Processed with VSCO with  preset

Bermain Peran di Trick Art Gallery 3D

Hari minggu, yang juga merupakan hari terakhir dari rangkaian Brikpiknik sesi Bali. Pada saat itu mata masih terasa mengantuk dan perut tidak terlalu nyaman. Saat sampai di lokasi Trick Art Gallery 3D saya masih kurang bersemangat. Ketika turun dari bus, saya masih bergantung pada kacamata hitam untuk menutupi mata yang masih pantang terkena sinar matahari. Masih ngantuk berat!

Sampai ke dalam ruangan gallery, belum ada hal yang aneh. Dalam pandangan saya hanya jejeran lukisan di dinding dengan berbagai bentuk Objek. Impresi saya masih di level “oh”. Tapi saya melihat teman-teman semua bersemangat untuk bergantian mengambil foto. Rasa penasaran pun perlahan muncul. Akhirnya mencoba mengintip hasil fotonya dan KOK BAGUS!

Karena rasa kantuk mulai hilang dan perut yang mual sedikit membaik, saya langsung ‘ngintil’ para fotografer peserta brikpiknik. Serunya di brikpiknik adalah pesertanya banyak fotografer profesional yang dengan rela untuk dimintai foto. Trick Art 3D adalah sebuah trik lukisan tentang suatu objek yang menghasilkan ilusi 3 dimensi yang menakjubkan ketika sudah terekam dalam sebuah kamera. Kita juga bisa menyatu dengan objek dalam lukisan menjadi suatu cerita dengan ekspresi, gerakan tubuh, dan posisi yang tepat. Untuk yang memoto pun, posisi pengambilan gambar harus tepat agar ilusi yang dihasilkan bisa didapat.

Dengan bantuan fotografer handal Goenrock dan Jhones Gozali saya pun bermain peran di dalam galeri.

Putri Wanita Biasa yang Kesepian

Pada suatu hari…

Ada seorang wanita biasa yang mencari kebahagiaan. Dia merasa kebahagiaan bisa diraih dengan uang. Wanita tersebut  mencoba untuk mencari rezeki yang halal, yaitu…

mencari harta karun. Tapi gagal!

Bukannya ketemu harta karun, malah jembatan rusak. Huh!

Karena harta karun yang dicari tidak ditemukan, akhirnya dia mencari peruntungan lain: Jadi tukang cukur istana!

Setiap hari yang didengar obolan politik, bukanya skandal seks para pejabat, akhirnya si wanita itu pun mulai bosan. Padahal kalau dia dapat bocoran gosip kan bisa dijual ke media gosip. Gagal kaya!

IMG-20150920-WA0016[1]
Ngomongin politik mulu. Gue botakin aja deh!
Si wanita itu akhirnya merasa sepertinya uang memang bukan sumber kebahagiaan. Ya karena gak sukses juga sih. Dia jadinya lebih sering merenung. Setelah merenung tiga hari tiga malam dia pun inisiatif berdoa “Tuhan.. jikalau saya gak bisa kaya, tolong kasih jodoh aja. Saya Ikhlas!”. Sungguh inisiatif yang sangat telat. Kenapa harus nunggu tiga hari?

Setelah berdoa tiba-tiba ada secercah cahaya yang datang. Tiba-tiba tubuh wanita itu keluar sayap dan perlahan menuju ke angkasa dengan otomatis. Alhamdulillah bukan manual, karena si wanita biasa itu belum pernah terbang sebelumnya. Repot mindahin giginya. (krik!)

IMG-20150920-WA0018[1]
fly.. fly.. fly..
Setelah di angkasa dan melewati beberapa awan, sayapnya lenyap. Seperti cerita Cinderella yang kekuatan magisnya hanya sampai jam 12 malam. Dengan panik si wanita biasa itu teriak minta tolong. Kemudian ada Pegasus datang. Dengan kekuatan Pegasus yang putih dan gagah itu, si wanita biasa pun melayang.

“Apakah kamu jodoh saya?” , dan pegasus itu menjawab:

“Ya bukanlah, Bego!” dengan penuh emosi.

