Sensasi Floating Yoga Pertama di Indonesia Bersama Pristine 8+

Kaki mulai geter-geter. Susah juga menjaga keseimbangan di atas matras yang bergoyang. Desiran angin menambah sesi yoga kali ini semakin menantang. Dalam keadaan menjaga tubuh untuk tetao sembang dan tidak nyemplung ke air, Hendri Take yang menjadi instruktur malah meminta kami melakukan dance pose. Gerakan yoga di mana beban tubuh banyak ditopang oleh satu kaki yang menapak pada matras yang terombang-ambil di atas air.

KATA SIAPA YOGA ITU GAMPANG? HAH?? HAHHH???

Sesi yoga kali ini memang beda dari biasa: Floating Yoga. Pertama kali ada di Indonesia. Acaranya diadakan di Tangkas Sport Center, Jakarta Barat. Jadi memang saya jauh-jauh dari Bekasi menuju lokasi untuk menebus rasa penasaran sekaligus mengenal sensasi yoga di atas air.

Ini yang namanya Hendri Take, Coach yoga di #PristineFloatingYoga,

Gerakan yoganya dilakukan di atas paddle board yang mengapung di atas air. Jadi bisa juga disebut floating mat. Ya, pastinya sangat menantang sih. Yoga di medan datar dan stabil aja masih terasa sulit, apalagi di atas matras yang bergoyang, kan?

Namun terkadang memang perlu mencoba hal yan baru asalkan gak berbahaya dan bermanfaat untuk tubuh kita. Variasi membuat hidup kita lebih berwarna dan terus bereksplorasi. Dengan yoga di atas air, misalnya.

Tantangan utama dari yoga di atas air adalah  untuk tetap stabil. Ketidakstabilan medan membuat fokus mesti lebih ditambah lagi. Kekuatan core kita lebih diuji.

Selain itu ada rasa takut untuk jatuh ke dalam air yang mesti dilawan. Walaupun saya sangat tau jatuh ke dalam air lebih tidak beresiko dibanding jatuh di atas permukaan keras, namun ada naluri untuk enggan jatuh. Ya, sebut saja ego.

NILAI TAMBAH DARI FLOATING YOGA

Floating yoga untuk menyeimbangkan pikiran, raga, dan jiwa.

Manfaat dari Floating Yoga tidak mengurangi manfaat dari gerakan yoga yang lainnya. Tetap butuh fokus dan konsentrasi. Tetap memerlukan latihan yang berlanjut dan konsisten. Tetap memiliki tantangan. Tetap bermanfaat untuk keseimbangan pikiran, tubuh, dan jiwa.

Tapi memang buat saya yang baru pertama kali melakukan ini, terasa sangat sulit dilakukan. Bahkan untuk gerakan yang dianggap mudah atau sangat basic. Ada pikiran “Ah, mustahil banget ini!”. Apalagi saat harus headstand pose di atas paddle board-nya.

“Di floating yoga karena ditekankan lebih butuh konsentrasi dan keseimbangan jadi otomatis memerlukan kekuatan core yang lebih daripada  biasanya.” Jawab Hendri Take saat ditanya kelebihan yoga di atas air ini.

Selain ketenangan pikiran, yang membuat tubuh kita bisa seimbang dan stabil dalam melakukan gerakan yoga adalah “core”. Dengan permukaan yang dinamis, maka core akan lebih terlatih. Dengan kekuatan core, maka kita bisa mendapatkan tubuh yang lebih seimbang.

Jadi dengan dilakukan secara rutin, maka konsentrasi dan keseimbangan pun bertambah. Core pun lebih terlatih.

Di luar yoga yang lebih menantang, ini adalah hal baru buat saya. Saya merasakan lebih fun dan re-fresh. Berasa yoga di pinggir pantai. Apalagi saat itu dilakukan di sore hari. Yang ada pantulan mataharinya namun mulai ada teduh-teduhnya juga. Gak mantul kaya siang bolong.

Apalagi kan kami duduk di atas board yang mengapung di atas air. Ada bonus angin sepoi-sepoi. Ditambah lagi iringan musik yang kadang bikin semangat, kadang bikin pengen rebahan aja. Berasa lagi yoga di Bali.

There’s always good friendhip in yoga.

Dan buat saya, acara yoga seperti ini bagus juga untuk bersosialisasi. Bersama orang-orang yang memiliki energi positif dan gak toxic. Ditambah lagi bisa temu kangen temen lama.

FLOATING YOGA PERTAMA DI INDONESIA

Saya dan peserta Floating Yoga yang lainnya. (Foto: Zataligouw)

Pertama kali dapat undangan acara ini, saya langsung menjawab “YA!”. Sejujurnya saya pun penasaran dengan floating yoga ini. The first experience of my life!

