permintannya, usai melahap pelajaran di Sekolah masih mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Ada 3 ekstrakuliluler yang diikuti oleh Farrel, yaitu Karate, Futsal, dan Robotic. Sisanya ikut pelajaran tambahan. Persiapan menghadapi kelas 6 SD.

Shayna, TK Besar.

Senin-Jumat belajar di Sekolah dari jam 8.00-12.00. Biarpun masih anak cimit, tapi anak ini gak mau kalah sibuk sama kakaknya. Senin dan Jumat dia ikut Taekwondo, sedangkan tiap selasa ikut kegiatan Drum Band.

Tiap pulang sekolah tepar dong ya. Jadi pasti anak ini tidur siang dari masih perjalanan menuju ke rumah. Seakan mendapat tenaga baru, sore harinya adalah waktu bermainnya anak ini yang gak jauh-jauh dari aktivitas fisik: renang, basket ball, atau sepeda.

Ya mungkin meniru dari mamanya juga yang tiap hari sibuk ngejar keringet. Katanya anak ini kan peniru yang baik. Alhamdulillah sih kalau anak-anak jadi pada suka olahraga. Karena olahraga bukan hanya bermanfaat secara fisik, namun juga psikologisnya.

Saat hadir di peluncuran MILO BARU DENGAN 25% GULA LEBIH RENDAH Rabu kemarin (3/10/2018) di Hotel Fairmont Jakarta, Mury Kuswari, S.pd, Ms.i, Ketua Asosiasi Nutrisi Olahraga dan Kebugaran Indonesia, mengatakan anak yang rutin berolahraga bisa merasakan manfaatnya, seperti:

  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Menurunkan perasaan tegang.
  • Menurunkan tingkat depresi pada anak.
  • Menurunkan tingkat ketidakpuasan hidup,

Oleh karena itu penting banget aktivitas fisik untuk anak usia sekolah. Namun, tentu saja perlu didukung oleh asupan gizi yang seimbang agar tetap berenergi setiap hari. Karena ngasih uang jajan aja tentu bukan solusi.

PENTINGNYA SARAPAN UNTUK ANAK USIA SEKOLAH

Masih mengutip penjelasan Pak Mury di Peluncuran MILO Baru, menurut hasil penelitian…

Anak sekolah yang sarapan memiliki fungsi kerja otak yang lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan.

(Fulford, 2016)

Mendukung anak menjalankan pola hidup sehat dapat dimulai dengan makanan sehat dari rumah. Jadi wajar lah ya kalau ibu-ibu pagi-pagi agak riweuh demi nyiapin sarapan dan bekal sekolah anak.

Gapapa lah ya buk! Insya allah balesannya surga! Amiiiin!

TERUS SARAPAN YANG BAIK ITU YANG GIMANA?

*uhuk*

Di sini saya mau mencoba menjawab. Tentunya dengan mengutip kata pakar yang saat itu menjadi pembicara di sesi diskusi event MILO kemarin:

Sebaiknya dilakukan sebelum 9 pagi

Kalau dilakukan pukul 12 siang namanya makan siang ya buuuuu! Tapi ini terkait dengan sistem pencernaan kita. Tapi untuk anak yang sekolah sih pasti sarapan sudah dimulai sebelum pukul 7 pagi.

Anak kecil suka agak susah sih diajak makan pagi. Makanya saya lebih suka menyajikan makanan yang simpel namun bergizi.

Dapat memenuhi kebutuhan 15%-30% kebutuhan harian

Dengan ini saya menyatakan bahwa janganlah ngasih sarapan kerupuk pada anak. Ayo buibuk lebih effort lagi Dalam menyiapkan sarapannya. Anak saya pada suka roti, jadi memang tiap pagi saya siapkan sandwidch untuk mereka sarapan.

Farrel saat mengikuti Milo Run Kategori Kid Dash (2 Km) tahun 2016

Anak yang gak sarapan cenderung susah berkonsentrasi. Jadi sarapan ini memang perlu dalam memenuhi kebutuhan harian anak. Sarapan  sangat penting untuk menggantikan energi yang ilang saat anak kita tidur.

Memenuhi pola hidup sehat

Ngomong-ngomong soal pola makan, sudah beberapa tahun ini saya mengurangi konsumsi gula. Bukan total gak makan yang manis-manis, ya! Tapi mengurangi porsinya.