Kalau bukan jodoh, terus apa? TTM?

 

Pegasus perlahan menurunkan volume suaranya dan berbisik pada wanita biasa itu,  “Saya bukan jodoh kamu tapi bisa membantumu mendapat jodoh. Coba kamu pergi ke arah selatan dan mendekati gua di Hutan Amateus. Petunjuk jodohmu ada di sana.”

Mendengar perkataan tersebut si wanita biasa langsung sumringah. Esok harinya dia langsung pergi ke salon sebelum memasuki hutan belantara. Setelah sudah merasa cantik dan ciamik, maka wanita biasa tersebut dengan penuh percaya diri berjalan ke Hutan Amateus untuk mendekati gua yang dimaksud. Saat beberapa meter menuju gua, tiba-tiba ada seekor ular raksasa yang dengan tiba-tiba hadir di hadapan si wanita biasa. Wanita itu berputar arah dan berlari, sedangkan si ular malah semakin atraktif mengejar.

“PLIS LAH! KITA BUKAN JODOH! IKHLASIN AKU!” teriak si wanita itu kepada sang ular. 

KITA GAK JODOH!
KAMU BUKAN TIPE AKU!

Si wanita biasa itu pun akhirnya pasrah. Harus berlari keliling hutan melewati sungai dan rawa sungguh berat untuk wanita biasa yang jarang berolahraga. Wanita biasa itu menutup mata karena gak sanggup melihat dirinya digerayangi oleh ular yang perutnya gak sixpack. Saat mulut ular itu tepat di bibirnya, tiba-tiba tekstur bibir ular terasa berbeda. Lebih keras dan licin. Karena rasa penasaran lebih kuat daripada rasa takut, akhirnya dia nekat membuka mata. 

Loh, kok kamu jadi Ironman?
Loh, kok kamu jadi Ironman?

Ternyata si Ironman mengaku bahwa dia selama ini terkena kutukan mantan pacarnya. Kutukan itu terlepas saat ada wanita biasa yang menciumnya. Meski harus dipaksa. mereka pun akhirnya terbang bersama. Ternyata kalau siang sayap si wanita itu invisible.

Dan wanita itu pun akhirya menemukan kebahagiaannya. Tamat.

IMG-20150920-WA0019[1]

Processed with VSCO with  preset

Yoga Pose ala #Brikpiknik

Yoga disebut sebagai trend baru, meski yoga sendiri sudah ada sejak 5000 tahun SM. Yang menjadi ramai karena banyaknya inovasi-inovasi yoga yang diciptakan oleh sanggar-sanggar senam di negara barat untuk meningkatkan peminat. Di Indonesia sendiri sudah terkena wabah yoga yang sudah dimodifikasi, seperti acro-yoga, bikram, dan anty-gravity. Lalu bagaimana jika di #brikpiknik?

Di #Brikpiknik sesi Bali yoga dijadikan bahan konten oleh peserta group #Rela. Konsepnya adalah “relax.. anytime anywhere..” yang dituangkan dalam yoga pose. Di bawah ini pose yoga ala goup #rela yang hanya ada di #Brikpiknik!

IMG_9465
Bagi wanita, touch up itu penting! Meski di tebing.

 

IMG_9451
Paling enak santai sambil ngecengin bule yang lewat

 

Tuh Kan ada bule! Ganti posisi!

 

Namanya juga cewek cakep, lagi santai aja pasti ada yang moto. huft!
Namanya juga cewek cakep. Lagi santai aja ada yang motoin. Huft..

 

Baca buku? Minum kepala? Ini oencitraan! Biar diperhatiin bule yang lagi surfing.. #tetep
Ini hanya pencitraan! Ini lagi caper..

 

yogabali1
Lagi ngobrolin konsep #brikpiknik. jadi gini..

 

yogabali3
“It’s time to relax!” loh.. dari tadi emang ngapain?