Jadi, Pristine 8+ menyelenggarakan acara yoga bersama dengan membawa tema floating yoga. Sesuatu yang baru dan inovatif, terutama di Indonesia.

Floating yoga sebenarnya puncak dari rangkaian acara Pristine 8+ Floating Yoga. Di acara ini saya pun jadi tau kalau Pristine 8+ bukan air mineral kemasan biasa. Selama ini sih asal ambil aja karena suka sama kemasannya.

Ternyata dinamakan 8+ karena memang air yang terkandung memiliki kadar PH <8  yang menjadikan Pristine 8+ hadir untuk menetralkan kadar asam berlebih dalam tubuh.

Karena walaupun sudah rutin berolahraga, bukan berarti tubuh kita ini baik-baik saja. Asupan yang dikonsumsi pun sangat berpengaruh. Saya ini pengonsumsi makanan pedas dan juga penikmat kopi setiap hari yang membuat resiko kadar asam dalam tubuh meningkat. Ini yang membuat tubuh jadi mudah sakit dan terganggunya proses pencernaan. Oleh karena itu mesti dinetralkan kembali.

Seiring dengan visi yang dibawa oleh Pristine 8+, maka dengan adanya yoga bersama diharapkan para pecinta yoga yang hadir dapat menyeimbangkan pikiran dan juga menetralkan asam tubuh dengan cara yang sangat inovatif. Tentunya manfaat ini tidak dapat dirasakan jika hanya sekali dilakukan. Jadi biar gak mubazir dan benar-benar terasa efek baiknya, sebaiknya dilakukan dengan rutin. Baik olahraganya, dan juga asupan yang dikonsumsinya.

Jadi, sudahkah kamu yoga hari ini?

Review Matras Yoga: Happy Fit Eco Friendly

Seiring masih banyak yang bertanya pada saya mengenai rekomendasi matras yoga untuk pemula, jadi saya kembali menulis review seputar matras yoga. Kebetulan saya baru mencoba matras baru buatan lokal berbahan TPE, yaitu Happy Fit Eco Friendly Yoga Mat.

TPE (Thermal Plastic Elastomer) adalah paduan plastik dan karet. Simpelnya, matras yoga berbahan ini memiliki tekstur yang kuat namun fleksibel untuk dapat digulung atau dilipat. Bahan ini telah menjadi primadona karena terkenal dengan jenis matras yoga yang eco friendly.

Sebelum membahas lebih jauh, saya mau pamer dulu. Warnanya cakep banget ya!

Happy Fit Eco Friendly Yoga Mat memiliki dua lapisan warna.

Jujur nih…

Saya sebenarnya sudah punya matras yoga dengan bahan dan tekstur yang sama. Dan matras itu lama menjadi favorit saya karena ringan untuk dibawa-bawa dan juga memiliki cushion yang baik.

Buat para pemula, saya merekomendasikan matras yoga jenis ini!

APAKAH LICIN SAAT DIPEGANG?

Pertimbangan pertama para yogi memilih matras biasanya “Licin gak, ya?”. Matras yang licin memang mengurangin rasa nyaman dan jadi kurang konsen.

Hampir semua matras – yang mahal sekalipun– bisa terasa licin jika tangan sudah sangat berkeringat. Namun, kita bisa memilih yang paling sedikit rasa licinnya.

Makanya saya suka pegang-pegang teksturnya sebelum membeli. Kalau memang beli online, ya cari-cari review produknya.

Semoga review saya yang ini jadi bahan petimbangan teman-teman juga ya.. ehe..

Matras yoga berbahan TPE biasanya memiliki grip yang cukup baik. Jadi, masalah untuk tergelincir sepertinya lebih bisa diminimalisir.

Permukaan matras ini memiliki tekstur motif timbul, yang membuat tangan dan kaki kita lebih steady di atas matras. Lebih tertahan dari resiko geser.

Matras yoga yang baik membantu kita lebih stabil dalam melakukan gerakan

Namun, saat melakukan gerakan Adho Mukha Svanasana (Downward-Facing Dog Pose) memang agak sedikit geser. Berbeda dengan gerakan Plank Pose atau Head Stand Pose. Lebih steady. Begitu pun saat melakukan standing pose seperti warrior pose, kedua kaki cukup mantap menapak tanpa geser.

APAKAH CUSHION-NYA NYAMAN?

Buat yang mengalami masalah lutut, memang tidak disarankan memakai matras yoga dengan ketebalan di bawah 6mm. Semakin tebal tentunya semakin baik karena mengurangi penekanan ke lutut.

