IMG-20180604-WA0030

Ekplorasi Yoga di Batu Tapak

DSC_0751

“Jika berpikir sulit maka akan selalu merasa sulit. Jadi jangan menganggap perjalanan ini sulit. Begitupun dalam hidup, jika kita selalu berpikir berat makan akan selalu merasa berat  dalam menjalaninya. “

Tapak Batu adalah satu nama camping ground yang terletak di daerah Cidahu, Sukabumi. Berada tepat di kaki Gunung Salak. Perjalanan dimulai dari Bekasi pukul 6 pagi dan sampai lokasi pukul 9 pagi. Saat itu jalanan lumayan lancar. Karena tujuan utama adalah yoga outdoor, maka ketika sampai langsung melakukan sesi yoga pagi.

Pranayama dan Pratyahara

unnamed (2)

Yoga di alam terbuka pada pagi hari memang salah satu nikmat yang mahal. Tuhan memberi energi yang begitu besar melalui alam semesta. Hanya memejamkan mata dan merasakan harmoni antara alam dan tubuh melalui penarikan dan hembusan napas. Dengan pranayama mulai mengatur ritme jantung dan  melepaskan sifat duniawi untuk mendapat pikiran yang lebih tenang. Pratyahara adalah meningkatkan sensibilitas kelima panca indera, agar dapat lebih peka lagi terhadap stimulus yang diberikan alam semesta.

Asana dan Pemanasan

unnamed (3)

Selain yoga, tujuan utama saya dan teman-teman ke Tapak batu adalah untuk menikmati air terjun yang terletak sekitar 4km dari lokasi.  Karena  medan menanjak dan menurun, maka  perlu persiapan secara fisik.  Peregangan dan penguatan hip-flexor, paha, hamstring, betis merupakan fokus latihan kali ini.  Tidak lupa untuk penguatan core. Yoga sequence sama dengan latihan untuk runner, yaitu menyertakan low-lunge, warrior 1 pose, plank, hip-streching. Menu utamanya adalah vinyasa yoga, yaitu rangkaian yoga pose yang dilakukan secara berurutan dengan mengatur pernapasan. Dengan seperti ini diharapkan saat melakukan perjalanan nanti tidak terlalu tergengah-engah saat bernapas.

Latihan berhenti saat peregangan akhir dan tidak ada relaksasi berupa savasana (corpse pose). Karena ini adalah gerakan pemanasan untuk melakukan perjalanan.

Isi perut, isi tenaga

unnamed (4)

Tepat pukul 10 pagi. Saya tahu bahwa yoga baiknya dilakukan dalam keadaan perut kosong, oleh karena itu mengisi perut dilakukan setelah sesi yoga. Entah ini termasuk makan pagi atau siang, yang jelas mengisi hanya secukupnya untuk bahan bakar perjalanan. Jika perut terlalu kenyang maka nanti akan lebih sulit bergerak dan bisa juga menjadi mual. Bernapas pun akan lebih sulit.

Menempuh perjalanan dengan menyatukan mind, body, and soul

DSC_0812

DSC_0820

 

“Jika berpikir sulit makan akan terasa sulit. Jadi jangan menganggap perjalanan ini sulit.”

Ujar bapak Lande, tour guide kami saat itu. Biarpun jalan yang ditempuh berupa tanah dan bebatuan yang menanjak dan menurun, tetapi tetap dibawa dengan rasa suka dan tidak berpikir sulit. Pikiran memiliki pengaruh besar terhadap tubuh.

” Begitupun dalam hidup, jika kita selalu berpikir sulit makan akan selalu merasa sulit dalam menjalaninya. “

Jika tubuh terasa lelah, bisa diistirahatkan sejenak. Walaupun membawa minum, tetapi tidak terlalu banyakmeminum air, hanya untuk membasahi tenggorokkan. Jika perut penuh terisi air maka berjalan menjadi kurang nyaman.. Membuat perjalanan menjadi hal menyenangkan adalah kuncinya. Bisa juga dengan melakukan stretching untuk sedikit mengurangi rasa pegal.

BEBAS di Air Terjun

DSC_0840

IMG_20151111_103253

IMG_20151111_103356

DSC_0934

Akhirnya sampai di air terjun. Saat melihat air terjun, yang pertama terpikir adalah bebas. Bebas dalam arti membebaskan pikiran dari beban pikiran, membebaskan tubuh dengan bermain sesukanya dengan air. Akan tetapi selalu ingat untuk tidak meninggikan ego dengan menantang alam. Hati-hati tetap perlu. Meditasi dengan merasakan irama air yang mengalir dapat membantu menjernihkan pikiran. Air di sini sangat dingin dan jernih dan dipercaya dapat membuat awet muda. Saya dan teman-teman pun dengan semangat membasuh wajah dengan kejernihan air di Tapak Batu.

