IMG-20180604-WA0030

Melawan Sakit Leher dengan Yoga

Tiga hal yang saya lakukan ketika pertama kali membuka mata: Lihat jam, cek notikasi di smartphone, dan ke toilet. Saat cek notifikasi berharap ada kabar baik yang datang. Saya yakin mood harian seseorang ditentukan oleh apa yang ia rasakan saat  pertama kali bangun tidur.  Pernah suatu ketika saat baru bangun tidur tiba-tiba merasakan nyeri di bagian leher. Kepala jadi terasa sedikit pusing, sehingga malas melakukan aktivitas apapun. Setelah diingat-ingat lagi ternyata saya tertidur saat berjam-jam main hape dengan posisi kepala miring ke kiri dalam waktu lama hingga pada akhinya ketiduran. Posisi bantal dalam posisi ditegakkan agar texting lebih jelas. Dan ini saya lakukan hampir setiap menjelang tidur. Duh, gimana gak sakit leher ya?

Sakit leher (Stiff Neck Pain) atau istilah rumitnya Torticollis sering disebabkan oleh otot Levator Scapulae, yang menghubungkan daerah leher dan bahu. Pada penderita akan terasa kaku leher yang disertai nyeri saat harus menoleh ke sisi yang bermasalah. Saat harus menengok akan terasa sakit sehingga saya lebih memilih membalikkan badan daripada harus menoleh. Masalah utama dari stiff neck pain adalah pembatasan ruang gerak rotasi leher, istilah gampangnya sih “susah nengok”.

Dengan materi saat mengikuti workshop Yoga Terapibersama Setyo Jojo, maka saya melakukan mencoba membebaskan kekakuan leher seperti berikut:

Savasana

Saya menggulung handuk dan diletakkan di  bawah leher. Kemudian savasana di atas matras dengan bantalan handuk tersebut selama 20 menit. Savasana adalah gerakan yoga favorit para pelaku yoga. Jika kamu belum tau apa itu savasana, silakan buka google di smartphone yang kamu miliki. Selama masih terasa sakit, savasana ini terus dilakukan rutin. Leher jadi lebih nyaman.

Meditasi

Meditasi dapat menenangkan pikiran, merilekskan tubuh, membangun energi internal, dan meningkatkan konsentrasi. Sebelum melakukan meditasi, saya stretching untuk melemaskan otot dan tendon. Meditasi ini memang baik dilakukan rutin sehari dua kali, minimal selama 20 menit. Saya lebih memilih saat baru bangun tidur dan saat menjelang tidur lagi.

Asana

Saya memilih asana yang dapat mengatasi kekakuan leher agar dapat digerakkan secara Full range of Motion. Diawali Neck Stretching kemudian mempraktekkan Adho Mukha Svanasana, Mandukasana, Parivrtta Virasana, Halasana.

Neck Stretching
Adho Mukha dengan satu kaki di atas
Adho Mukha dengan satu kaki di atas
IMG_2015-10-12_06-04-54
Parivrrtta Virasana
Halasana atau Plow Pose
Halasana

Setelah itu memang tetap menyisakan rasa sakit pada bagian belakang leher dan daerah bahu. Saya pun tetap melakukan halasana dengan bantalan berupa lipatan handuk yang diletakkan di bawah leher atau bahu.

Dengan melakukan urutan di atas, rasa kaku di leher hilang ketika bangun esok harinya. Sebagai catatan kepada siapa saja yang mengalami hal yang sama, perhatikan posisi batal saat tidur. Ketika menjelang tidur sebaiknya stretching dulu leher, terutama yang aktif bermain gadget. Jika keesokan harinya masih terasa sakit, bisa melakukan savasana dan meditasi secara rutin. Termasuk peregangan leher dan asana yang disarankan. Selama leher masih terasa kaku, hindari melakukan yoga seperti Navasana, Dhanurasana, dan Bhujangasana.

 

 

IMG-20180604-WA0030

Melawan Nyeri Haid saat Dikejar Deadline

sumber foto dari sini

Beberapa wanita seringkali dihadapi nyeri haid, yang kadar nyerinya bisa hingga terasa kepala pusing dan perut dilanda mual yang parah. Beberapa lagi mungkin hanya terasa kram perut dan ngilu di persendian. Rasa nyeri ini tidak mau berkompromi walaupun kita sedang dikejar deadline pekerjaan atau tugas kuliah yang menumpuk.

Kadar nyeri pada saat haid ini berbeda-beda pada setiap wanita yang mengalami. Biasanya akan terasa di bagian perut dan dapat merambat ke bagian lainnya seperti punggung, pinggang belakang, panggul, dan paha. Rasa nyeri haid, yang dinamakan dismenore, penyebab utamanya adalah zat yang diproduksi tubuh di bagian rahim yang dinamakan prostaglandin. Rasa kram karena zat prostaglandin merangsang kontraksi untuk melepas lapisan rahim. Ketika menstruasi bukan hanya rasa kram perut yang terasa tetapi bisa hingga membuat kepala pusing , tubuh lemas dan mual pada perut. Rasa pusing dan lemas bisa terjadi karena tekanan darah yang menurun di masa menstruasi, sedangkan mual hingga muntah bisa disebabkan oleh kontraksi di perut yang dipicu oleh zat prostagladin tersebut. Aliran darah yang keluar juga menambah rasa nyeri.

Jika rasa nyeri sudah mulai mengganggu aktivitas, tinggalkan sejenak pekerjaan. Ambil waktu beberapa menit untuk mengistirahatkan badan dan melakukan beberapa gerakan yang akan membantu mengurangi rasa nyeri. Berikut berapa tahapan yang bisa dicoba:

1. Minum teh beraroma

Chamomile tea atau jasmine tea yang diseduh dengan air hangat bisa menjadi pilihan. Teh yang beraroma dianggap mampu mengatasi rasa nyeri. Nikmati teh ketika hangat dengan posisi bersandar di sofa yang nyaman.

2. Cari tempat yang bisa membuat tubuh lebih relax.

Kasur atau sofa bisa menjadi pilihan. Pejamkan mata dan mendengarkan lagu yang disukai bisa dicoba.

3. Do Exercise!

Mungkin ini terdengar sedikit mengesalkan. Bagaimana mungkin menggerakkan badan di saat badan sedang kaku-kakunya. Akan tetapi beberapa gerakan yang tepat justru akan mebantu sirkulasi darah menjadi lancar dan membuat tubuh yang nyeri dan kaku terasa dipijat. Kamu bisa melakukan beberapa pose yoga untuk mengurangi nyeri haid.

4. Kembali beraktivitas!

Saat kepala terasa lebih ringan dan nyeri berkurang, lanjutkan pekerjaan yang sedang menumpuk. Jika sudah selesai, istirahatkan badan di kasur yang nyaman. Tinggalkan semua gadget dan tidur.