Tetapi… semakin tebal matras yoga biasanya mengurangi keseimbangan saat melakukan gerakan. Karena lebih goyang. Coba saja berdiri di atas bantal. Kaki kita seperti berada di atas kapal laut yang berombak: Oleng ke kanan dan kiri.

Matras yoga 6mm cukup nyaman untuk menopang lutut

Happy Fit Eco Friendly ini memiliki ketebalan 6mm. Buat saya sih ukuran ini pasling pas.

Dengan ketebalan seperti ini, bagian tubuh untuk menopang cukup merasa nyaman, namun masih bisa menjaga tubuh untuk tetap seimbang dan stabil saat melakukan gerakan tertentu.

Tapi… tingkat kekuatan lutut setiap orang berbeda nih!

Apalagi yang memang memiliki maslaah di bagian tersebut. Jika memang matras yoga dengan ketebalan 6mm masih terasa sakit, bisa memilih matras yoga dengan ketebalan 8mm.

APAKAH BISA DIPAKAI DALAM WAKTU YANG LAMA?

Pertanyaan ini saya masih sulit menjawab karena matras ini menjadi teman berasana saya baru satu bulan lamanya.

Menurut penerawangana saya, sepertinya sih akan bertahan sampai satu tahun ke depan dan selanjutnya. Karena bahan ini sangat mirip dengan matras saya yang lainnya dengan bahan TPE juga (Masih keukeuh gak mau nyebut merek biar gak ada pihak yang sakit hati heheh..).

Tingkat disiplin kita dalam menyimpan dan membersihkan matras yoga juga berpengaruh pada kekuatan bahan. Saat melakukan gerakan yoga, tubuh kita akan mengeluarkan keringat dan menempel pada matras. Bakteri suka pada tempat yang lembab.

Jadi… sebaiknya matras yang habis dipakai langsung dibersihkan kembali. Jika memang tidak bisa rutin setiap hari, minimal langsung dilap kembali hingga kering. Jadi matras kita tidak lembab.

Hindari terkena paparan sinar matahari langsung. Menjemur langsung di bawah sinar matahari akan membuat bahan matras kita kering dan rusak. Duh, sayang kan matrasnya!

Kalau mau dijemur sebaiknya tidak lama-lama. Di dalam ruangan dengan paparan suhu AC harusnya cepat kering juga sih.

Matras Happy Fit Eco Friendly ini biasanya saya lap dan dikeringkan di dalam ruangan. Dan dalam hitungan detik langsung kering kembali. Jadi saat saya gulung sudah tidak meninggalkan basah.

Matrasnya cepat kering karena sebenarnya matras ini berbahan closed-cell, yaitu tidak menyerap  air. Jadi  keringat yang mengalir tidak mengendap ke bagian dalam matras. Ini yang membuat matras bisa lebih bertahan lama.

APAKAH HARGA CUKUP BERSAHABAT?

Setiap teman yang menanyakan matras yoga, hal pertama yang saya tanya adalah:

Budget-nya berapa?

Jadi gini..

Saya juga masih mikir-mikir kalau harus membeli matras yoga yang terlalu mahal. Namun, demi kenyaman melakukan gerakan yoga, kualitas matras yoga gak mau saya kesampingkan.

Bahan TPE ini menjadi favorit saya, akan tetapi biasanya memang memiliki range harga di atas 500 ribu rupiah. Saya gak bilang murah tapi gak bilang mahal juga. Karena tidak sampai jutaan rupiah.

Tetapi buat pemula biasanya masih lumayan mikir beli matras harga segitu, kan?

Jika kamu mengintip web resmi Happy Fit Indonesia, harga matras yang saya pakai senilai Rp.380.000. Mengingat harga bisa berubah, asaya sarankan langsung meluncur dan cek sendiri.

Harga ini setengah harga dari matras saya sebelumnya yang memiliki bahan yang sama. Satu matras terdiri dari 2 warna. Ada 7 piilihan warna. Kalau yang saya pakai warna tosca-green.

Sebenarnya ada beberapa pilihan bahan untuk matras yoganya. Ada yang berbahan dasar PVC dan NBR dengan beberapa pilihan warna. (Bisa googling apa itu PVC dan NBR)

Nah, sekian review matras yoga tema Happy Fit Eco Friendly. Semoga membantu ya…

Gerakan Yoga untuk Mengusir Lemak Perut Sisa Lebaran

Siapa yang sanggup menolak makan ketupat dan opor ayam di hari pertama lebaran? Belum lagi kaastengel dan nastar dalam toples tampak menggoda. Lalu bagaimana dengan lemak di perut?