 

LOH INI DI MANA?
LOH INI DI MANA?
Processed with VSCO with  preset

Serba Terpaksa di #Brikpiknik ke Bali

Perjalanan bersama #brikpiknik tidak terasa sudah satu bulan lebih, dimulai dari Malang-Bromo, Jogja, dan yang terakhir adalah Bali. Pulau Bali sebagai sesi terakhir dari tiga sesi kelas #brikpiknik melengkapi rangkaian #brikpiknik sebelumnya. Setelah puas menikmati sunrise di Gunung Bromo, berenang di sungai kali Oyo di hari yang cerah, hingga pada akhirnya TERPAKSA harus menikmati keindahan sunset di Pantai Balangan.

Terpaksa menjadi peserta

IMG_9362

Di dua kelas #brikpiknik sebelumnya saya dikenal sebagai “Minah”. Mimin #brikpiknik perempuan yang cerewet dan semena-mena kepada para peserta. Disaat yang lain mengerjakan tugas yang diberi deadline singkat, saya bisa memanfaatkannya dengan tidur. Sungguh (terlihat) nikmat menjadi mimin. Sebagian tugas mimin bisa dibaca tulisan saya sebelumnya di sini.

Pada kamis sore di sesi wawancanda terakhir, ada satu nama mysterious guest yang belum juga dibuka oleh pak Kepsek #brikpiknik, yaitu Om Ded. Saya bingung kenapa peserta terakhir ini harus dirahasiakan? Sempat terlintas bahwa Pak Kepsek belum dapat peserta. Sampai akhirnya beberapa notif twitter masuk. Loh, kenapa saya disebut-sebut?

Siapa sangka kalau saya sendiri yang menjadi peserta terakhir di #brikpiknik kelas C. Loh, kok bisa mimin jadi peserta?

Walaupun sempat bingung di awal tapi saya menyambut dengan suka cita. Kapan lagi mendapat kesempatan untuk merasakan kegiatan peserta #brikpiknik yang menghebohkan semua lini sosial media dengan konten-konten kreatifnya. Saya pun TERPAKSA untuk tidak menolak.

Terpaksa mendapat partner ‘gokil’

Riyanni Djangkaru, sang petualang yang dengan gagah berani menerjang hutan dan lautan kini ada di grup saya. Anggota Group lainnya juga gak kalah random, seperti Fahrizal Tawakal, Jhines Gozali, dan Acel Gunadirdja. Group ini pun diramalkan akan mendapat juara satu dalah hal: mendapat hape politron 4G.

Seperti nama grup kami yaitu #Rela, kami berkomitmen untuk TERPAKSA relaks.

“Mumpung Bali, Bro!”

IMG_9454

IMG_9451

Terpaksa menikmati keberagaman pantai di Bali

Bayangkan, di saat orang-orang aktif pasang status “rindu pantai”, saya dan para peserta lainnya malah TERPAKSA harus menikmati keindahan empat pantai di Bali! Dimulai dari Pantai Pandawa. Kira-kira enaknya ngapain kalau dikasih pantai senyaman ini?

IMG-20150922-WA0014[1]

Tidak hanya itu, saya dan lainnya pun TERPAKSA harus merasakan keindahan sunset di pantai Balangan. Pantai yang seksi di Uluwatu ini memang dijadikan salah satu destinasi para fotografer mengejar sensualitas langit yang sedang menenggelamkan matahari. Pantang ada cinta ditolak di Pantai Balangan. Kira-kira begitu ungkapannya.

IMG-20150922-WA0017[1]

Setelah kenyang menikmati sunset, kita TERPAKSA dikenyangkan dengan aneka seafood yang dihidangkan di pinggir pantai Jimbaran. Ini kok #brikpiknik maksa banget bikin kita semua hepi!

Esok harinya masih ada keriyaan dengan latar pantai. Kali ini tidak hanya dikenyangkan dengan pemandangan dan suara ombak di pinggir pantai, tetapi kita bisa langsung bermain di atasnya. Ada berbagai macam pilihan watersport, dari mulai banana boat hingga parasailing. Kami pun TERPAKSA basah!

IMG-20150925-WA0003[1]

Ada alternatif buat kamu yang bermasalah dengan air laut.

