Processed with VSCO with  preset

Kenangan Baru tentang Jogja di #Brikpiknik

Saat mendengar #brikpiknik ke Jogja, yang terlintas dipikiran saya adalah Malioboro, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Pantai Parangtritis. Ternyata masih banyak tempat wisata lain yang saya baru ketahui ketika ke Jogja tangal 4-6 September kemarin. Karena destinasi wisata kali ini merupakan tempat yang baru untuk saya, maka selamat datang kenangan baru!

Menikmati Keheningan di Jembatan Plunyon Kali Kuning

Ketika #brikpiknik sampai Jogja, langsung diantarkan oleh pemandu ke Jembatan Plunyon Kali Kuning. Ketika sampai saya tidak mengerti ini tempat apa. Sekilas hanya terlihat sebentuk hutan karena hanya ada pepohonan di kanan dan kiri jalan. Jalannya pun tanah dan berdebu, untuk itu kami diberi masker sebelum memulai perjalanan. Bahkan toilet pun tidak ada. Baru kali ini saya menemukan tempat wisata yang tidak menyediakan toilet.

IMG_9014
Foto bersama pertama #brikpiknik sesi Jogja di Plunyon

Kami pun berjalan setapak demi setapak dengan tetap menebak-nebak. Mungkin di dalamnya terdapat wisata out bond yang biasanya ada di tempat seperti ini. Kemudian yang kita temukan adalah sebuah jembatan yang telah rusak dan terlihat seperti bekas bangunan yang telah hancur. Ternyata ini adalah jembatan Plunyon Kali Kuning yang terletak di lereng selatan Gunung Merapi. Dulu ini adalah tempat wisata yang menarik, tetapi kawasan ini hilang ditelan erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Pantas saja saya melihat pepohonan yang hanya tersisa batang-batangnya, dengan daun yang sudah berguguran.

Kondisi Jembatan Plunyon saat ini
Kondisi Jembatan Plunyon saat ini
Pohon yang sudah terkena erupsi merapi
Pohon yang sudah terkena erupsi merapi
Plunyon di siang hari masih terlihat manis
Plunyon di siang hari masih terlihat manis

Suasana di sana tidak ramai, hanya tim #brikpiknik dan beberapa tamu lain. Tapi kita jadi bisa menikmati suasana alam yang hening dan penuh misteri. Kami pun dengan penuh semangat foto-foto di kawasan itu. Ada juga @sewadrone yang mengambil gambar dari atas. Ternyata pemandangan lebih seru jika dilihat dari atas. Jadi penasaran bagaimana bentuk asli Jembatan Plunyon ini sebelumnya. Hmm..

IMG_9025
Minifigure saya sebagai “minah” di #brikpiknik       

Menikmati Senja di Puncak Becici

IMG_9207

Kira-kira membutuhkan waktu satu setengah jam dari Plunyon ke Puncak Pinus Becici atau yang biasa dikenal dengan Puncak Becici. Tempat wisata di wilayah  Bantul yang menawarkan pemandangan alam dari atas bukit. Posisi yang menghadap ke arah barat menjadikan kawasan ini tempat yang tepat untuk menikmati senja.

IMG_9206
Tim mimin #brikpiknik menikmati keindahan hutan pinus

Ketika sampai kita disajikan oleh aroma khas hutan pinus. Pepohonan pinus yang dengan batang-batang yang tinggi dan dedaunan di puncak membuat tempat ini terasa teduh dengan pantulan sinar matahari yang masuk seperti bayang-bayang. Untuk mencapai Puncak Becici kita harus menyusuri jalan setapak di sekitar pohon pinus yang berdiri dengan begitu rapi. Hati-hati jika ingin memeluk pohonnya, karena pohon pinus disana telah disadap untuk diambil getahnya sebagai bahan dasar Gondorukem dan Terpentin.

foto session dengan pohon pinus
Foto dengan pohon pinus

Tidak melelahkan untuk mencapai puncak Becici. Di sana sudah disediakan bangku dari batang pohon yang bisa dipakai untuk bersantai. Ada juga ayunan yang bisa dipakai untuk sekadar bermain atau untuk foto-foto. Tersedia juga gasebo untuk yang ingin menikmati pemandangan sambil bersantai.

Ada @indahjelita yang sedang bersantai di Gasebo
Ada @indahjelita yang sedang bersantai di Gasebo
Dilarang nyampah!
Dilarang nyampah!

Keindahan di Puncak Becici ini membuat peserta #brikpiknik mengambil spot seru untuk berfoto. Setiap spot memberikan efek dramatis dika sudah tertangkap kamera. Saya sendiri tidak akan melepaskan kesempatan foto bersama senja dengan pose andalan.