Buat yang tidak tahan untuk tidak menyicipi hidangan khas setahun sekali ini mari kita berdoa berolahraga bersama-sama agar lemak dalam hidangan tersebut tidak berlama-lama mendekam di dalam perut. Apalagi yang sudah usaha mati-matian sepanjang tahun ini dengan berolahraga demi menjalani pola hidup sehat dan membuang lemak-lemak yang membandel.

Terkadang saat merayakan hari raya terasa tidak nyaman dalam perut. Bisa jadi karena pola makan di hari raya yang seringkali membuat khilaf. Namanya juga sedang merasakan euforia lebaran. Ada beberapa upaya supaya kandungan tersebut tidak meninggalkan efek yang buruk adalah:

1. Memenuhi kebutuhan serat makanan dengan buah-buahan

Awali hari kamu dengan mengonsumsi buah. Pilih buah-buahan yang tinggi serat seperti pepaya, jeruk, apel, dan pir. Buh-buahan seperti pisang dan alpukat juga kaya akan serat dan dapat meningkatkan energi dalam tubuh kita. Buah-buahan juga kaya akan vitamin yang membantu menjaga daya tahan tubuh selama hari raya.

2. Memperbanyak minum air putih

Jika hari-hari biasa kita biasa mengonsumsi air putih sebanyak 6 gelas sehari, untuk hari raya ini bisa menambahkan porsinya. Terutama yang sedang merasa sembelit. Air putih dapat membersihkan usus dan membuang zat-zat yang tidak baik untuk tubuh. Minum air putih dapat meningkatkan sistem metabolism sebanyak 14%.

3. Berolahraga

Olahraga dapat membantu meningkatkan aliran darah dalam tubuh, termasuk sistem pencernaan. Dengan menggerakkan tubuh, saluran pencernaan kita pun menjadi tidak malas dan tetap berkerja. Dengan berolahraga, kita bisa mengindari masalah-masalah yang terjadi pada perut, seperti kram perut, kembung, mulas, ataupun sembelit. Selain itu juga dapat meluruhkan lemak-lemak dalam tubuh. Memang di saat hari raya ini kita mesti pintar-pintar mengambil waktu untuk berolahraga. Jika memang ada waktu yang cukup banyak, yoga di dalam kamar bisa menjadi pilihan terbaik.

GERAKAN YOGA UNTUK MENGUSIR SISA LEMAK OPOR AYAM DI PERUT

Apapun makanannya, jika pencernaan kita baik maka efek untuk tubuh tidak terlalu besar. Jadi usahakan untuk membuat pencernaan kita selalu sehat. Berikut gerakan yoga yang saya rekomendasikan untuk melancarkan sistem pencernaan dan menghindari penumpukan lemak pada perut:

Vajrasana (Diamond Pose)

Vajrasana atau juga dikenal dengan diamond pose adalah gerakan yoga yang baik dilakukan setelah makan. Posisi duduk ini dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan membantu mengatasi masalah konstipasi.

Bantu posisi tulang punggung dalam keadaan tegak lurus. Kedua tangan berada di atas masing-masing lutut. Tutup kedua mata dan tarik napas yang dalam dengan perlahan dari kedua hidung. Kemudian buang kembali napas dari hidung dengan perlahan dan lembut. Lakukan selama 5-10 kali sebagai bagian pemanasan untuk lanjut ke gerakan yoga berikutnya.

Jika ingin melakukan ini untuk melancarkan sistem pencernaan setelah makan, lakukan vajrasana selama 10-15 menit. Lakukan dengan rutin setiap harinya untuk hasil yang maksimal.

Paschimottanasana (Forward Bend Pose)

 

Pachimottanasana berasal dari kata “Paschima” yang berarti belakang dan “Uttana” yang memiliki arti peregangan. Gerakan yoga ini untuk meregangkan seluruh tubuh bagian belakang, dari mulai kepala, tulang punggung, hingga kaki.

Selain untuk peregangan bagian belakang dari tubuh kita, posisi ini juga baik untuk sistem pencernaan. Bagi yang memiliki masalah konstipasi dan masalah pencernaan lainnya bisa melakukan gerakan ini setiap harinya. Dan yang terpenting adalah: mengurangi simpanan lemak yang tidak diinginkan di dalam perut.

Saat melakukan paschimottanasa, usahakan posisi kaki tetap lurus (tidak menekuk). Tarik napas dan kembungkan berut kita dengan udara, kemudian buang napas dan kempiskan perut dengan maksimal hingga tidak ada lagi udara yang tersimpan pada rongga perut, seakan-akan lambung kita menempel pada tulang punggung.