Tada!

IMG-20150925-WA0000[1]

Terpaksa tambah kreatif

Yang membedakan #brikpiknik dengan kegiatan piknik lainnya adalah selain untuk hore-hore, ini adalah event untuk sharing ilmu dan mempelajari hal baru untuk membuat konten kreatif. Dari #brikpiknik saya menjadi tahu bahwa untuk membuat video tidak harus ribet gadget khusus. Bahkan Daus Gonia dan timnya dari grup #Baper berhasil membuat video seru hanya dengan app yang dadakan diunduh di smarthone. Itu pun baru dipelajari hari itu, dengan kesempatan hanya satu jam edit.

Tapi kenapa mesti Daus sih?

239b2f36bda20375bc2929a97cd41b89[1]

Terpaksa kerajingan posting

Salah satu tantangan adalah bagaimana tetap update di setiap kunjungan. Saya dan seluruh peserta #brikpiknik harus dengan gesit update kegiatan di semua lini sosial media untuk meramaikan kegiatan #brikpiknik ini. Sayang kan, kalau kegiatan seru kami hanya menumpuk di storage device tanpa bisa “pamer”?

Untungnya kami dibekali pulsa dari Indosat untuk menikmati paket data sepanjang kegiatan #brikpiknik. Browsing, posting, download app sangat cepat. Kami pun TERPAKSA untuk gesit!

Terpaksa bawa pulang gadget

Tujuan utama ikut #brikpiknik adalah menambah teman baru dan bertemu idola. Ada beberapa dari anggota yang sebelumnya baru melihat di sosial media tanpa pernah bertemu langsung. Di sini selain bisa bertemu juga mendapat ilmu baru dari para senior.

Ternyata selain ditambah bonus keindahan alam dan melakukan hal yang seru, kami juga DIPAKSA untuk membawa pulang gadget dan pulsa dari Indosat.

IMG_20150923_111652_1442982419629[1]

Terpaksa di antara kalian

Di suatu perjalanan menuju pantai Balangan, ada dua ibu-ibu alumni salah satu TV swasta ternama yang duduk di sisi kanan dan di sisi kiri saya. Alhasil saya TERPAKSA ikut terseret dalam bahasan dua ibu-ibu ini karena topik mereka yang sangat inspiratif.

“Rara Riana Kalsum apa kabar?”

Processed with VSCO with  preset

Dibalik Wawancanda #brikpiknik

“Brikpiknik itu apa sih?”

Pertanyaan yang pertama saya dapatkan ketika menjadi salah satu mimin @brikpiknik. Waktu itu follower di @brikpiknik belum mencapai 100. Miminnya ada tiga, yaitu Deddy Avianto (Kepala sekolah), Abenk (Sebagai Mince), dan saya sendiri (Sebagai Minah).  Pertanyaan itu tidak langsung dijawab, tapi mengajak para penggiat sosial media untuk menyimak sendiri linimasa @brikpiknik. Deddy Avianto, atau akrab disapa “Omded” membuat sesi wawancanda dengan para peserta #brikpiknik yang sudah terpilih untuk meramaikan linimasa pra piknik. Selain itu supaya para peserta yang random bisa sekalian saling berkenalan. Setiap hari ada dua peserta yang menjadi mengisi wawancanda, dan diramaikan oleh peserta yang lain. Sesi terakhir baru Omded #brikpiknik dan Hera Laxmi Devi atau akrab disapa dengan Mbak Devi (Division Head of Digital Marketing PT Indosat Tbk) yang memecah rasa penasaran penggiat sosmed tentang #brikpiknik.

27dade0d96b8c365151051a627e30b79

Dinamakan wawancanda karena selalu ada canda dalam wawancara. Pada akhirnya ini menjadi ajang seru-seruan para peserta untuk saling berinteraksi, walaupun mungkin sebenarnya belum pernah ketemu bahkan belum saling mengenal. Wawancanda juga dibuat agar saat piknik terselenggara sudah tidak ada kekakuan lagi. Setelah wawancanda selalu ada kuis yang berkaitan dengan wawancanda. Ada voucher @indosatmania senilai 50.000 rupiah untuk 5 pemenang yang terpilih setiap harinya. Buat para kuis hunter, mereka pasti ready banget nih!