Karena anak adalah peniru yang baik, jadi saya mencoba untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat agar mereka bisa mengadopsinya juga.

Masalah pemenuhan gizi ini harus angat diperhatikan. Maka itu lebih baik menyiapkan kebutuhan gizi anak dengan sarapan dibanding mereka harus jajan sembarangan di luar.

MILO BARU DENGAN KADAR GULA LEBIH RENDAH

Konferensi Pers dan Peluncuran MILO Baru di Hotel Fairmont Jakarta

Maka itu saya bahagia saat PT Nestle Indonesia berinovasi dengan MILO baru yang memiliki kandungan gula 25% lebih rendah, lebih nikmat lebih bernutrisi. Karena siapa yang gak suka MILO?

Sarapan itu kan mestinya yang rasanya enak biar ada efek menyenangkan anak; jadi mereka juga bahagia sarapannya.

Sarapan sehat dengan MILO kadar gula lebih rendah

Pada tahun  2006, The Lancet menerbitkan sebuah penelitian tentang hubungan antara obesitas dan konsumsi gula. Para peneliti menemukan bahwa  anak yang mengonsumsi banyak makanan dan minuman manis memiliki kemungkinan besar mengalami obesitas.

Asupan gula pada anak ini kadang tak kasat mata loh. Jadi tanpa kita sadari ternyata konsumsi gula pada anak lebih banyak dari batas maksimal harian. Gaswat, kan!

Dampak gula buat kesehatan bisa sampai resiko depresi, jika konsumsinya berlebihan. Makanya jumlah yang dikonsumsi jangan sampai melebihi dari yang dibakar untuk dijadikan energi.

Dengan Nestle MILO yang sudah dikurangi kadar gulanya, maka saya lebih tenang memberikan minuman coklat kesukaannya anak-anak ini. Jadi angin segar juga buat ibu-ibu, kan?

Maminya gimana?

Maminya juga minum dong! Lumayan kan bisa buat nambah kalori sebelum lari pagi. Gak mau kalah sama anaknya. Hehe..

Sensasi Floating Yoga Pertama di Indonesia Bersama Pristine 8+

Kaki mulai geter-geter. Susah juga menjaga keseimbangan di atas matras yang bergoyang. Desiran angin menambah sesi yoga kali ini semakin menantang. Dalam keadaan menjaga tubuh untuk tetao sembang dan tidak nyemplung ke air, Hendri Take yang menjadi instruktur malah meminta kami melakukan dance pose. Gerakan yoga di mana beban tubuh banyak ditopang oleh satu kaki yang menapak pada matras yang terombang-ambil di atas air.

KATA SIAPA YOGA ITU GAMPANG? HAH?? HAHHH???

Sesi yoga kali ini memang beda dari biasa: Floating Yoga. Pertama kali ada di Indonesia. Acaranya diadakan di Tangkas Sport Center, Jakarta Barat. Jadi memang saya jauh-jauh dari Bekasi menuju lokasi untuk menebus rasa penasaran sekaligus mengenal sensasi yoga di atas air.

Bersama Hendri Take, instruktur yoga di #PristineFloatingYoga

Gerakan yoganya dilakukan di atas paddle board yang mengapung di atas air. Jadi bisa juga disebut floating mat. Ya, pastinya sangat menantang sih. Yoga di medan datar dan stabil aja masih terasa sulit, apalagi di atas matras yang bergoyang, kan?

Namun terkadang memang perlu mencoba hal yan baru asalkan gak berbahaya dan bermanfaat untuk tubuh kita. Variasi membuat hidup kita lebih berwarna dan terus bereksplorasi. Dengan yoga di atas air, misalnya.

Tantangan utama dari yoga di atas air adalah  untuk tetap stabil. Ketidakstabilan medan membuat fokus mesti lebih ditambah lagi. Kekuatan core kita lebih diuji.

Selain itu ada rasa takut untuk jatuh ke dalam air yang mesti dilawan. Walaupun saya sangat tau jatuh ke dalam air lebih tidak beresiko dibanding jatuh di atas permukaan keras, namun ada naluri untuk enggan jatuh. Ya, sebut saja ego.