Saat exhale, turunkan tulang punggung kita hingga bagian wajah mendekat pada kaki. Tahan posisi ini selama 10 kali pernapasan. Lakukan sebanyak 3 kali.

Bharmasanasana (Table Pose)  – Bitilasana (Cow pose) – Marjaryasana (Cat Pose)

 

Runtutan gerakan table pose – cow pose – cat pose adalah gerakan yoga yang umum dilakukan sebagai bagian dari peregangan untuk memulai gerakan-gerakan yoga yang menumpu pada lantai, seperti down dog dan plank. Gerakan ini meregangkan tulang punggung, pinggul, dan perut.

Gerakan ini seperti membentuk meja yang memiliki 4 kali. Tubuh kita bertumpu pada 4 kaki, yaitu kedua lutut dan kedua telapak tangan. Usahakan kedua lutut sejajar dengan tulang pinggul dan kedua telapak tangan sejajar dengan kedua bahu.

 

Saat inhale, panjangkan leher kita dengan mengangkat dagu ke atas. Dekatkan kedua tulang belikat dan tulang punggung terdorong ke bawah tetapi bagian pinggul tetap di atas (seakan-akan tulang punggung sedang diduduki dari atas). Gerakan ini disebut Cow Pose.

 

Saat exhale, tarik kembali dagu ke arah dada dan kedua tulang belikat dalam posisi berjauhan. Perut tertarik ke atas dan posisi tulang punggung membentuk satu lengkungan ke atas. Gerakan ini dikenal dengan Cat Pose.

Lakukan rangkaian gerakan yoga ini sebanyak 5 -10 kali. Gerakan ini diawali dengan table pose. Saat rangkaian gerakan dan pernapasan ini berakhir, kembali ke posisi awal (table pose).

Adho Mukha Svanasana (Downward Facing Dog Pose)

 

Adho Mukha Svanasana atau sering hanya disebut dengan Down-Dog Pose adalah gerakan yoga yang mudah dipelajari. Gerakan ini meregangkan bagian belakang tubuh, dari bagian tulang belikat, tulang punggung, hamstring, dan juga betis. Selain dari itu, gerakan ini juga bagus untuk membantu meningkatkan kerja dari sistem pencernaan.

Lakukan gerakan ini baik dilakukan sebelum memasuki gerakan plank. Biarkan tubuh bertahan dalam posisi ini selama 10 kali pernapasan.

Phalakasana (Plank Pose)

 

Sudah banyak yang tahu bahwa Phalakasana atau umum dikenal dengan plank merupakan gerakan yoga yang sangat baik untuk menguatkan otot core. Setelah beberapa peregangan di atas, buang lemak dalam perut dan bentuk otot dengan gerakan plank.

Lakukan gerakan plank dengan durasi bertahap dari 30 menit untuk pemula. Jika sudah terbiasa, lakukan selama 60 hingga 120 menit. Lakukan sebanyak 3 kali.

Plank Leg Variation: Knee to Elbow

 

Gerakan ini masih dalam tahap menguatkan dan membentuk otot perut. Setelah melakukan basic plank di atas, lakukan variasi dengan mengangkat lutut ke kanan dan kiri dari siku tangan. Lakukan dengan bergantian antara kanan dan kiri kaki.

 

 

Saat lutut menempel pada siku tangan, tahan selama 10 detik.

Saral Hasta Bhujangasana (Straight Arm Cobra Pose)

 

Saral Hasta Bhujangasana disebut juga Fying Cobra, yaitu posisi Cobra Pose dengan tangan lurus dan paha tidak menapak pada matras. Gerakan ini memberi ponekanan organ yang berkaitan dengan sistem pencernaan, yang juga dapat membantu kamu untuk mengatasi masalah konstipasi.

Selain untuk masalah pencernaan, gerakan ini juga baik untuk menjaga tulang punggung tetap sehat. Jadi jika terasa nyeri pada leher dan punggung, bisa juga melakukan posisi yoga ini untuk relaksasi.

Saat melakukan Flying Cobra, usahakan kedua kaki tetap rapat. Posisi bahu di dorong ke belakang dan dada terdorong ke depan (berlawanan arah). Tarik napas dan kembangkan dada dengan mengangkat dagu ke atas, kemudian buang napas dan kepala menengok ke sisi kanan dengan melihat tumit kaki.

Kembali tarik napas dan angkat dagu ke atas, dan buang pandangan mata ke tumit kiri saat menghembuskan napas. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali pada masing-masing sisi.