Pada awal-awal wawancanda mungkin follower belum terlalu paham tentang #brikpiknik. Tapi sudah ada bayangan jika #brikpiknik itu adalah kegiatan piknik karena topik wawancanda adalah persiapan peserta untuk piknik. Sampai pada sesi wawancanda dengan Omded dan Mbak Devi akhirnya makin terbuka dengan jelas apa itu #brikpiknik.

Jadi #Brikpiknik itu adalah kegiatan jalan-jalan yang juga sekaligus mengajak peserta untuk membuat konten kreatif yang disponsori @indosatmania. Oleh itu pesertanya terdiri dari Content Produser (Photografer, Videografer, Blogger) dan Influencer. Di sini juga pasti ada “Cah ayu”-nya yang membuat brikpiknik menjadi kemasan yang cantik. Setiap peserta dibekali minifig/brik untuk dikreasikan sebebas mungkin oleh peserta. Namanya juga “brikpiknik”, jadi seakan-akan brik yang sedang jalan-jalan. Brik ini juga menginterprestasikan setiap peserta.

eff09e165323cb2519553abd946714c0 (1)

Persiapan Wawancanda

Untuk memasangkan peserta di topik wawancanda sudah keahlian Omded. Dilihat jumlah impression yang tercapai sih Omded ini kayanya paling jago “jodoh-jodohin” peserta. Traffic-nya pun sesuai yang direncanakan. Tinggal bagaimana kerja keras mimin lainnya untuk menemukan jadwal yang tepat. Ada yang bisanya siang, ada juga yang bisanya malam. Namanya juga pesertanya random. Tapi kan harus barengan!

Di sini saya appreciate Abenk alias Mince yang dengan giat japri peserta satu per satu. Walaupun sudah dapat jadwal peserta, tapi para mimin tetap harus rajin mengingatkan lagi. Jadi, maapin ya kalau para mimin ini bawel japri kalian. Kitanya juga kan dibawelin Omded hehe..  (ups!)

Sebelum wawancanda dimulai biasanya kita “ingetin” lagi via whatsapp. Kalau belum centang biru biasanya mulai panik. Jalan yang harus ditempuh adalah langsung telepon. Nah, pernah pas ditelepon masih gak diangkat. Makin panik kan?

Beberapa menit sebelum wawancanda dimulai akhirnya yang bersangkutan balas whatsapp. Ternyata dia baru bangun sodara-sodara..

Bagaimana dengan draft pertanyaan?

Mince dan Minah sudah di-brief Omded tentang pertanyaan-pertanyaan untuk sesi wawancanda. Tapi tidak menjadi patokan baku. Ada improvisasi dari para miminnya. Biasanya kita juga mencari tahu dulu background dari peserta. Harus kepo dulu dengan googling sana sini untuk mendapat profil peserta. Bahkan Scrolling TL akun sosmednya. Walaupun aslinya belum kenal tapi harus sudah “sok kenal” dengan para peserta yang mau diwawancanda. Alhasil seperti yang sudah kalian lihat di TL. Lalu apakah semua berjalan sesuai draft?

Simak sendiri deh 😀

Di balik Wawancanda Tayang

Mungkin yang terlihat di TL adalah para mimin dan para peserta sedang duduk santai bermain henpon dengan menyeruput segelas es teh manis. Aslinya adalah kita harus pandai mengatur tangan bagaimana bisa tetap beraktivitas dan bisa juga tetap bermain hape. Jika sesi wawancanda pada jam makan siang mungkin tidak terlalu sulit karena bisa sambil duduk tenang ngetwit sambil menikmati makanan, tapi lumayan sulit jika berlangsung malam.