Relaksasi!

Sebelum terlalu sore maka kami pun bersiap pulang. Kembali menempuh medan yang naik turun. Saat menurun mungkin akan terasa lebih ringan, tetapi saat menanjak perlu memperhatikan napas agar tidak terasa sesak. Stretching bukan hanya diperlukan di awal akan tetapi, seperti tulisan saya pada postingan sebelumnya yaitu Stretching Setelah Mendaki Gunung. Pendinginan diperlukan untuk menghentikan produksi asam laktat yang meningkat usai melakukan aktivitas fisik yang berat. Agar setelahnya tidak terjadi kekauan dan nyeri pada otot. Setelah peregangan saya pun membersihkan diri dengan mandi di Toilet VIP yang tersedia. Relaksasi total.

Yoga di Tapak Batu bikin happy!

 

 

 

 

 

IMG-20180604-WA0030

7 Tips Yoga di Taman

IMG_9361

Untuk masyarakat urban, yoga umumnya dilakukan di dalam studio. Agar terasa suasana alamnya, biasanya diiringi playlist instrumental atau rekaman suara alam. Padahal aktivitas kita sudah sering dilakukan di dalam ruangan, sesekali bebaskan tubuh dan pikiran kita untuk menghirup udara luar.

Taman tempat yang cocok untuk latihan yoga bagi yang tinggal di kota seperti Jakarta. Tidak perlu mengeluarkan budget lebih untuk tiket pesawat, dan waktu yang banyak karena harus ke luar kota. Di Jakarta sendiri ada beberapa taman yang bisa dijadikan tempat menyenangkan untuk yoga, seperti Taman Suropati, Taman Menteng, Taman Ayodya, dan masih banyak lagi. Satu catatan yang penting: kamu sudah tahu lokasi! Jangan sampai membuang waktu karena sulit mencari taman yang dimaksud atau ternyata tidak ada space yang nyaman untuk melakukan yoga. Ini dia tips bagi kamu yang mau yoga di taman:

Bawa Matras

Alam adalah tempat terbaik untuk melakukan yoga. Yoga dengan alas pasir atau tanah tentung akan lebih menantang, karena alas yang tidak rata. Kamu bisa lebih bereksplorasi dalam melakukan pose yoga. Akan tetapi kita juga harus memperhatikan kenyamanan dan keamanan dalam melakukan yoga. Untuk yoga di taman lebih disarankan tetap membawa matras yoga. Apalagi pada umumnya kita melakukan yoga justru di alas yang keras dan rata.

Bawa Handuk dan Tisu Basah

Handuk memang selalu dibawa saat latihan yoga, meskipun itu di dalam studio, manfaatnya untuk mengelap keringat, dijadikan sebagai penganti “yoga strap”, dan juga untuk mengelap matras kita yang kotor atau terkena keringat. Lalu kenapa harus bawa tisu basah?

Meskipun yoga di luar ruangan tetapi matras harus bersih, sebelum atau sesudah latihan. tisa basah dapat membantu menyeka kotoran yang menempel pada matras. Disarankan tisu nasah yang mengandung antiseptik ya!

Bawa Pelindung

Selain air putih, untuk yoga di luar ruangan harus membawa peralatan yang diperlukan agar yoga lebih nyaman. jangan lupa membawa sunscreen dan sunglasses. Jangan sampai matahari menghambat kamu untuk bergerak.

Lupakan Musik

Saat yoga di studio, saya suka yoga dengan iringan musik, terutama saat relaksasi. Membawa pikiran kita serasa sedang yoga di alam terbuka dan lebih menenangkan. Tapi jika sudah di ruang terbuka, lupakan musik!

Rasakan harmoni suara alami, dan koneksikan jiwa kita dengan alam sekitar. Walaupun di taman kita tidak bisa mendengarkan suara ombak, tetapi kita mendengar suara burung yang berkicau di sekitar taman. Jika memang suara alam teredam oleh suara knalpot atau para pedagang yang sedang menjajakan makanan, pilihan diiringi musik bisa dilakukan.

Pilih Pose Yoga yang Mudah

Kata “mudah” memang relatif, di sini maksud saya adalah pose yoga yang bisa dinikmati semua peserta. Jika kamu yoga sendiri, kamu bisa melakukan gerakan yang menurut kamu bisa dijangkau. Apabila yoga bersama teman atau komunitas, pilih gerakkan yang menyenangkan yang dapat dijangkau semua peserta. Untuk Yoga di ruang terbuka, standing pose dan balancing pose bisa dijadikan pilihan. Kamu bisa menyimak 7 Yoga Pose untuk Travelling.

Waktu yang Tepat

Idealnya yoga dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Siang hari terlalu terik untuk melakukan yoga, kecuali tempat tersebut sangat teduh.

Jangan pas Hujan!

Kira-kira gimana?