Jika terasa nyeri pada lower back, istirahatkan tulang belakang dan letakan pinggul di matras.

Balasana (Child’s Pose)

 

Istirahatkan tubuh sejenak dengan balasana atau dikenal dengan Child’s Pose. Lakukan gerakan ini dengan kedua lutut yang berdekatan, sehingga perut dapat beristirahat di atas kedua paha. Dengan melakukan menarik napas dan menghembuskan napas di posisi ini maka organ dalam dalam perut kita terasa seperti dipijat.

Oleh karena itu gerakan ini dianggap dapat membantu melancarkan pergerakan sistem pencernaan. Lakukan gerakan ini dengan menarik napas dan menghembuskan napas dengan panjang dan perlahan. Lakukan selama 30 detik hingga 60 detik.

Ardha Pawanmuktanasana

 

“Ardha” memiliki arti setengah. “Pawanmuktanasana” berasal dari kata “Pawn” yang berarti angin, “Mukhta” berarti bebas atau melepaskan. Ardha Pawanmuktanasana yaitu gerakan yoga yang dapat membantu melepaskan gangguan pencernaan.

 

Dengan melakukan gerakan ini maka otot perut kita tertekan dan bagian organ dalam perut kita seperti dikompres, sehingga sirkulasi darah lebih lancar dan meningkatkan kinerja organ dalam, dalam hal ini adalah sistem pencernaan.

Selain membantu mengatasi masalah dalam perut seperti gas dan konstipasi, gerakan ini juga dapat membantu mengurangi lemak di area perut, paha, dan bokong. Pasti tertarik, kan?

Angkat kaki kanan dan tekut lutut hingga menempel pada dada. Bantu tekan lutut ke dada dengan tangan kiri. Saat exhale, tarik lutut ke sisi kiri tubuh dan kaki kanan tetap lurus di atas matras (Tidak menekuk). Arahkan kepala ke sisi berlawanan dan bahu kanan tetap rileks. Lakukan pernapasan dengan perlahan dan panjang sebanyak 10 kali.

Seteah itu kembali ke posisi awal dan ulangi tahapan yang sama pada sisi tubuh yang lainnya. Lakukan masing-masing sisi kanan dan kiri sebanyak 3 kali.

Shavasana (Corpse Pose)

 

Shavasana adalah gerakan yoga yang paling diminati dan ditunggu-tunggu. Termasuk kamu, kan?

Gerakan ini dilakukan untuk merelaksasikan seluruh tubuh setelah melakukan asana. Pusatkan pikiran dan konsentrasi pada pernapasan dan lepaskan rasa letih pasa seluruh otot tubuh.

Hari raya memang saat yang dinanti-nanti, tapi masalah perut tidak mungkin diinginkan, kan? Pencernaan yang sehat dapat membuat aktivitas menjadi lebih nyaman. Dengan memperbanyak makanan berserat, minum air putih yang cukup, hingga melakukan yoga dapat membantu pencernaan menjadi lebih sehat. Nilai tambahnya adalah: perut tetap rata!

8 Informasi yang Perlu Kamu Ketahui untuk Berlari di Taman Tebet Honda

Perhatian: Postingan ini banyak menampilkan muka saya, jadi kalau kamu kurang berkenan silakan tutup lagi page ini!

Kalau emang langsung ditutup, kamu mah terlalu!

Oke, saya mulai bercerita. Ini berdasarkan pengalaman pridadi saya sendiri. (lha, bisanya kan gitu!)

Ibaratnya musafir, anggap aja saya ini musafir versi lari-larian. Rumah di Bekasi tapi latihan lari di Senayan, kadang ke Kuningan. Apalagi kalau ada event lari bisa nyebrang dua kota: Jakarta dan Tanggerang.

Mungkin nasibnya anak Bekasi memang begini. Mau lari aja mesti nyebrang tol dulu. Sekalian kerja juga sih. Saya sering mengajar yoga di sekitar Jakarta Pusat, jadi  sekalian nyelipin untuk lari. Biar sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Rabu kemarin saya ditawarin Ka Riris dari Komunitas Yoga Taman Tebet untuk mengisi yoga di sana. Sebelumnya sudah pernah tapi dulu belum lari-larian. Sekarang pas baca “Taman Tebet” langsung kepikiran untuk nyoba lari di sana juga. Setauku ada dua taman dan ada jogging track-nya. Yang satu sekitar kurang lebih 400m, yang satu lagi sampai 800m.