Belum tentu pada jam tersebut peserta sudah duduk santai di rumah. Ada yang diburu waktu mau menonton film di bioskop. Jadi pas lagi wawancanda dia dan mimin saling kejar-kejaran supaya wawancanda bisa selesai sebelum film dimulai. Sering juga saat wawancanda sebenarnya peserta sedang dalam perjalanan pulang. Misalnya dalam satu pertanyaan bisa lama menunggu jawaban. Mimin biasanya sudah mulai cerewet di whatsapp karena mengingat durasi.

“Kak, jawab pertanyaan yang ini kak”

“Iya maaf lama. Aku sambil nyetir”

Duaaar!

Itu hanya sebagian contohnya saja. Banyak yang lebih random. Lalu bagaimana dengan para mimin?

Sebelum dimulai biasanya Mince dan Minah sudah “lempar-lemparan” siapa yang mau menjadi interviewer utamanya. Kalau salah satunya lagi sibuk artinya yang satu lagi harus bisa meng-cover keseluruhan wawancanda. Dari mulai sesi wawancanda hingga sesi kuis. Misalnya Mince harus meeting, berarti Minah harus bisa pegang kendali semuanya. Dari mulai memberi pertanyaan, menyauti, retweet-in, dan memberi kuis. Sebaliknya pun begitu. Kalau Minah sedang mengajar, biasanya Mince yang memegang kendali wawancanda. Walaupun begitu pernah juga harusnya bagian Minah tapi Mince harus turun tangan karena pas jamnya sudah mulai tapi Minahnya masih belum lempar pertanyaan ke TL. Minahnya ngapain?

Minahnya lagi sibuk mencari spot asik untuk bisa duduk wawancanda sambil mengasuh anak. Iya, saya memang sedang berada di mall untuk mengasuh anak sendirian. Karena gak mungkin dorong stroller sambil ngetweet (bahaya, kan?) jadi buru-buru mencari coffee shop yang sinyalnya bagus.  Pas sudah kondusif baru melanjutkan yang sudah dimulai Mince. Apakah sampai di situ sudah aman? Ternyata coffee shop-nya bersebrangan sama tempat mainan anak. Kalian pasti bisa mengira-ngira kan apa yang terjadi? Begitulah..

Begitu pun Mince, pernah tiba-tiba minta Minah lanjutin wawancanda. Ternyata selama sesi wawancanda Mince sambil gendong anaknya yang masih bayi. Ya namanya juga pulang kerja dan kangen anak. Kemudian anaknya nangis pas Mince sedang sibuk wawancanda. Nah, repot kan?

Jadi syarat utama jadi mimin wawancanda adalah: multi-tasking!

Kelas Baru, Mimin Baru

Dengan bertambahnya kelas, bertambahnya lagi peserta yang diwawancanda. Kelas A pun masih dilibatkan untuk meramaikan wawancanda. Tanpa diminta juga pasti mereka rusuhin sih. Banyak yang susah move on dari #brikpiknik. Mimin pun makin kerja keras untuk menyatukan jadwal semuanya.  Belum lagi arus TL semakin ramai dan jempol pun harus semakin gesit.

Di tengah kesibukan itu Omded tiba-tiba memasukkan dua nama sebagai mimin baru, yaitu Paw dan Debby. Untuk kelas B ada penambahan wawancanda offline, dimana Paw sebagai videografer dan debby sebagai host. Mereka memang paketan cocok sih ya. Selaij itu mereka juga membantu wawancanda online-nya. Duh, makasih banyak jadi Minah dan Mince benar-benar terbantukan.

Ada satu hari di mana jam wawancanda tidak cocok dengan jadwal miminnya (Mimin juga boleh sibuk kan? Masa peserta aja? :p). Dan Debby alias Neng Min yang take over wawancanda. Pasti makin bikin rame dong, terutama yang cowok-cowok. Semua tau lah siapa itu Debby Permata.