NILAI TAMBAH DARI FLOATING YOGA

Floating Yoga untuk menyeimbangkan pikiran, raga, dan jiwa. (Foto: Zataligouw)

Manfaat dari Floating Yoga tidak mengurangi manfaat dari gerakan yoga yang lainnya. Tetap butuh fokus dan konsentrasi. Tetap memerlukan latihan yang berlanjut dan konsisten. Tetap memiliki tantangan. Tetap bermanfaat untuk keseimbangan pikiran, tubuh, dan jiwa.

Tapi memang buat saya yang baru pertama kali melakukan ini, terasa sangat sulit dilakukan. Bahkan untuk gerakan yang dianggap mudah atau sangat basic. Ada pikiran “Ah, mustahil banget ini!”. Apalagi saat harus headstand pose di atas paddle board-nya.

“Di floating yoga karena ditekankan lebih butuh konsentrasi dan keseimbangan jadi otomatis memerlukan kekuatan core yang lebih daripada  biasanya.” Jawab Hendri Take saat ditanya kelebihan yoga di atas air ini.

Selain ketenangan pikiran, yang membuat tubuh kita bisa seimbang dan stabil dalam melakukan gerakan yoga adalah “core”. Dengan permukaan yang dinamis, maka core akan lebih terlatih. Dengan kekuatan core, maka kita bisa mendapatkan tubuh yang lebih seimbang.

Jadi dengan dilakukan secara rutin, maka konsentrasi dan keseimbangan pun bertambah. Core pun lebih terlatih.

Di luar yoga yang lebih menantang, ini adalah hal baru buat saya. Saya merasakan lebih fun dan re-fresh. Berasa yoga di pinggir pantai. Apalagi saat itu dilakukan di sore hari. Yang ada pantulan mataharinya namun mulai ada teduh-teduhnya juga. Gak mantul kaya siang bolong.

Apalagi kan kami duduk di atas board yang mengapung di atas air. Ada bonus angin sepoi-sepoi. Ditambah lagi iringan musik yang kadang bikin semangat, kadang bikin pengen rebahan aja. Berasa lagi yoga di Bali.

There’s always good friendship in yoga.

Dan buat saya, acara yoga seperti ini bagus juga untuk bersosialisasi. Bersama orang-orang yang memiliki energi positif dan gak toxic. Ditambah lagi bisa temu kangen temen lama.

FLOATING YOGA PERTAMA DI INDONESIA

Yoga di sore hari bersama Pristine 8+. (Foto:Zataligouw)

Pertama kali dapat undangan acara ini, saya langsung menjawab “YA!”. Sejujurnya saya pun penasaran dengan floating yoga ini. The first experience of my life!

Jadi, Pristine 8+ menyelenggarakan acara yoga bersama dengan membawa tema floating yoga. Sesuatu yang baru dan inovatif, terutama di Indonesia.

Floating yoga sebenarnya puncak dari rangkaian acara Pristine 8+ Floating Yoga. Di acara ini saya pun jadi tau kalau Pristine 8+ bukan air mineral kemasan biasa. Selama ini sih asal ambil aja karena suka sama kemasannya.

Ternyata dinamakan 8+ karena memang air yang terkandung memiliki kadar PH <8  yang menjadikan Pristine 8+ hadir untuk menetralkan kadar asam berlebih dalam tubuh.

Karena walaupun sudah rutin berolahraga, bukan berarti tubuh kita ini baik-baik saja. Asupan yang dikonsumsi pun sangat berpengaruh. Saya ini pengonsumsi makanan pedas dan juga penikmat kopi setiap hari yang membuat resiko kadar asam dalam tubuh meningkat. Ini yang membuat tubuh jadi mudah sakit dan terganggunya proses pencernaan. Oleh karena itu mesti dinetralkan kembali.

Seiring dengan visi yang dibawa oleh Pristine 8+, maka dengan adanya yoga bersama diharapkan para pecinta yoga yang hadir dapat menyeimbangkan pikiran dan juga menetralkan asam tubuh dengan cara yang sangat inovatif. Tentunya manfaat ini tidak dapat dirasakan jika hanya sekali dilakukan. Jadi biar gak mubazir dan benar-benar terasa efek baiknya, sebaiknya dilakukan dengan rutin. Baik olahraganya, dan juga asupan yang dikonsumsinya.

Jadi, sudahkah kamu yoga hari ini?