 

Kamis sorenya  dengan cuaca yang masih lumayan terang saya menuju Taman Kota Tebet. Saat masuk ke dalamnya tiba-tiba suasanya menjadi teduh. Pepohonan yang tinggi dan rindang menghalau sinar matahari untuk menembus kulit. Biasanya saya selalu pakai visor, sekarang saya merasa tidak perlu. Taman ini tadinya berupa Hutan Kota yang tidak terawat, lalu oleh Pemprov DKI -masa pemerintahan Bapak Fauzi Bowo tanggal 28 Juli 2010- bekerjasama dengan PT. Honda Prospect Motor (HPM) tempat ini direnovasi. Sekarang warga Tebet bisa merasakan ruang terbuka yang berfungsi untuk menjadi sarana berolahraga dan berekreasi. Dan akhirnya saya pun mengerti kenapa dinamakan Taman Tebet Honda.

Berikut ini informasi penting yang perlu kamu catat jika ingin lari di sana:

1. Satu putaran bisa mencapai 800m

Dibanding lari di GOR Soemantri atau Lapangan Madya ini lebih luas. Jadi kamu gak perlu kaya marmut yang banyak muter-muter buat sekadar lari 5km. Tapi kalau di taman sebelahnya jalurnya tidak sepanjang ini, kira-kira hanya 400m (atau mungkin kurang). Tapi di sana ada ruang untuk senam dan fasilitas lainnya.

 2. Lebar jalur sempit

Kalau yang belum biasa jalurnya seperti saya ini, larinya santai saja dan nikmati sensasi lari di bawah pohon yang rindang dan hijau. Tujuannya memang untuk jogging. Kalau kamu biasa lari di Lapangan Madya atau GOR Soemantri mungkin gak masalah untuk bisa lari dengan kecepatan tinggi. Kalau di sini: awas nabrak orang!

3. Ada tanjakan dan turunan

Memang jalurnya tidak benar-benar rata. Kadang menanjak dan kadang menurun. Apalagi pas masuk ke jembatan. Lumayan untuk latihan paha. Kayanya kalau biasa  lari di sini pas lari di jalur rata bisa kenvang ya. Ya baru kayanya. Sejujurnya saya juga agak payah lari di jalan naik turun. Masih belum terlatih hehe..

 4. Bawa minum sendiri

Kalau saya memang gak tahan kalau lari gak pakai minum. Maksimal 3km harus meneguk air mineral atau isotonic. Kemarin sempat begitu juga. Pas 3km saya mulai nyari-nyari tempat yang menjual minuman. Akhirnya saya berjalan keluar dan menemukan warung. Untungnya lokasinya tepat di depan pintu masuk. Ya, nyebrang dikit..

 5. Jangan menyampah!

Pelari kok nyampah? Saya akui tempat ini lumayan bersih dan terawat (kecuali toiletnya ya!). Kalau sampai seikit saja nyampah kamu bakalan merasa menjadi manusia yang paling malu-lauin.  Di sana banyak persediaan tempat sampah jadi untuk yang membawa air kemasan, buanglah sampah pada tempatnya!

 6. Hati-hati pada serangga!

Serangga sebagai bagian dari alam. Karena ini sebenarnya hutan kota yang dipenuhi pepohonan rindang, sudah sepatutnya banyak serangga yang hidup di dalamnya. Saat mau stretching untungnya masih liat-liat bawah. Jadi saya melihat ada serangkaian semut merah yang berbaris pada tanah yang bersebelahan dengan jalur lari. Meleng dikit udah abis kena semut. Atau mereka yang keinjek kita. Kasian juga, kan?

 7. Dibanding sunblock, lebih baik membawa autan

Entah karena sedang redup atau memang sudah setiap hari begini karena banyak pohon rindang, saya tidak merasa panas terik matahari. Yang dirasakan malahan gateeeeel. Ternyata banyak bentol bekas gigitan nyamuk. Nah, mungkin obat luar seperti minyak kayu putih boleh juga di bawa. :p

 8. Banyak tukang jajanan

Penting banget nih! Kalau habis lari kan suka lapar. Dengan berjalan ke luar, kita bisa langsung menemukani tempat makan atau camilan yang memuaskan lidah dan perut.

Kayanya itu saja informasinya. Selebihnya biar anak Tebet dan kamu yang kreatif yang menambahkan.  Oiya tambahan lagi, jangan lupa tetap stretching sebelum dan sesudah berlari ya. Biarpun lari santai tapi bukan berarti ngasal.

 

Sekalian  juga numpang promo untuk anak Tebet dan sekitarnya (atau yang mau jauh-jauh ke Tebet), hari sabtu tanggal 21 Januari 2016 ini saya kebagian mengisi di Yoga Taman Tebet ini. Kita mulai pukul 7 pagi. Mari kita yoga bersama biar tambah sehat!