17e9509b5d5b2a5b7b7384ac76f68534

Ternyata kejutan bukan hanya sampai di situ. Ada Aam atau Enthong yang masuk ke dalam barisan mimin. Biar wawancanda offline semakin seru!

ae92b8e5ccfb7d37e0fa1a0863815e14 (1)

IMG_9206

 

Processed with VSCO with  preset

Kenangan Baru tentang Jogja di #Brikpiknik

Saat mendengar #brikpiknik ke Jogja, yang terlintas dipikiran saya adalah Malioboro, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Pantai Parangtritis. Ternyata masih banyak tempat wisata lain yang saya baru ketahui ketika ke Jogja tangal 4-6 September kemarin. Karena destinasi wisata kali ini merupakan tempat yang baru untuk saya, maka selamat datang kenangan baru!

Menikmati Keheningan di Jembatan Plunyon Kali Kuning

Ketika #brikpiknik sampai Jogja, langsung diantarkan oleh pemandu ke Jembatan Plunyon Kali Kuning. Ketika sampai saya tidak mengerti ini tempat apa. Sekilas hanya terlihat sebentuk hutan karena hanya ada pepohonan di kanan dan kiri jalan. Jalannya pun tanah dan berdebu, untuk itu kami diberi masker sebelum memulai perjalanan. Bahkan toilet pun tidak ada. Baru kali ini saya menemukan tempat wisata yang tidak menyediakan toilet.

IMG_9014
Foto bersama pertama #brikpiknik sesi Jogja di Plunyon

Kami pun berjalan setapak demi setapak dengan tetap menebak-nebak. Mungkin di dalamnya terdapat wisata out bond yang biasanya ada di tempat seperti ini. Kemudian yang kita temukan adalah sebuah jembatan yang telah rusak dan terlihat seperti bekas bangunan yang telah hancur. Ternyata ini adalah jembatan Plunyon Kali Kuning yang terletak di lereng selatan Gunung Merapi. Dulu ini adalah tempat wisata yang menarik, tetapi kawasan ini hilang ditelan erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Pantas saja saya melihat pepohonan yang hanya tersisa batang-batangnya, dengan daun yang sudah berguguran.

Kondisi Jembatan Plunyon saat ini
Kondisi Jembatan Plunyon saat ini
Pohon yang sudah terkena erupsi merapi
Pohon yang sudah terkena erupsi merapi
Plunyon di siang hari masih terlihat manis
Plunyon di siang hari masih terlihat manis

Suasana di sana tidak ramai, hanya tim #brikpiknik dan beberapa tamu lain. Tapi kita jadi bisa menikmati suasana alam yang hening dan penuh misteri. Kami pun dengan penuh semangat foto-foto di kawasan itu. Ada juga @sewadrone yang mengambil gambar dari atas. Ternyata pemandangan lebih seru jika dilihat dari atas. Jadi penasaran bagaimana bentuk asli Jembatan Plunyon ini sebelumnya. Hmm..

IMG_9025
Minifigure saya sebagai “minah” di #brikpiknik       

Menikmati Senja di Puncak Becici

IMG_9207

Kira-kira membutuhkan waktu satu setengah jam dari Plunyon ke Puncak Pinus Becici atau yang biasa dikenal dengan Puncak Becici. Tempat wisata di wilayah  Bantul yang menawarkan pemandangan alam dari atas bukit. Posisi yang menghadap ke arah barat menjadikan kawasan ini tempat yang tepat untuk menikmati senja.

IMG_9206
Tim mimin #brikpiknik menikmati keindahan hutan pinus

Ketika sampai kita disajikan oleh aroma khas hutan pinus. Pepohonan pinus yang dengan batang-batang yang tinggi dan dedaunan di puncak membuat tempat ini terasa teduh dengan pantulan sinar matahari yang masuk seperti bayang-bayang. Untuk mencapai Puncak Becici kita harus menyusuri jalan setapak di sekitar pohon pinus yang berdiri dengan begitu rapi. Hati-hati jika ingin memeluk pohonnya, karena pohon pinus disana telah disadap untuk diambil getahnya sebagai bahan dasar Gondorukem dan Terpentin.

foto session dengan pohon pinus
Foto dengan pohon pinus

Tidak melelahkan untuk mencapai puncak Becici. Di sana sudah disediakan bangku dari batang pohon yang bisa dipakai untuk bersantai. Ada juga ayunan yang bisa dipakai untuk sekadar bermain atau untuk foto-foto. Tersedia juga gasebo untuk yang ingin menikmati pemandangan sambil bersantai.