Mendukung Atlet Indonesia untuk Asian Games melalui Media Sosial

Matahari semakin tak nampak. Saya nyaris menginjak seekor kodok yang berpose di atas jalur berahan karet berwarna merah bata. Ternyata bukan seekor kodok, tapi grup kodok.

Salah satu kenangan saya ketika berlari di Lapangan Madya, sebelum ditutup untuk umum karena tahap renovasi. Pada senin lalu (4/6/2018) kaki ini kembali menginjak jalur lari tersebut. Masih empuk, namun sudah bukan lagi lapangan tua yang banyak kodok. Bangunan yang dahulu entah itu untuk apa, kini menjelma menjadi tribun penonton yang luas dan tentu saja modern.

Saat dihubungi Mbak Aina dari Tim Komunikasi Menpora, saya langsung semangat. Bagaimana tidak, bisa mengunjungi Pelatnas dengan Bapak Menpora Imam Nachrawi adalah kesempatan langka bagi jelata seperti saya ini. Dan saya memang sangat menyukai olahraga, terutama lari. Dan ingin menebus rasa penasaran melihat kondisi lapangan Atletik sekarang.

Wefie dengan Pak Menteri, kapan lagi? (Kredit foto: Tim Komunikasi Menpora)

Nostalgia.

Bisa bertemu dengan masa lalu adalah nostalgia. begitupun melihat tempat biasa kita berlatih, biarpun cuma hore-hore.

Nostalgia juga saat saya bertemu dengan Perenang Putra Indonesia: Richard Sambera. Bagaimana tidak? Pada SEA Games 1997, Indonesia menjadi tuan rumah dan saya menyaksikan langsung beliau bertanding di Arena. Ketika itu saya masih SD kelas 6. Dan kemarin saya dapat melihat langsung bahkan ngobrol-ngobrol dan berfoto.

Bisa foto gini sama Richard Sambera aja udah seneng

Nostalgia juga saat bertemu dengan Alan Budikusuma. Masih ingat rasanya meletup-letup ketika Medali Emas direbut saat Olimpiade di Barcelona tahun 1992. Iya, saya sudah setua itu. Tapi waktu itu masih SD kok..

Milenial kenal Alan Budikusuma ga sih? Aku kenal dong!

Sejarah memang harus selalu dikenang, namun jangan lupa untuk terus membuat sejarah-sejarah yang baru..

Adik-adik yang sedang berlatih untuk Asian Games 2018 adalah bibit pencetak sejarah. Bahkan ada juga yang sudah menuliskan sejarahnya sendiri untuk Indonesia. Itulah yang saya rasakan saat melihat lebih dekat saat mereka berlatih.

BUKAN NYINYIR, TAPI MENYEMANGATI

Salah satu yang pengingat buat saya sendiri. Karena kadang mulut dan jempol netizen tuh jahat. Apa mumgkin kelebihan energi.

AKU TUH GAK KUWAT!

 

Saat mengintip atlet cabang olahraga Loncat Indah yang sedang berlatih, kaki saya malah ikutan ngilu. Gak terhitung lagi berapa kali harus terjung terus naik lagi dan diulang gak abis-abis. Kalau saya mungkin udah masuk angin.

Sesuai namanya, Loncat Indah dilakukan dengan meluncur dari ketinggian tertentu dengan cara yang sangat indah. Yang dilihat bukan hanya ketangkasan, tetapi juga keindahan. Tapi sedih juga kalau lihat atlet-atlet cabang ini tampil di tv nasional langsung di-blur sebadan-badan. Jadi gimana kita bisa lihat artistiknya pak.. buk..

Kredit Foto: Tim Komunikasi Menpora.

Belum lagi kalau sampai yang bawa-bawa agama. Ya kan namanya juga mau olahraga, bukan pergi pengajian atau ambil raport anak sekolah. Semoga di Asian Games nanti dama-damai aja ya.

Para atlet yang lagi menjalani latihan itu juga banyak yang puasa loh. Padahal latihan yang dijalani cukup berat. Mereka sahur dan buka gak sama keluarga. Kita sendiri tau lah nahan kangen sama keluarga itu berat.

MENGINTIP PERSIAPAN PARA ATLET UNTUK ASIAN GAMES 2018

Jadi gini.. saya kan gak hapal semuanya tapi dari tiga arena yang dikunjungi (Panahan, Akuatik, dan Atletik) jadi sempet ngintip dikit-dikit. Untuk Panahan, terdapat 16 atlet putra dan putri dari Indonesia yang kan bertanding nanti. Persiapannya sudah cukup matang karena diharapkan membawa minimal 2 medali emas.