Menunggu senja
Spot asik untuk menunggu senja

Bermain Air di River Tubing Sungai Oyo

Jika sebelumnya kita menikamati alam, sekarang saatnya bermain langsung dengan alam. River Tubing Sungai Oyo juga tempat wisata yang saya baru tau untuk trip ke Jogja. Saya sendiri berenang di sungai seperti ini adalah baru pertama kali. Kapan lagi berenang di sungai yang masih bersih seperti ini?

Sebelum bermain air di River Tubing, kami sudah dipakaikan pelampung sebagai perlengkapan utama. Selain itu juga disediakan ban karet untuk setiap orangnya. Disarankan untuk memakai sendal jepit berbahan karet supaya tidak licin ketika menginjak bebatuan. Ketika kami ke sana sedang musim kemarau jadi airnya tidak setinggi jika musim hujan dan bebatuan yang kami injak ini seharusnya tertutup air. Panjang sungainya sekitar 1.550m.

Awalnya kami bersemangat menaiki ban dan duduk bersantai. Karena sedang terik, sempat terpikir untuk pulang dulu membawa payung dan kacamata. Kok, repot ya?

Tim #brikpiknik menikmati pemandangan di Sungai Oyo di atas pelampung Karet
Tim #brikpiknik menikmati pemandangan di Sungai Oyo di atas pelampung Karet

Karena musim kemarau maka suasana airnya tenang, perjalanan pun jadi lebih lambat. Dengan kondiri air yang tenang seperti ini maka lebih asik dinikmati dengan berenang langsung ke dalamnya. Untuk yang tidak bisa berenang jangan kuatir, karena sudah memakai rompi pelampung.

cd65d5f6f5c3f6b3be81b2feb7538722
Tim #Brikpiknik akhirnya memilih terjun ke air. Byur!
Sebelum terjun setinggi 10 meter. Kok hepi banget, ya?
Sebelum terjun setinggi 10 meter. Kok hepi banget, ya?

Air memang memiliki efek magis. Seberat apapun beban pikiran dan rasa lelah, jika terkena air seketika semua itu hilang. Ditambah jika pergi kesana beramai-ramai, keseruan pun bertambah. Dari tiga lokasi yang dikunjungi, River Tubing memiliki yang benar-benar bisa membuat peserta #brikpiknik tertawa sangat lepas. Apalagi moment “loncat ke air” dari jembatan dan tebing yang sudah disediakan. Jabatan, pekerjaan, status, usia semua lepas di sana. Kita menjadi anak kecil yang “kegirangan” melihat air. Pantas ya, kalau di berita kebanjiran suka terlihat banyak anak kecil berenang. Tapi jangan ditiru, deh! Lebih baik berenang di River Tubing karena selain airnya masih natural, suasana alamnya membuat teduh dan memanjakan pikiran. Duh, Jadi bikin nagih!

Berpisah untuk Kembali di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1946

IMG_9167

Monumen dibuat untuk memperingati peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial atas kejadian di masa  lalu. Dengan maksud “menumpang” makna kenangannya, maka #brikpiknik juga mengadakan sesi foto bareng untuk perpisahan kelas B sesi Jogja. Terima kasih kepada #brikpiknik dan @indosatmania atas kenangan baru di kota Jogja. Kita berpisah untuk kembali!

Dah!
Dah!

 

Processed with VSCO with  preset

Menikmati Keindahan Bromo dengan Yoga

IMG_8675

Gunung Brahma atau yang lebih kita kenal dengan Gunung merupakan gunung suci oleh penduduk di sekitar, yaitu Suku Tengger. Gunung ini merupakan gunung yang masih aktif dan terakhir kali mengalami letusan pada tahun 2011. Kecantikkannya mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Wisatawan pasti tidak akan melewati keindahan langit yang terbentang di antara susunan pegunungan. Kemunculan matahari yang masih samar membentuk barisan jingga di langit pada pagi hari merupakan pemandangan yang sangat cantik. Suhu di Bromo pada malam hari hingga matahari tebit terasa sangat dingin. Wisatawan harus melapisi tubuh dengan pakaian yang hangat. Akan tetapi saat matahari semakin naik maka akan terasa terik. Jika daya tahan tubuh tidak dijaga maka akan mudah sakit. Sakit membuat kita kurang bisa menikmati suasana liburan. Pemandangan yang cantik pun akan sia-sia.

IMG_8501

Pagi hari adalah waktu yang sempurna untuk memulai yoga. Yoga dipercaya mampu membuat daya tahan tubuh lebih kuat dan stabil menghadapi berbagai perubahan cuaca.  Kita bisa menyerap banyak energi dari matahari yang memancar dan dinyamankan oleh udara yang masih sejuk. Lepaskan alas kaki dan rasakan pasir di Bromo. Posisi Inversion boleh dipilih karena permukaan alas yang lunak karena terdiri oleh pasir-pasir. Jika tubuh tidak kuat menopang pun kemungkinan untuk cedera lebih kecil. Untuk tempat seperti Bromo disarankan memilih gerakkan dengan posisi berdiri. Seperti latihan yoga pada umumnya, awali dengan pemanasan. Dimulai dengan namaskara, sambutan atau salam dalam memulai yoga. Satukan kedua telapak tangan yang saling menempel di depan dada dan pejamkan mata. Bernapaslah dengan teratur. Tingkatkan sensitifitas kelima panca indera. Fokus pada tubuh dan mencoba untuk menyatu dengan alam.