Gratis! Tapi jangan lupa bawa matrasnya ya!

 

Memuji Keindahan Bukit Merese dengan Meditasi

Akhir bulan di tahun yang telah berlalu lagi gemas-gemasnya dengan salah satu grup wa masalah pelecehan agama. Seakan-akan kita langsung dipaksa terpecah karena memiliki pendapat yang beda. Malahan saya secara tidak langsung dianggap kaum yang munafik karena tidak mendukung agama yang saya anut.

Makin bingung karena saya jelas-jelas mengatakan tidak mau ikut berkomentar dan berusaha tidak memihak siapapun karena kurang paham. Masa sya dipaksa untuk berkubu pada hal yang saya sendiri kurang mengerti. Masalahnya jadi merembet kemana-mana. Ditambah info-info hoax yang menjadi bensin pada api yang sedang berkobar. Makin kusut.

Untungnya semua kekusutan lumer dari kepala saya saat saya menginjak Bukit Merese awal Desember. Berdiri di bukit yang terbentang di atas gradasi hijau dan biru dari air laut. Sore yang tidak terlalu cerah tetapi tetap menampakkan kecantikan semesta.

Bukit Merese tinggal di area Pantai Tanjung Aan. Setelah menjalani lari di Mataram dan mampir ke Desa Sade akhirnya saya mampir ke sini dulu sebelum ke hotel yang akan disinggahi di hari terakhir.

“Beautiful!”

Pujian pertama kepada tempat ini. Untuk mencapai bukit perlu menapaki tanah lembab karena sisa hujan. baru beberapa langkah udah “Whoaaaaaa….” setelah memandang sekumpulan kerbau yang sedang bermain di bukit. Posisinya masih jauh sih. Tapi berasa di New Zealand. Well.. saya juga belum pernah ke sana juga sih.

Eh, kerbau ngapain ya biasanya di bukit? Main? Makan?

Tik. Tok. Tik. Tok.

Sampai akhirnya menginjak tempat tertinggi bukit. Ya ampun kaya surga. Biarpun (lagi-lagi) saya juga belum pernah ke surga. Tapi tempat ini memang cantik.

Hening dan hanya suara ombak yang riuh. Saya berbisik pada Tuhan untuk menghentikan putaran waktu. Saya mau lebih lama di tempat ini.

MEDITASI CARA TERINDAH UNTUK MENYAPA ALAM

Bagi saya ini tempat yang sangat mahal. Mengajak untuk tidak banyak berpikir dan seolah-olah resah tidak diijinkan masuk ke sini. Saat di sini sayang sekali jika tidak menyempatkan memejamkan mata untuk meditasi.

Meditasi. Memejamkan mata dan merasakan serapan panca indera dengan sadar. Melepaskan segala beban dipikiran untuk mengontrol segala atribut-atribut pikiran. Saat memejam maka saya lebih mudah untuk menyadari bahwa saya memang benar-benar bernapas. Hal sesederhana itu bahkan seringkali diabaikan.

Wahai semesta yang begitu pandai membuat saya jatuh cinta

Pencipta sepertinya sedang dalam suasana senang saat melukismu

Izinkan saya yang kecil ini menyapa dalam hening

Tetaplah menjadi indah

Indah bukan hanya karena saya menyukai tarian ombak dalam bentangan gradasi hijau biru

Indah bukan  hanya karena saya menyukai warna langit yang seksi di sore hari

Indah bukan hanya karena bentangan rumput yang masih segar

Kalian indah karena kalian berdampingan

Percayalah..

Meditasi dan asana memang dua hal yang membantu saya untuk tetap waras di dunia yang bising ini. Kalau biasanya saya bersyukur bisa yoga di rumah atau dalam studio, saat di bukit ini saya melipatkan rasa syukur karena “bonus akhir tahun” ini dari Sang Pemilik. Di tempat seindah ini.

 

Saat saya sedang berdiskusi dengan suara ombak, tiba-tiba tetesan air menyentuh wajah. Rupanya langit belum puas menuangkan hujan di siang hari. Mungkin juga ingin mengingatkan saya untuk ingat pulang.

Saat menuju dasar bukit dan kembali ke pantai, di tengah perjalanan kembali bertemu dengan kumpulan kerbau yang juga ingin turun. Saya mencoba berlari untuk mendekat supaya bisa menambah koleksi foto untuk Instagram. Saat mendekat ada satu wajah yang rupanya kurang suka dengan kehadiran saya.

Gerakannya seperti mengambil ancang-ancang menyeruduk.

LARIIIIIIIIIIIIII!