Tanggal 21 April 2018 kemarin tim Panahan membawa pulang medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia Tahap Pertama di Shanghai, Tiongkok. Sementara itu, tanggal 20-26 Mei 2018 Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda Choirunnisa yang juga mengikuti kejuaraan dunia di Antalya, Turki. Pertandingan juga menjadi bentuk persiapan fisik dan mental. Nah, semoga di Asian Games nanti akan tampil gereget.

Untuk cabang olahraga Akuatik, Indonesia mengirimkan 8 atlet renang Indah, 9 atlet loncat indah, dan 2 skuat polo air. Targetnya sih Indonesia bisa membawa 1 medali emas, tapi ini memang ga mudah. Harus diakui persaingannya cukup ketat. Tapi usaha mah jalan terus kok. Bulan Mei 2018 kemarin, tim Renang Indah mengikuti latihan dan juga try-out ke Jepang.

Untuk tim Loncat Indah, Agustus nanti akan menjalani try-out ke Tiongkok. Sementara itu, tim Polo Air sendiri sudah mengimport pelatih dari Serbia, yaitu Milos Sakovic.

Dan bagaimana untuk Atletik?

Kita semua terpukau oleh penampilan dari atlet jalan cepat Hendro Yap, yang berhasil memecahkan rekor di cabang Jalan Cepat pada SEA games tahun lalu. Cabang Atletik berhasil meraih 15 medali dari cabang atletik di ajang ini. Keberhasilan ini membangkitkan rasa percaya diri Indonesia dapat kembali bersinar di Asian Games 2018 nanti.

Indonesia sendiri mengirimkan 16 atlet di cabang olahraga Atletik. Persiapan yang dilakukan sudah cukup matang. Bahkan atlet kita telah mendapat pelatihan khusus di Amerika Serikat selama satu bulan lamanya dengan Harry Marra sebagai konsultan.

Saat kami berkunjung, para atlet sedang melakukan pemanasan. Ada satu atlet wanita yang memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi dan atletis. Dia adalah Emilia Nova, atlet lari gawang 100 meter. Sayangnya saya dan teman-teman tidak ngobrol kebih lama karena Emilia harus fokus menjalani latihan.

Tamoak jelas badan yang terlatih dan yang tidak terlatih.

Tim Atletik Indonesia menargetkan untuk menggondol 2 medali emas. Agar lebih matang lagi menghadapi ajang Asian Games, tim Atletik kita akan menjalani pusat pelatihan di Korea Selatan pada tanggal 14-18 Juni 2018 nanti. Mereka yang berangkat dari disiplin nomor 100 meter dan 4x 100 meter putra, lari 110 meter gawang putra, lompat jauh putra, lari 100 meter gawang putri, dan tolak peluru putri.

TURUT BERKONTRIBUSI SESUAI KAPASITAS

Pak Imam Nachrawi mengajak para media dan penggiat media sosial ikut meramaikan #AsianGamesKita. Jika para atlet mengharumkan nama negeri dengan berlatih dan bertanding, kita sebagai bagian dari warga negara Indonesia juga ikut berkontribusi sesuai kapasitas yang dimiliki.

Para atlet Atletik bersama para blogger/vlogger/jurnalis yang sedang tur Pelatnas Asian Games 2018. (Kredit foto: Tim Komunikasi Menpora)

Saya ini bukan siapa-siapa, bukan atlet, dan minim prestasi. Bukan pejabat, artis, apalagi guru ngaji. Saya hanya rakyat jelata yang suka olahraga dan menulis.  Daripada cape nyinyir, lebih baik energinya dipakai untuk turut mempromosikan #AsianGamesKita.

Kesuksesan Asian Games 2018 nanti bukan hanya kerja keras pemerintah dan atlet, namun kita juga turut berperan. Tentunya sesuai kemampuan yang kita miliki. Gak bisa kaya berlari seperti Emilia Nova tapi kalau posting-posting mah bisa lah…

Boleh diintip akun media sosial saya @fitritash (Twitter dan Instagram) dengan hashtag #AyoIndonesia dan #AsianGamesKita. Oiya, silakan mampir juga ke bugaraga.com ya!