Pemanasan

Rentangkan kedua tangan ke atas dan satukan kedua telapak tangan. Bangun energi kemudian lepaskan dan lihat ke atas. Lihat jari-jari tangan yang berada di atas kepala dan buat semakin menjauh dari badan. Tubuh menekuk ke belakang. Rasakan peregangan pada tulang belakang dan bagian sekitar pinggang belakang hingga ke lowerback terasa lebih tertarik. Tahan posisi ini dengan mengatur ritme napas. Tiga puluh detik waktu yang cukup untuk kembali ke posisi awal. Pilih beberapa pose untuk peregangan, seperti Gomukhasana Arms atau posisi Gomukhasana dengan berdiri yang mampu membantu memperbaiki postur terutama posisi sekitar bahu. Regangkan juga sekitar leher dengan menekuk ke kanan dan kiri dan ke arah depan dan belakang.

IMG_8671

IMG_8676

Pembukaan dada dengan backbend pose

Memanfaatkan suasana bromo pagi, kita bisa memilih bberapa gerakkan untuk pembukaan dada. Serap pancaran matahari dan oksigen ke dalam tubuh. Lepaskan lelah dan stress. Gerakan-gerakan ini biasanya juga baik untuk terapi asma. Ada beberapa gerakkan untuk mendapatkan manfaat ini. Kuatkan kembali pijakkan kaki pada pasir. Tarik napas dan kencangkan bagian abdominal dan kunci, kemudian hembuskan napas perlahan dengan tubuh ke belakang secara perlahan hingga telapak tangan mencapai pasir. Tahan posisi ini dengan merasakan pancaran matahari yang menerpa wajah dan tubuh bagian depan. Rongga dada semakin terbuka dan manfaatkan untuk mengambil oksigen sebanyak mungkin. Selain menguatkan tulang belakang, posisi ini juga meregangkan tubuh bagian depan. Lepaskan segala sesuatu yang membebani kepala dan relaks. Fokus pada bagian core, pergelangan tangan, dan lowerback. Jangan pernah menahan napas dan sadari aktivitas pernapasan. Lakukan variasi gerakan ini dengan mengangkat kaki kanan dan kiri secara bergantian.

IMG_8680 (1)

Ada beberapa gerakkan lain untuk heart-opener pose. Camel Pose atau Utrasana dengan posisi berdiri juga bisa menjadi pilihan. Satu hal yang perl dicatat bahwa dalam gerakkan backbend ini selalu fokus pada core untuk tetap dalam keadaan terkunci. Jangan terlalu memaksa kemampuan tubuh, tetapi jangan juga dalam keadaan ragu-ragu. Yakin dan hati-hati, kemudian pasrahkan dengan pernapasan.

IMG_8672

Keseimbangan

Pasir yang tidak stabil akan membuat kita sulit untuk mendapat keseimbangan. Jadikan Bromo untuk melatih keseimbangan dengan lebih maksimal. Kunci keseimbangan adalah fokus. Lepaskan beban yang menempel di kepala dan fokus pada satu titik di depan. Kuatkan bandha (kunci) pada ketiga chakra utama. Bagian kaki terutama telapak kaki dan pergelangan harus lebih dikuatkan, seperti sebuah batang dan akar ada pohon yang tertancap pada tanah. Balance Pose  bermanfaat untuk menggiring pikiran hanya fokus pada saat ini. Lupakan masa lalu dan lepaskan keinginan di masa mendatang. Buat diri kita menjadi bagian dari alam. Jika tidak fokus dan terburu-buru maka akan sulit mencapai keseimbangan.

IMG_8670

IMG_8677

Penguatan

Untuk dapat menikmati keindahan Bromo di beberapa titik, seperti pasir berbisik dan lingkaran kawah, maka akan lebih baik untuk membangun energi lebih besar lagi. Power tidak terlepas dari keseimbangan, dan keseimbangan juga didukung oleh power. Pikiran yang tetap fokus pada napas dan core tetap menjadi kunci. Lakukan gerakkan yang memberi power untuk tubuh kita. Jika ingin enguatkan lengan dan pergelangan tangan, bisa melakukkan gerakkan arm balancing. Jika ingin menguatkan sekitar kaki dan paha dapat melakukkan gerakkan seperti Virabhadrasana atau warrior Pose.

IMG_8673

Bromo adalah wisata alam yang sangat indah, sempurnakan keindahan itu dengan menyatukan diri dengan alam.  Namaste!