Ada @indahjelita yang sedang bersantai di Gasebo
Ada @indahjelita yang sedang bersantai di Gasebo
Dilarang nyampah!
Dilarang nyampah!

Keindahan di Puncak Becici ini membuat peserta #brikpiknik mengambil spot seru untuk berfoto. Setiap spot memberikan efek dramatis dika sudah tertangkap kamera. Saya sendiri tidak akan melepaskan kesempatan foto bersama senja dengan pose andalan.

Menunggu senja
Spot asik untuk menunggu senja

Bermain Air di River Tubing Sungai Oyo

Jika sebelumnya kita menikamati alam, sekarang saatnya bermain langsung dengan alam. River Tubing Sungai Oyo juga tempat wisata yang saya baru tau untuk trip ke Jogja. Saya sendiri berenang di sungai seperti ini adalah baru pertama kali. Kapan lagi berenang di sungai yang masih bersih seperti ini?

Sebelum bermain air di River Tubing, kami sudah dipakaikan pelampung sebagai perlengkapan utama. Selain itu juga disediakan ban karet untuk setiap orangnya. Disarankan untuk memakai sendal jepit berbahan karet supaya tidak licin ketika menginjak bebatuan. Ketika kami ke sana sedang musim kemarau jadi airnya tidak setinggi jika musim hujan dan bebatuan yang kami injak ini seharusnya tertutup air. Panjang sungainya sekitar 1.550m.

Awalnya kami bersemangat menaiki ban dan duduk bersantai. Karena sedang terik, sempat terpikir untuk pulang dulu membawa payung dan kacamata. Kok, repot ya?

Tim #brikpiknik menikmati pemandangan di Sungai Oyo di atas pelampung Karet
Tim #brikpiknik menikmati pemandangan di Sungai Oyo di atas pelampung Karet

Karena musim kemarau maka suasana airnya tenang, perjalanan pun jadi lebih lambat. Dengan kondiri air yang tenang seperti ini maka lebih asik dinikmati dengan berenang langsung ke dalamnya. Untuk yang tidak bisa berenang jangan kuatir, karena sudah memakai rompi pelampung.

cd65d5f6f5c3f6b3be81b2feb7538722
Tim #Brikpiknik akhirnya memilih terjun ke air. Byur!
Sebelum terjun setinggi 10 meter. Kok hepi banget, ya?
Sebelum terjun setinggi 10 meter. Kok hepi banget, ya?

Air memang memiliki efek magis. Seberat apapun beban pikiran dan rasa lelah, jika terkena air seketika semua itu hilang. Ditambah jika pergi kesana beramai-ramai, keseruan pun bertambah. Dari tiga lokasi yang dikunjungi, River Tubing memiliki yang benar-benar bisa membuat peserta #brikpiknik tertawa sangat lepas. Apalagi moment “loncat ke air” dari jembatan dan tebing yang sudah disediakan. Jabatan, pekerjaan, status, usia semua lepas di sana. Kita menjadi anak kecil yang “kegirangan” melihat air. Pantas ya, kalau di berita kebanjiran suka terlihat banyak anak kecil berenang. Tapi jangan ditiru, deh! Lebih baik berenang di River Tubing karena selain airnya masih natural, suasana alamnya membuat teduh dan memanjakan pikiran. Duh, Jadi bikin nagih!

Berpisah untuk Kembali di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1946

IMG_9167

Monumen dibuat untuk memperingati peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial atas kejadian di masa  lalu. Dengan maksud “menumpang” makna kenangannya, maka #brikpiknik juga mengadakan sesi foto bareng untuk perpisahan kelas B sesi Jogja. Terima kasih kepada #brikpiknik dan @indosatmania atas kenangan baru di kota Jogja. Kita berpisah untuk kembali!

Dah!
Dah!